Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Gencatan Senjata AS-Iran Redakan Tekanan Global, Harga Emas Melonjak
NEW YOR. Harga emas dunia melonjak tajam dan menyentuh level tertinggi dalam hampir tiga pekan pada Rabu (8/4/2026), seiring meredanya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata sementara.
Sentimen ini langsung menekan dolar AS dan harga minyak, sekaligus mengangkat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Di pasar spot, harga emas naik 1,6% ke US$ 4.779,19 per ons pada perdagangan pagi waktu AS. Bahkan, dalam sesi yang sama, harga sempat melesat lebih dari 3% dan mencapai level tertinggi sejak 19 Maret.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni menguat 2,6% ke US$4.805,90 per ons.
Kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan yang dimediasi Pakistan menghentikan sementara konflik enam minggu antara AS dan Iran yang sebelumnya mengguncang pasokan energi global.
Meredanya konflik ini membuat harga minyak jatuh di bawah US$100 per barel, sekaligus menurunkan kekhawatiran inflasi.
Analis Marex, Edward Meir, menilai meredanya ketegangan geopolitik memberi ruang bagi penurunan tekanan inflasi dan membuka peluang bagi bank sentral AS untuk memangkas suku bunga.
“Kondisi ini menjadi sentimen positif bagi emas,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa situasi masih rapuh dan sangat bergantung pada proses negosiasi lanjutan. “Pasar bisa saja berbalik jika kesepakatan ini gagal bertahan,” tambahnya.
Selain faktor geopolitik, pelemahan dolar AS terhadap mata uang utama dunia turut mendorong harga emas. Dolar yang lebih lemah membuat emas menjadi lebih murah bagi investor global, sehingga meningkatkan permintaan.
Menariknya, reli kali ini terjadi setelah harga emas sempat turun lebih dari 9% sejak akhir Februari, saat lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi dan menekan ekspektasi penurunan suku bunga.
Pelaku pasar kini menanti risalah rapat bank sentral AS (The Fed) periode 17-18 Maret yang akan dirilis malam ini waktu AS. Pada pertemuan tersebut, The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%.
Selain itu, data inflasi penting seperti indeks harga konsumen (CPI) dan indeks PCE juga akan dirilis dalam waktu dekat dan berpotensi memengaruhi arah pasar.
Kenaikan tidak hanya terjadi pada emas. Harga perak melonjak 4,9% ke US$76,44 per ons, platinum naik 4,9% ke US$2.054,10, dan paladium melesat 9,1% ke US$ 1.603,13 per ons.
Secara keseluruhan, pasar komoditas kini bergerak dalam fase sensitif, di satu sisi ditopang meredanya konflik, namun di sisi lain masih dibayangi ketidakpastian arah kebijakan moneter dan stabilitas geopolitik global.