Dalam beberapa hari terakhir, tampaknya ada sinyal aneh yang terus muncul di Bursa Efek New York. Dalam waktu hanya 6 hari, yang dikenal sebagai Hindenburg Omen telah terdeteksi sebanyak 3 kali. Para analis pasar mulai khawatir bahwa ini mungkin merupakan sinyal bahaya.



Sinyal ini sebenarnya dikembangkan oleh matematikawan Jim Miekka pada tahun 1995 dan dianggap sebagai alat untuk memprediksi penurunan pasar secara mendadak. Nama ini diambil dari kecelakaan terkenal kapal udara pada tahun 1937. Logika dasarnya sederhana, yaitu ketidaksesuaian di mana pasar berada di zona tinggi tetapi pergerakan harga saham individual menjadi tidak konsisten, yang dianggap sebagai pertanda keruntuhan sistemik.

Ada 4 kondisi untuk menentukan sinyal ini. Pertama, rata-rata pergerakan 10 minggu dari indeks NYSE sedang meningkat. Kedua, rasio saham yang mencapai titik tertinggi dan terendah 52 minggu melebihi 2,2%. Ketiga, saham yang mencatat rekor tertinggi tidak lebih dari dua kali lipat dari saham yang mencatat rekor terendah. Keempat, Osilator McClellan berada dalam posisi negatif.

Secara historis, ketika Hindenburg Omen muncul secara berkelompok, biasanya menandakan puncak pasar sedang mendekat. Pada awal tahun 2022, sinyal ini muncul berurutan sebelum puncak pasar saham dan kemudian diikuti oleh pasar bearish yang serius. Namun, ada juga kasus di mana sinyal muncul tetapi tidak berdampak buruk secara nyata, sehingga tidak bisa disimpulkan secara pasti. Bagaimanapun, para investor saham AS perlu memperhatikan pergerakan pasar ke depan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan