Selalu merasa hal yang paling disesali adalah tidak belajar bagaimana berinvestasi saat masih muda. Melihat anak muda sekarang mulai memperhatikan hal ini, saya cukup merasa lega.



Berdasarkan beberapa data, meskipun 91% remaja mengatakan ingin berinvestasi di masa depan, yang benar-benar memulai sangat sedikit. Alasan utamanya sangat sederhana—batasan hukum ditambah dengan kesenjangan pengetahuan. Kebanyakan anak di bawah umur tidak bisa membuka akun broker sendiri, ada juga yang merasa investasi terlalu rumit, terlalu memakan waktu, bahkan tidak tahu apakah mereka bisa membeli saham.

Namun sebenarnya, remaja sepenuhnya bisa berinvestasi dalam saham, ETF, dan aset lainnya. Kuncinya adalah menemukan arah yang tepat.

Pertama, bahas beberapa alat investasi inti. Saham adalah pilihan utama, alasannya sangat jelas—pengembalian jangka panjang tertinggi, dan juga mudah dipahami. Kamu membeli sebagian kecil kepemilikan perusahaan, bisa mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan perusahaan. Lebih penting lagi, saham yang bisa menghargai nilai dan membagikan dividen, pengembalian jangka panjangnya bisa berkali lipat. Saya pernah melihat data, selama 25 tahun terakhir, indeks S&P 500 hanya dari kenaikan harga bisa naik 4,5 kali, tapi jika ditambah reinvestasi dividen, bisa naik lebih dari 7 kali. Perbedaan ini sangat besar, bayangkan sendiri.

Selain saham tunggal, reksa dana dan ETF juga sangat cocok untuk pemula. Keduanya secara esensial adalah portofolio yang dikemas, membantu diversifikasi risiko. Reksa dana biasanya dikelola secara aktif oleh manajer profesional, sementara sebagian besar ETF mengikuti indeks secara pasif, biayanya lebih rendah. Saya pribadi lebih cenderung merekomendasikan ETF karena murah dan transparan.

Obligasi, rekening tabungan berpenghasilan tinggi, CD, alat-alat ini memiliki risiko lebih rendah, tetapi juga tidak akan memberikan hasil yang terlalu tinggi. Jika kamu membutuhkan uang segera, ini adalah pilihan yang baik. Tapi jika untuk tabungan jangka panjang, tetap pertimbangkan saham dan reksa dana.

Sekarang, soal akun. Remaja biasanya punya beberapa pilihan: akun bersama (dibuka bersama orang tua), akun wali (orang tua mengontrol tapi bisa ikut ambil keputusan), akun tabungan pendidikan (rencana 529 atau Coverdell). Jika ingin mengelola sendiri sepenuhnya, Fidelity Youth Account adalah salah satu platform yang benar-benar memungkinkan remaja berinvestasi secara mandiri, tapi hanya untuk usia 13 sampai 17 tahun.

Soal cara mulai berinvestasi, banyak platform sudah sangat rendah ambang batasnya. Platform seperti Acorns Early bahkan mengizinkan mulai dari 1 dolar. Kuncinya adalah memilih jenis akun yang tepat, lalu konsisten berinvestasi.

Terakhir, ingin bilang bahwa berinvestasi pada diri sendiri juga sangat penting. Tidak harus selalu menginvestasikan uang keluar. Menghabiskan waktu belajar, meningkatkan keterampilan, bahkan mencoba berwirausaha, semua ini bisa jadi investasi yang lebih berharga daripada membeli saham. Saat muda, kita punya waktu untuk membuat kesalahan, dan waktu untuk pertumbuhan melalui bunga majemuk, ini adalah keuntungan terbesar.

Jika kamu sedang memikirkan bagaimana berinvestasi, saat ini sebenarnya waktu yang tepat. Di Gate juga bisa melihat berbagai tren produk investasi, bisa dipelajari dulu, memahami pasar. Bagaimanapun, belajar berinvestasi saat muda adalah hal yang baik, pasti akan membawa manfaat di masa depan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan