Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Peringkat Negara Termiskin di Dunia: Analisis 50 Negara dengan PDB Per Kapita Terendah Tahun 2025
Berdasarkan data statistik ekonomi internasional tahun 2025, masih terdapat ketimpangan perkembangan ekonomi yang signifikan di seluruh dunia. Artikel ini merangkum 50 negara dengan PDB per kapita terendah, di mana Sudan Selatan berada di posisi teratas dengan $251 dolar, menjadi salah satu negara termiskin di dunia. Kesulitan ekonomi negara-negara ini mencerminkan realitas mendalam dari kesenjangan kekayaan global.
Sepuluh negara termiskin: Kesulitan ekonomi di Afrika Sub-Sahara
Sepuluh negara paling miskin sebagian besar terkonsentrasi di Afrika: Sudan Selatan ($251), Yaman ($417), Burundi ($490), Republik Afrika Tengah ($532), Malawi ($580), Madagaskar ($595), Sudan ($625), Mozambik ($663), Republik Demokratik Kongo ($743), dan Niger ($751). Kebanyakan dari daerah termiskin ini mengalami kesulitan ekonomi akibat perang berkepanjangan, perubahan iklim, infrastruktur yang tertinggal, dan kekurangan sumber daya pendidikan. Sudan Selatan, sebagai salah satu negara dengan populasi terendah di Afrika, berada dalam kondisi paling miskin akibat konflik yang berkelanjutan sejak kemerdekaannya pada 2011.
Diversifikasi ekonomi di benua Afrika: dari Chad ke Ghana
Di antara 50 negara termiskin di dunia, sebagian besar adalah negara-negara Afrika. Negara-negara yang tetap miskin meliputi Somalia ($766), Nigeria ($807), Liberia ($908), Sierra Leone ($916), Mali ($936), Gambia ($988), Chad ($991), Rwanda ($1.043), Togo ($1.053), Ethiopia ($1.066), Lesotho ($1.098), Burkina Faso ($1.107), dan Guinea-Bissau ($1.126). Sebaliknya, negara-negara Afrika yang sedikit lebih maju secara ekonomi seperti Ghana ($2.519) dan Kenya ($2.468) masih memiliki PDB per kapita yang jauh di bawah rata-rata global.
Asia dan kawasan Pasifik: Tantangan beragam negara berpenghasilan rendah
Negara-negara berpenghasilan rendah di Asia dan Pasifik menghadapi berbagai hambatan pembangunan. Myanmar ($1.177), Tanzania ($1.280), Zambia ($1.332), Uganda ($1.338), Tajikistan ($1.432), Nepal ($1.458), Timor-Leste ($1.491), Kamboja ($2.870), dan Bangladesh ($2.689) meskipun memiliki populasi besar, pertumbuhan ekonomi mereka lambat. Negara-negara Kepulauan Pasifik seperti Kiribati ($2.414) dan Kepulauan Solomon ($2.379) mengalami kesulitan ekonomi akibat isolasi geografis dan sumber daya yang terbatas. Sebaliknya, India ($2.878), meskipun merupakan negara dengan populasi terbesar kedua di dunia, PDB per kapitanya tetap berada di tahap pendapatan rendah.
Mengapa negara-negara ini menjadi tempat termiskin di dunia: Analisis tantangan struktural
Negara-negara termiskin di dunia umumnya menghadapi berbagai tantangan: ketidakstabilan politik yang menyebabkan berkurangnya investasi, infrastruktur yang sangat tertinggal menghambat pengembangan bisnis, kekurangan sumber daya manusia yang membatasi peningkatan produktivitas, serta bencana alam yang sering terjadi (seperti kekeringan dan banjir) yang merusak ekonomi pertanian. Selain itu, ketergantungan perdagangan yang tinggi namun daya tawar yang rendah membuat negara-negara ini seringkali harus mengekspor bahan mentah dan mengimpor barang jadi dengan harga tinggi, sehingga struktur ekonomi mereka semakin timpang.
Data juga menunjukkan bahwa negara-negara miskin di Afrika sangat padat, sementara negara-negara berpenghasilan rendah di Asia meskipun jumlahnya lebih sedikit, memiliki populasi yang besar. Sebagai wilayah yang kaya sumber daya alam, negara-negara ini sebenarnya memiliki potensi pembangunan, tetapi karena kapasitas pemerintahan yang lemah dan korupsi yang merajalela, kekayaan sumber daya tersebut belum mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat. Perbaikan dalam bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pembangunan institusi merupakan jalur kunci bagi negara-negara ini untuk keluar dari kemiskinan dan mengurangi kesenjangan ekonomi global.