Ahli pasar kripto memprediksi ancaman terbesar terhadap kripto akan kembali muncul.
Ini diperkirakan akan menjadi penutupan pemerintah AS pada 31 Januari 2026.
Peluang terjadinya penutupan adalah sebesar 80%.
Seiring harga kripto terus mengalami kesulitan, beberapa ahli percaya masa-masa sulit akan datang karena seorang ahli pasar kripto memprediksi ancaman terbesar terhadap kripto akan kembali sebagai penutupan pemerintah AS. Faktanya, prediksi ini dikatakan kemungkinan besar terjadi pada 31 Januari 2026, dan peluangnya tampaknya mencapai 80%. Mengapa ahli ini percaya hal ini akan terjadi? Mari kita lihat lebih dekat.
Menurut Crypto Rover, risiko penutupan pemerintah AS meningkat pesat, dengan kemungkinan 80% terjadinya kekurangan dana pada 31 Januari. Skala ini melonjak dari 10-15% hanya sehari sebelumnya. Perubahan mendadak ini mencerminkan meningkatnya kebuntuan politik di Washington dan telah menimbulkan kekhawatiran tentang potensi efek spillover di seluruh pasar keuangan, terutama di sektor kripto.
Kebuntuan ini berpusat pada ketidaksepakatan mengenai prioritas pengeluaran federal. Demokrat telah menyatakan mereka akan menentang RUU pendanaan saat ini kecuali ketentuan utama terkait Departemen Keamanan Dalam Negeri dihapus, sementara Republik menunjukkan sedikit keinginan untuk berkompromi. Dengan tidak adanya pihak yang menunjukkan terobosan, prospek penutupan semakin dipandang sebagai skenario yang realistis daripada risiko yang jauh.
🚨PERINGATAN BESAR: ANCAMAN TERBESAR UNTUK CRYPTO KEMBALI.
Peluang penutupan pemerintah AS pada 31 Januari telah melonjak hampir mencapai 80%.
Hanya sehari yang lalu, sekitar 10%-15%.
Dan ini adalah risiko likuiditas yang serius bagi kripto.
Demokrat telah menyatakan mereka akan memblokir… pic.twitter.com/QRyhpPPaGp
— Crypto Rover (@cryptorover) 25 Januari 2026
Seperti yang dapat kita lihat dari postingan di atas, postingan tersebut menjelaskan masalah ini secara rinci. Misalnya, yang memperumit situasi adalah peningkatan terbaru dalam batas utang AS menjadi $41,1 triliun. Meskipun langkah ini dimaksudkan untuk mencegah krisis fiskal langsung, langkah ini juga memberi ruang lebih besar kepada pembuat undang-undang untuk memperpanjang negosiasi tanpa memicu keruntuhan instan dalam operasi pemerintah.
Secara paradoks, fleksibilitas ini mungkin membuat penutupan lebih mungkin, karena tekanan politik untuk mencapai kesepakatan cepat berkurang. Untuk pasar kripto, secara khusus, ancaman utama adalah likuiditas. Ketika penutupan dimulai, Departemen Keuangan AS biasanya membangun kembali Treasury General Account (TGA), secara efektif menarik uang tunai dari pasar keuangan. Proses ini mengurangi jumlah likuiditas yang beredar di sistem keuangan, yang dapat memberatkan aset berisiko.
Selain itu, lingkungan saat ini dikatakan bahkan lebih rentan daripada kejadian serupa sebelumnya. Kondisi likuiditas sudah tegang, kepercayaan investor tetap rapuh, dan modal institusional sebagian besar beralih ke ekuitas dan emas. Pada saat yang sama, volatilitas pasar meningkat, dan harga kripto bereaksi kuat terhadap aliran modal yang relatif kecil. Analis memperingatkan bahwa drainase likuiditas yang dipicu oleh penutupan dapat memperkuat tekanan ini, memicu penurunan yang tidak proporsional pada aset digital.