Saya punya teman yang sebelum usia 32 tahun belum menikah, hidup penuh kemewahan dan hanya bermain saja. Terlalu asyik dengan klub malam, berkemah, memancing, mendaki gunung, bahkan membeli motor besar dan sering berkeliling pulau dengannya. Setahun sekali juga pergi ke Jepang dan Thailand untuk mandi beberapa kali.



Saya bilang: Kamu sudah 32, tidak bisa terus seperti ini.

Dengan penuh nasihat, saya berusaha membujuknya: Bro, dengarkan aku, jangan buang waktu lagi, cepat menikah.

Kemudian saya memperkenalkannya dengan seorang wanita berusia 29 tahun yang sudah bercerai dan punya satu anak, kondisinya cukup baik dan tidak terlalu menuntut.

Saya juga menyarankan: Lebih baik kamu pinjam uang untuk beli rumah, itu lebih stabil. Dia pun mengajukan kredit rumah selama 30 tahun dan sekaligus membeli mobil domestik yang lebih bagus secara cicilan.

Sekarang sudah menikah, istri juga melahirkan satu anak, hidupnya pun semakin baik, kan?

Sekarang teman saya siang jualan asuransi, malam antar pesanan, akhir pekan jadi pengantar makanan.

Hidupnya semakin penuh harapan, bukan?
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan