Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Balaji Srinivasan mengomentari Tribalisme Tersembunyi di Balik Prinsip Teknologi dan Politik
Mantan Chief Technology Officer Coinbase dan venture capitalist terkemuka Balaji Srinivasan baru-baru ini mengomentari dinamika kompleks antara kepentingan suku dan prinsip dalam industri teknologi modern. Melalui platform BlockBeats pada akhir Februari, dia menganalisis fenomena menarik yang terjadi di Silicon Valley: bagaimana dua raksasa industri—Starlink dan Anthropic—mengalami perlakuan berbeda dari basis politiknya.
Prinsip Sebagai Kedok Kepentingan Suku
Srinivasan mengomentari kasus spesifik tentang bagaimana Demokrat mendukung layanan Starlink untuk keperluan militer Biden, namun menolak permintaan Pentagon agar Anthropic membuka batasan keamanannya untuk kebutuhan strategis Trump. Fenomena ini menunjukkan pola yang lebih dalam: apa yang sering disebut sebagai “prinsip” dalam diskusi publik sebenarnya merupakan artikulasi dari kepentingan suku yang terselubung.
Perspektif ini mengungkap realitas bahwa dalam ekosistem politiko-teknologi Amerika, pilihan-pilihan yang tampak beretika sesungguhnya didorong oleh kalkulasi keuntungan kolektif kelompok masing-masing. Bukan tentang konsistensi moral, tetapi tentang mana pihak yang memegang kontrol dalam suatu momentum tertentu.
Polarisasi yang Semakin Dalam: Dari Tradisi ke Realitas
Srinivasan menekankan perubahan fundamental dalam budaya Politik Amerika. Secara historis, masyarakat Amerika tidak dikenal karena menekankan identitas suku yang kuat. Namun dekade terakhir telah menyaksikan tingkat polarisasi yang meningkat drastis, memecah konsensus yang dulunya dianggap stabil.
Para pemimpin di industri AI, kata dia, pernah memiliki harapan naif bahwa konsensus teknis akan kembali—bahwa logika dan data akan mengungguli identitas politis. Realitas telah membuktikan sebaliknya. Mereka kini harus berhadapan dengan dialektika kompleks antara jaringan teknologi global dan kepentingan negara-bangsa, suatu tegangan yang tidak dapat diselesaikan dengan inovasi teknis semata.
Kolaborasi Lintas Suku: Memahami Medan Bermain
Dalam analisisnya, Srinivasan memberikan framework praktis untuk beroperasi dalam lanskap ini. Dia mengatakan bahwa kolaborasi dapat terjadi dalam dua skenario: baik di dalam suku yang sama maupun lintas suku yang berbeda. Namun kunci keberhasilannya adalah memahami dengan cermat identitas kelompok mana yang dipegang oleh setiap perusahaan teknologi, dan dengan siapa mereka sedang berinteraksi.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa masing-masing perusahaan boleh mempertahankan prinsip mereka sendiri. Akan tetapi, pemahaman yang realistis tentang dinamika suku adalah penting. Sebab hanya prinsip-prinsip yang mampu menghasilkan kekuatan kolektif bagi komunitasnya seiring waktu berjalan—yang memberikan keuntungan kompetitif nyata—yang dapat bertahan dalam seleksi alam pasar dan politik.
Pengamatan ini mengomentari urgensi bagi Silicon Valley untuk menyebarkan operasinya ke kota-kota entrepreneurial global, mencari ruang di mana logika jaringan dan kepentingan negara dapat dicari titik tekannya tanpa konflik yang fatal.