TEPCO mencatat kerugian bersih sebesar 454,3 miliar yen karena biaya terkait Fukushima membebani, sementara operasi inti terus menunjukkan peningkatan yang jelas


📌 TEPCO melaporkan kerugian bersih sebesar 454,3 miliar yen untuk tahun fiskal yang berakhir pada 31 Maret 2026, sebuah pembalikan tajam dari keuntungan sebesar 161,3 miliar yen setahun sebelumnya. Pendapatan turun sekitar 7,1% menjadi hampir 6,33 triliun yen, sementara perusahaan mempertahankan dividen nol.
🔎 Inti dari masalah ini adalah bahwa kerugian tidak berasal dari operasi pembangkit listrik yang lebih lemah. Laba operasional naik 44% menjadi sekitar 337,7 miliar yen, sementara pendapatan biasa melonjak 64% menjadi sekitar 417,3 miliar yen, menunjukkan bahwa bisnis inti masih pulih.
⚠️ Tekanan utama berasal dari hampir 1 triliun yen biaya luar biasa, sebagian besar terkait dengan persiapan pengangkatan puing bahan bakar nuklir Fukushima dan kompensasi kerusakan nuklir. Ini tetap menjadi beban jangka panjang yang menarik laba bersih TEPCO ke zona merah.
💡 Meskipun kerugian utama besar, hasil sebenarnya masih lebih baik dari kerugian 641 miliar yen yang diperkirakan pada Januari. Itu mungkin melemahkan reaksi pasar, tetapi saham TEPCO masih kemungkinan tetap tertekan oleh kewajiban Fukushima dan volatilitas biaya energi global.
#MarketInsights #EnergySector
Lihat Asli
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan