Belakangan ini memantau perkembangan situasi Amerika-Iran, dan menemukan bahwa dampak konflik ini terhadap pasar global jauh lebih dalam daripada yang terlihat di permukaan. Minggu lalu, Amerika Serikat dan Iran melakukan negosiasi tingkat tertinggi sejak 1979 di Pakistan, tetapi akhirnya gagal, dan pihak AS segera mengumumkan penerapan blokade laut secara menyeluruh terhadap Iran. Hal ini langsung membuat pasar agak kacau.



Harga energi langsung merespons ketegangan pasar. Harga minyak WTI melonjak lebih dari 10% setelah negosiasi gagal, menembus angka 100 dolar. Emas juga turun, menembus di bawah 4700. Bitcoin turun 2,58% ke lebih dari 77K, sementara Ethereum turun lebih besar, mendekati 3%. Jujur saja, dampak geopolitik semacam ini cukup jelas terhadap pasar kripto.

Yang lebih perlu diperhatikan adalah data inflasi AS. CPI bulan Maret naik 0,9% secara bulanan, mencatat kenaikan terbesar sejak Juni 2022, dan harga bensin juga mencapai rekor tertinggi sejak 1967. Meskipun CPI inti hanya naik 0,2% secara bulanan, di bawah ekspektasi, dampak lanjutan dari guncangan energi ini mungkin akan muncul di bulan-bulan berikutnya. Imbal hasil obligasi 10 tahun AS sekitar 4,31%, mencerminkan penilaian pasar terhadap inflasi dan risiko geopolitik.

Data indeks kepercayaan konsumen juga cukup mengkhawatirkan. Survei University of Michigan menunjukkan bahwa indeks kepercayaan konsumen awal April jatuh tajam ke 47,6, mencapai level terendah dalam sejarah, turun 10,7% dari bulan Maret. Ekspektasi harga di masa depan dalam satu tahun diperkirakan akan naik 4,8%, meningkat satu poin persentase dari bulan Maret. Ekspektasi inflasi jangka panjang juga naik dari 3,2% menjadi 3,4%. Apa artinya ini? Konsumen mulai khawatir tentang inflasi yang terus berlanjut.

Yang menarik, performa tiga indeks utama di pasar saham AS tidak terlalu seragam. Dow turun 0,56%, Nasdaq naik 0,35%, dan S&P 500 juga naik 0,35%. Sektor semikonduktor bahkan naik 2,31%. Divergensi ini mencerminkan pasar sedang mencari tempat berlindung—saham teknologi dan saham pertumbuhan masih menarik dana. Kenaikan imbal hasil obligasi 10 tahun AS juga mengindikasikan bahwa pasar menyesuaikan ekspektasi pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.

Saya memperhatikan beberapa tren yang patut diperhatikan. Pertama, militer AS sudah dalam status siaga tinggi, siap melanjutkan aksi militer terhadap Iran. Kedua, Iran memulai rencana pembangunan kembali fasilitas minyak, dengan target mengembalikan 80% kapasitas produksi dalam dua bulan. Ini berarti ketidakpastian di pasar energi mungkin akan bertahan cukup lama. Ketiga, Bank Sentral Jepang sedang mempertimbangkan kenaikan suku bunga untuk mengatasi tekanan inflasi, yang bisa mendorong imbal hasil obligasi 10 tahun AS lebih tinggi lagi.

Dari sisi pasar, guncangan geopolitik ini mengungkapkan kerentanan ekonomi global terhadap rantai pasok energi. IMF sudah menyatakan akan menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global, tergantung berapa lama perang berlangsung dan seberapa cepat pemulihan ekonomi terjadi. Dalam jangka pendek, aset safe haven seperti energi dan emas mungkin masih akan berkinerja baik, tetapi arah pasar kripto tetap bergantung pada likuiditas makro dan sentimen risiko. Jika konflik meningkat, sentimen safe haven akan mendorong imbal hasil obligasi AS lebih tinggi lagi, yang bukan kabar baik untuk pasar saham maupun pasar kripto.
ETH-1,47%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan