Di era AI, aplikasi seperti apa yang bisa bertahan?



Logika perangkat lunak tradisional sangat sederhana—pengguna mengklik dan melakukan operasi, sistem menyelesaikan perhitungan, lalu pengguna mengonfirmasi hasilnya. Dalam proses ini, AI hanyalah pendukung, memperbaiki naskah, mengoptimalkan pengalaman, tetapi keputusan tetap di tangan manusia.

Sedangkan cara bermain aplikasi bernilai tinggi generasi berikutnya sangat berbeda. AI tidak lagi sekadar membantu, tetapi benar-benar menjadi pelaku utama. Bagaimana penampilannya?

Pertama adalah otomatisasi pengambilan keputusan. Sistem tidak menunggu perintah, melainkan secara independen menganalisis data pasar, perilaku pengguna, sinyal di chain, dan langsung membuat penilaian. Kedua adalah otomatisasi pemanggilan sumber daya. Baik memanggil kontrak pintar, memicu proses transaksi, maupun mendistribusikan sumber daya komputasi, semuanya dilakukan oleh AI secara mandiri tanpa perlu konfirmasi manusia satu per satu. Terakhir adalah perubahan peran manusia—dari operator menjadi auditor, bertanggung jawab atas pengawasan pasca-operasi dan intervensi saat terjadi abnormalitas.

Perubahan ini berarti apa bagi aplikasi Web3? Aplikasi yang mampu menjadikan AI sebagai tokoh utama—seperti automated market maker, kuantifikasi cerdas, kontrak tata kelola mandiri—akan menjadi tren berikutnya. Sebaliknya, aplikasi yang masih bergantung pada fitur dan UI untuk menarik pengguna, siklus hidupnya akan semakin pendek.

Dengan memahami perubahan ini, Anda akan bisa melihat seperti apa aplikasi generasi berikutnya di masa depan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 9
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
MetaMaskVictimvip
· 01-05 12:48
Ngomong-ngomong, keputusan mandiri AI terdengar menyenangkan, tapi siapa yang akan bertanggung jawab?
Lihat AsliBalas0
ShibaSunglassesvip
· 01-04 11:53
Singkatnya, AI harus benar-benar menjadi penguasa, bukan sekadar ikut-ikutan. Proyek-proyek yang masih sibuk dengan UI kemungkinan tidak akan bertahan lama lagi.
Lihat AsliBalas0
AlwaysQuestioningvip
· 01-03 23:06
Singkatnya, AI harus memiliki kekuasaan nyata, tidak hanya sebagai pekerja biasa
Lihat AsliBalas0
YieldWhisperervip
· 01-03 05:48
lmao "ai sebagai protagonis" — pernah melihat pitch yang sama persis ini pada tahun 2021, cukup ganti kata-kata hype-nya. matematika tetap tidak cocok untuk pembuat pasar otomatis, penyedia likuiditas tetap saja rugi
Lihat AsliBalas0
rugpull_survivorvip
· 01-03 05:46
Sejujurnya, keputusan mandiri AI terdengar menyenangkan, tapi siapa yang akan bertanggung jawab?
Lihat AsliBalas0
StrawberryIcevip
· 01-03 05:39
Benar sekali, tetapi masalahnya sekarang berapa banyak proyek yang benar-benar mampu membuat AI mengambil keputusan secara mandiri, terdengar kebanyakan hanya gimmick
Lihat AsliBalas0
GasGasGasBrovip
· 01-03 05:32
Eksekusi otomatis AI? Saya hanya ingin bertanya, siapa yang akan bertanggung jawab?
Lihat AsliBalas0
FloorPriceNightmarevip
· 01-03 05:30
Eh, aku percaya AI jadi tokoh utama, tapi siapa yang akan bertanggung jawab?
Lihat AsliBalas0
TestnetFreeloadervip
· 01-03 05:29
Sial, AI membuat keputusan secara mandiri? Jadi uang saya aman, haha
Lihat AsliBalas0
Lihat Lebih Banyak
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • بالعربية
  • Português (Brasil)
  • 简体中文
  • English
  • Español
  • Français (Afrique)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • Português (Portugal)
  • Русский
  • 繁體中文
  • Українська
  • Tiếng Việt