Baru saja menangkap sesuatu yang menarik dari seorang ekonom di Dai-ichi Life Research Institute yang bisa berpengaruh terhadap prospek kebijakan moneter Jepang.



Hideo Kumano menunjukkan bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah sedang mendorong ekspektasi inflasi secara global, dan ini memiliki efek riak terhadap cara kita harus memikirkan tingkat suku bunga netral Jepang. Argumennya: tingkat netral nominal — yaitu tingkat netral sebenarnya ditambah inflasi yang diharapkan — sebenarnya bisa 0,5 hingga 1,0 poin persentase lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.

Ini penting karena mengubah kalkulasi untuk Bank of Japan. Jika ekspektasi inflasi Jepang benar-benar telah bergeser ke atas akibat tekanan eksternal ini, maka menahan suku bunga terlalu lama akan memberi sinyal yang salah. Kumano secara esensial mengatakan bahwa BOJ harus menyesuaikan target tingkat netral nominalnya untuk mencerminkan realitas baru ini.

Namun, yang menarik perhatian saya adalah — dia memperingatkan bahwa jika BOJ tidak mempertimbangkan perubahan lingkungan ini dan terus memberi sinyal penundaan yang berkepanjangan dalam kenaikan suku bunga, hal itu justru bisa mempercepat depresiasi yen. Itu adalah peringatan langsung tentang implikasi mata uang.

Waktu pelaksanaannya juga patut diperhatikan. Rapat Dewan Kebijakan BOJ akan berlangsung pada 27-28 April, jadi analisis ini muncul tepat sebelum titik keputusan penting. Apakah bank sentral akan mengakui pergeseran inflasi ini dan menyesuaikan sikap kebijakannya sesuai akan menjadi sesuatu yang perlu diamati dengan cermat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan