Saya akhir-akhir ini mendapatkan banyak pertanyaan tentang apakah perdagangan futures halal, dan jujur saja, ini adalah salah satu topik yang paling diperdebatkan dalam keuangan Islam saat ini. Jawaban singkatnya? Kebanyakan perdagangan futures konvensional tidak halal, tetapi izinkan saya jelaskan alasannya.



Pertama, ada masalah riba. Al-Qur'an secara eksplisit mengizinkan perdagangan tetapi melarang riba (bunga), dan di sinilah futures menjadi bermasalah. Ketika trader menggunakan margin untuk memasuki posisi futures, mereka sebenarnya meminjam uang dengan bunga untuk berspekulasi. Itu haram, selesai. Bahkan biaya rollover pada posisi yang diperpanjang berfungsi seperti biaya bunga. Jadi jika perdagangan futures Anda melibatkan bentuk riba apa pun, Anda sudah melanggar.

Lalu ada gharar—ketidakpastian berlebihan. Nabi secara khusus melarang menjual apa yang tidak Anda miliki. Kebanyakan trader futures tidak pernah berniat untuk pengiriman fisik; mereka hanya bertaruh pada pergerakan harga. Itu murni spekulasi, yang para ulama samakan dengan perjudian (maysir). Dewan Fiqh Islam bahkan memutuskan ini pada tahun 1992, menyatakan bahwa kontrak futures standar yang tidak dapat diserahkan dan diselesaikan secara tunai dilarang karena gharar dan kemiripannya dengan perjudian.

Short-selling adalah faktor lain yang menjadi penghalang. Keuangan Islam memerlukan kepemilikan nyata sebelum menjual. Anda tidak bisa menjual sesuatu yang tidak Anda miliki, dan kebanyakan perdagangan futures melibatkan tepat itu. Ini adalah spekulasi berbasis derivatif, yang kembali ke masalah perjudian.

Sekarang, yang menarik adalah: tidak semua ulama sepenuhnya menolak derivatif. Beberapa mengizinkan futures komoditas dengan syarat ketat—jika ada niat nyata untuk pengiriman, tidak ada pembiayaan berbasis bunga, dan kontraknya mengikuti prinsip-prinsip Islam seperti Salam (jual beli di muka) atau Murabaha. Jadi, apakah perdagangan futures halal? Tergantung sepenuhnya pada strukturnya. Futures yang bersifat spekulatif dan diselesaikan secara tunai? Tidak. Futures berbasis margin dengan bunga? Sama sekali tidak. Tetapi jika Anda melihat alternatif Islami seperti kontrak Salam atau lindung nilai berbasis Murabaha, itu bisa sesuai dengan syariah.

Intinya: perdagangan futures konvensional seperti yang dilakukan kebanyakan orang tidak cocok dengan keuangan Islam. Tetapi ada struktur derivatif yang sesuai syariah jika Anda bersedia bekerja dalam batasan tersebut. Cukup konsultasikan dengan ulama Islam yang kompeten sebelum Anda melakukan perdagangan apa pun.

Adapun pasar saat ini, Bitcoin berada di sekitar 78.49K (naik 2.68% hari ini) dan Solana di 84.01 (naik 1.02%). Tapi apakah Anda memperdagangkan ini dengan futures atau spot, pastikan Anda memahami implikasi halal-nya terlebih dahulu.
BTC2,35%
SOL0,78%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan