Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Pengamatan Internasional Timur Jauh: Indonesia Kembali Menerbitkan Obligasi Berdaulat Denominasi Yuan Renminbi, Tren Diversifikasi Mata Uang Pembiayaan Pasar Berkembang Terlihat Jelas
11 Maret, pemerintah Indonesia baru-baru ini menerbitkan obligasi utama sebesar 4,5 miliar dolar AS di pasar modal internasional, yang terdiri dari obligasi RMB lepas pantai sebesar 9,25 miliar yuan dan obligasi euro sebesar 2,7 miliar euro. Obligasi RMB dengan tenor 3 tahun, 5 tahun, dan 10 tahun masing-masing memiliki tingkat bunga sebesar 2,45%, 2,65%, dan 3,05%, yang secara signifikan lebih rendah dari hasil obligasi pemerintah domestik Indonesia sekitar 6%, serta lebih rendah dari biaya pembiayaan obligasi dolar AS sebesar 4,5% hingga 5,5%, dan obligasi euro sekitar 4% hingga 5%.
Ulasan dari Far East:
Ini adalah kali kedua Indonesia mendorong pembiayaan dalam mata uang RMB di pasar internasional setelah pertama kali menerbitkan obligasi RMB lepas pantai pada Oktober 2025. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia telah memasukkan jalur RMB ke dalam “peralatan” pembiayaan rutin. Bagi Indonesia, penerbitan obligasi RMB lepas pantai menguntungkan dalam mencapai diversifikasi sumber pembiayaan, mengurangi ketergantungan tunggal terhadap pembiayaan dalam dolar AS, dan memperluas basis investor. Selain itu, di tengah tingkat suku bunga rata-rata pasar RMB lepas pantai yang relatif rendah, biaya pembiayaan yang lebih rendah dan selisih margin yang besar ini juga mencerminkan pengakuan pasar terhadap kredibilitas utama negara besar ASEAN ini. Dari sudut pandang makro, langkah Indonesia ini merupakan cerminan dari gelombang pembiayaan RMB yang sedang berlangsung di negara-negara pasar berkembang baru-baru ini, yang semakin memperkuat posisi RMB sebagai mata uang cadangan dan pembiayaan regional, serta mendukung proses internasionalisasi RMB secara lebih mendalam.