Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 30+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
#USMilitaryMaduroBettingScandal
Emas Kehilangan Tenaga, Suku Bunga Tinggi Jadi Penghambat
Prospek harga emas masih dibayangi tarik-menarik antara sentimen geopolitik dan tekanan makroekonomi global. Di tengah ketegangan yang berlanjut di Selat Hormuz, pergerakan harga logam mulia justru cenderung volatil.
Berdasarkan data Bloomberg, harga emas di pasar spot berada di level US$ 4.709,50 per ons troi pada Jumat (24/4/2026), naik 0,33% dari sehari sebelumnya. Namun, dalam sepekan harga emas turun2,57%.
Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo, menjelaskan bahwa kondisi pasar saat ini menghadirkan paradoks bagi emas. Di satu sisi, emas diuntungkan oleh statusnya sebagai safe haven seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
Namun di sisi lain, lonjakan harga energi yang dipicu konflik justru meningkatkan risiko inflasi dan mendorong ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama.
“Lonjakan harga energi menjadi pedang bermata dua. Ini memperkuat narasi suku bunga tinggi, yang pada akhirnya menekan emas,” ujar Sutopo kepada Kontan, Kamis (23/4/2026).
Secara teknikal, pergerakan emas yang mendekati level US$ 4.700 per ons mencerminkan tekanan dari penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang mencapai 4,31%. Kondisi ini membatasi ruang kenaikan emas meskipun premi risiko akibat konflik masih tinggi.
Ke depan, Sutopo melihat harga emas berisiko melanjutkan pelemahan dalam jangka pendek. Hal ini terutama jika tensi geopolitik mereda secara tiba-tiba atau terdapat kemajuan konkret dalam proposal perdamaian Iran.
Selain itu, pasar juga mencermati dinamika kebijakan moneter AS, termasuk isu pencalonan Kevin Warsh di bank sentral AS yang dinilai memberi sinyal independensi dalam menjaga stabilitas moneter.
Jika data ekonomi seperti PMI dan klaim pengangguran AS tetap solid, ekspektasi kenaikan suku bunga akan semakin menguat.
“Secara historis, kenaikan suku bunga menjadi sentimen negatif bagi emas karena meningkatkan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil,” imbuhnya.
Untuk prospek semester I 2026, Sutopo memproyeksikan harga emas akan bergerak dalam rentang konsolidasi yang cukup lebar, yakni US$ 4.500 hingga US$ 4.900 per ons.
Dalam kondisi volatile seperti saat ini, ia menyarankan investor untuk mengedepankan strategi wait and see atau melakukan akumulasi secara bertahap di area support teknikal.
Menurutnya, setelah harga emas terkoreksi sekitar 10% sejak awal konflik, fokus pasar kini mulai bergeser.
“Perhatian investor tidak lagi semata pada eskalasi perang, tetapi juga pada bagaimana kebijakan moneter global merespons inflasi yang cenderung ‘lengket’ akibat krisis energi,” tutup Sutopo.
$XAUUSD