Wawasan Utama:
Pada 29 Januari, pasar cryptocurrency mengalami penurunan tajam, dengan Bitcoin dan banyak altcoin mencatat kerugian yang signifikan. Bitcoin, pemimpin pasar, turun 4,16%, dari puncaknya baru-baru ini sebesar $94.000 menjadi $87.000. Demikian pula, Ethereum juga mengalami penurunan yang signifikan, kehilangan 5,53%, dan kini diperdagangkan di $2.930. Binance Coin, yang mengalami penurunan 3,57%, kini berada di $890. Penurunan ini merupakan bagian dari tren yang lebih besar, karena total valuasi seluruh pasar crypto telah merosot di bawah $2,8 triliun.
Kejatuhan pasar cryptocurrency bertepatan dengan kenaikan harga aset safe-haven tradisional seperti emas dan minyak mentah. Emas telah mengalami peningkatan substansial tahun ini, didorong oleh masuknya ETF yang meningkat, dengan beberapa analis memprediksi bahwa harganya bisa mencapai $10.000 pada akhir dekade. Lonjakan harga emas ini terjadi di tengah kekhawatiran akan ketidakstabilan geopolitik, terutama meningkatnya ketegangan di sekitar Iran. Di sisi lain, harga minyak mentah juga melonjak secara signifikan, dengan Brent crude mencapai lebih dari $70 untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan, menandai kenaikan hampir 20% dari titik terendahnya awal tahun ini.
Kenaikan harga minyak mentah baru-baru ini dapat ditelusuri kembali ke meningkatnya kemungkinan konflik yang melibatkan Iran. Polymarket saat ini menunjukkan peluang lebih dari 70% bahwa mantan Presiden Donald Trump akan mengambil tindakan militer terhadap Iran sebelum akhir tahun. Ancaman ini meningkatkan kekhawatiran pasar, terutama tentang dampaknya terhadap harga minyak dan stabilitas regional. Pasar crypto secara historis tidak mampu berfungsi sebagai safe-haven selama krisis geopolitik, dengan aset seperti emas dan franc Swiss menarik investor yang mencari keamanan.
Sumber: TradingView
Penurunan pasar crypto juga sejalan dengan ketidakpastian seputar kemungkinan penutupan pemerintah AS. Demokrat mendorong reformasi besar dalam pengeluaran pemerintah, termasuk perubahan pada lembaga seperti Imigrasi dan Bea Cukai AS. Perkembangan politik ini menambah suasana ketidakpastian, mempengaruhi pasar di seluruh dunia. Secara historis, pasar crypto mengalami kesulitan selama masa ketidakpastian yang meningkat, terutama jika dibandingkan dengan aset yang lebih stabil.
Kejatuhan pasar menekankan perjuangan berkelanjutan Bitcoin untuk menegaskan dirinya sebagai aset safe-haven yang dapat diandalkan. Dalam krisis geopolitik sebelumnya, investor beralih ke emas atau franc Swiss, yang menunjukkan stabilitas lebih besar selama masa volatilitas.
Harga Bitcoin turun tajam pada 2022 selama periode ketegangan perdagangan yang meningkat, dan penurunan pasar baru-baru ini mengikuti pola yang serupa. Seiring kekhawatiran terhadap konflik global dan stabilitas ekonomi meningkat, Bitcoin dan cryptocurrency lain terbukti lebih rentan terhadap perubahan sentimen pasar.