👀 Sementara perhatian tertuju pada Iran dan minyak, di Jepang mulai muncul masalah serius lainnya, yaitu krisis di pasar obligasi.



Hasil imbal 10-tahun obligasi pemerintah Jepang naik ke level tertinggi sejak 1999.

Di pasar, carry trade sedang memicu bom waktu 💥

Saya jelaskan dengan bahasa sederhana. Selama bertahun-tahun, suku bunga di Jepang sekitar nol. Investor di seluruh dunia meminjam uang dalam yen hampir tanpa biaya dan menginvestasikannya ke aset berpenghasilan tinggi: saham AS, obligasi negara berkembang, dan juga ke kripto.
Menurut perkiraan Morgan Stanley, posisi terbuka tersebut mencapai sekitar 500 miliar dolar.

🇯🇵 Sekarang Bank Jepang bisa kembali menaikkan suku bunga.

Meminjam dalam yen menjadi lebih mahal. Dan posisi-posisi ini mulai ditutup. Ketika mereka ditutup, para investor menjual aset yang mereka investasikan. Saham. Obligasi. Kripto. Ini adalah penutupan carry trade.

🔢 Dan berikut angka-angkanya, teman-teman.

Setiap kali Bank Jepang menaikkan suku bunga, harga bitcoin turun 20–30%.
Juli 2024 — kenaikan hingga 0,25%, bitcoin turun 26% dalam 8 hari. Januari 2025 — kenaikan hingga 0,50%, bitcoin turun 25% dalam 20 hari.

❗️Akhir April bisa menjadi momen kritis bagi pasar.

Yang penting bukan suku bunga itu sendiri, tetapi retorika Bank Sentral Jepang.
Selain itu, akhir April akan ada rapat FOMC dan keputusan suku bunga.
Secara keseluruhan, ini adalah kombinasi yang sangat kuat untuk pasar.

🛢 Dan tambahkan lagi masalah yang sudah dibuat oleh Deddy di pasar minyak, serta risiko kenaikan inflasi global yang baru.
#GateSquareAprilPostingChallenge?
Lihat Asli
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan