Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Tsingshan berusaha membawa aluminium Indonesia ke dalam sistem LME, menandai langkah lain dalam ambisi Indonesia untuk meningkatkan posisinya di pasar logam dasar global
📌 Grup Holding Tsingshan telah mengajukan permohonan agar aluminium dari usaha patungan Hua Chin Aluminium Indonesia-nya diterima sebagai bahan yang dapat dikirimkan di LME. Jika disetujui, ini akan menjadi merek aluminium premium kedua Indonesia di sistem LME setelah Inalum.
🔎 Poin utama adalah skala produksi proyek sekitar 480.000 ton per tahun di Sulawesi, pada saat Indonesia berusaha memperluas rantai nilai logamnya alih-alih bergantung terutama pada ekspor bahan mentah. Bagi Tsingshan, ini juga merupakan perluasan alami setelah membangun posisi nikel yang kuat di Indonesia.
💡 Penerimaan di LME tidak hanya akan memperkuat merek tersebut, tetapi juga membantu aluminium Indonesia lebih mudah berpartisipasi dalam penetapan harga internasional, perdagangan, lindung nilai, dan sistem pengiriman. Ini dapat meningkatkan akses ke pelanggan utama di Eropa, AS, dan pasar yang membutuhkan pasokan standar.
⚠️ Di sisi lain, pasokan biaya rendah dari Indonesia dapat menimbulkan kekhawatiran kelebihan pasokan jangka menengah jika lebih banyak proyek aluminium segera beroperasi. Ini mungkin tidak langsung menekan harga LME, tetapi akan membuat pasar lebih memperhatikan perluasan kapasitas di wilayah tersebut.
✅ Secara keseluruhan, ini positif untuk posisi logam industri Indonesia dan strategi global Tsingshan. Untuk pasar aluminium, isu utama bukan hanya apakah LME menyetujui aplikasi tersebut, tetapi juga seberapa jauh Indonesia dapat menjadi pusat pasokan logam dasar yang baru.
#AluminiumMarket