Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Jadi kemarin saya perhatiin ada yang menarik tentang AVAX token unlock yang bakal terjadi. Ternyata Avalanche Foundation akan menerima 1,67 juta AVAX pada 11 Februari—sebenarnya udah lewat beberapa bulan lalu. Tapi yang menarik adalah konteks di balik pembukaan token ini dan apa yang terjadi setelahnya.
Awalnya sih ini dianggap pelepasan yang cukup moderat, hanya 0,32% dari total supply yang beredar. Jadi nggak terlalu besar dibanding tahun-tahun pertama Avalanche. Dengan harga saat ini di $9,37, nilai rilis itu sekitar $15,6 juta—bukan angka yang bikin panik market. Tapi yang perlu diperhatiin adalah bagaimana AVAX token unlock ini berinteraksi dengan momentum ekosistem yang sedang berkembang.
Yang lebih menarik adalah timing-nya. Pembukaan token ini datang bersamaan dengan beberapa development penting. Pertama, ada peluncuran FUSD—stablecoin RWA pertama di Asia yang dibangun di atas blockchain Avalanche. Ini bukan sekadar token biasa, tapi representasi dari institutional capital yang mulai masuk ke ekosistem. Dengan backing dari Fosun Wealth Holdings dan didukung oleh high-liquidity money market funds, FUSD buka pintu untuk integrasi DeFi yang lebih luas.
Terus ada Granite Upgrade di awal 2026 yang fokus pada cross-chain messaging efficiency dan dynamic block timing. Upgrade ini fundamentally meningkatkan scalability jaringan. Jadi sementara ada supply pressure dari AVAX token unlock, di sisi lain ada demand drivers yang signifikan dari RWA adoption dan technical improvements.
Kalau kita lihat on-chain data, pola absorption untuk event-event seperti ini sudah mulai mature. Sebelum unlock, biasanya ada price adjustment yang defensif, tapi ketika token benar-benar masuk market, institutional buying interest atau peningkatan staking participation sering kali menetralisir tekanan itu. Terutama kalau disertai positive network developments seperti yang kita lihat dengan FUSD dan Granite.
Untuk yang tracking supply dynamics, penting untuk lihat apakah token yang dilepaskan itu masuk ke exchange atau malah ke validator nodes. Kalau banyak yang ke validator, itu signal bahwa holders prefer long-term commitment daripada immediate selling.
Secara big picture, AVAX token unlock event ini sebenarnya just one piece dari narrative yang lebih besar. Pertumbuhan jangka panjang Avalanche sekarang lebih tergantung pada RWA sector success, subnet adoption, dan institutional participation. Supply cycles memang penting untuk dimonitor, tapi demand side—khususnya dari real-world utility—yang bakal jadi determinant terbesar untuk price trajectory di tahun 2026 ini.
Jadi kalau ada yang penasaran tentang AVAX, worth to check bagaimana adoption FUSD berkembang dan gimana performance Granite upgrade setelah diluncurin. Itu yang bakal jadi key indicator untuk ekosistem ke depannya.