Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Penipu menggunakan penipuan Telegram untuk mencuri kripto; kasus di Hong Kong kehilangan HKD 3,7 juta
Penipuan di telegram adalah salah satu ancaman paling canggih saat ini. Polisi Hong Kong mendokumentasikan sebuah kasus yang menggambarkan dengan baik kreativitas para penjahat: seorang korban dihubungi dalam grup transaksi kripto di aplikasi, di mana seseorang yang berpura-pura menjadi petugas dukungan Bittwatt (BWT) mengirim pesan pribadi meminta “kode verifikasi” untuk “memvalidasi akses ke grup”. Curiga? Korban membagikan kode tersebut. Hasilnya sangat merusak: semua aset virtual di dompet tersebut terkuras, total kerugian melebihi HKD 3,7 juta.
Pola penipuan di telegram semakin canggih
Ini bukan kasus yang terisolasi. Menurut Polisi Hong Kong, pada tahun 2025 tercatat 12.505 kasus penipuan terkait pembelian online, mewakili peningkatan sebesar 8,2% dibandingkan tahun 2024. Di antara semua insiden yang didokumentasikan, kasus yang melibatkan pencurian cryptocurrency melalui telegram menonjol karena kerugian terbesar yang tercatat dalam satu kasus.
Teknik yang digunakan dikenal sebagai “rekayasa sosial”: para penipu mendapatkan kepercayaan dengan berpura-pura menjadi perwakilan layanan yang sah, meminta informasi sensitif yang, setelah dibagikan, memberikan akses penuh ke akun. Telegram, dengan grup publik dan pesan pribadi anonimnya, telah menjadi saluran yang diutamakan untuk jenis serangan ini.
Perlindungan dimulai dengan kecurigaan cerdas
Polisi memperingatkan tentang langkah-langkah penting untuk menghindari jatuh dalam penipuan di telegram dan platform lainnya:
Pertumbuhan kasus penipuan pada tahun 2025 memperkuat kebutuhan mendesak akan kesadaran. Terlepas dari platform mana yang Anda gunakan, prinsipnya tetap sama: kewaspadaan yang skeptis adalah sekutu terbaik Anda melawan penipuan di telegram dan penipuan serupa.