Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Dari Politify hingga X: Nikita Bier dan Filosofi "Emosi Adalah Uang"
Pada bulan Juni 2025, X (sebelumnya Twitter) menyambut seorang tokoh produk yang dianggap sebagai kunci untuk mengubah platform ini menjadi sebuah ekosistem yang menggabungkan media sosial dan layanan keuangan. Nikita Bier, 36 tahun, bukanlah orang asing dengan ambisi besar. Sebelum bergabung di bawah kendali Elon Musk, ia telah berkali-kali mengubah aplikasi media sosial yang dikembangkannya menjadi fenomena, lalu menjualnya ke perusahaan teknologi raksasa dengan harga puluhan juta dolar. Kehadiran Nikita Bier di X bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari proses seleksi yang cermat—karena Musk membutuhkan seseorang yang benar-benar memahami bagaimana mengubah emosi pengguna menjadi kekuasaan dan kekayaan.
Tahap awal Bier di X menarik perhatian pasar. Dalam waktu enam bulan, ia meluncurkan serangkaian reformasi signifikan: menyesuaikan algoritma untuk meningkatkan konten dari teman dan pengikut, meluncurkan fitur Smart Cashtags yang menampilkan harga saham dan mata uang kripto secara real-time, serta mengubah kebijakan API untuk mencegah aplikasi jenis InfoFi. Langkah-langkah ini, yang tampaknya terpisah-pisah, sebenarnya semuanya mengarah pada satu tujuan utama: mengubah X dari platform media sosial murni menjadi tempat di mana semua transaksi keuangan berlangsung secara alami, tanpa dipaksakan.
Pedagang Dopamin: Perjalanan Menyelami Hakikat Manusia Nikita Bier
Kisah Nikita Bier dimulai dari sebuah ambisi yang sama sekali berbeda—mengubah politik melalui data. Pada tahun 2012, saat masih mahasiswa di Universitas Berkeley, ia mengembangkan aplikasi Politify dengan tujuan membantu pemilih membuat keputusan yang lebih cerdas dengan menampilkan dampak ekonomi nyata dari kebijakan pajak. Aplikasi ini menarik 4 juta pengguna tanpa anggaran pemasaran sama sekali, bahkan pernah menduduki posisi teratas di App Store.
Namun, pelajaran dari Politify tak terlupakan: data dan logika tidak bisa mengalahkan faktor irasional manusia. Seorang pekerja yang tahu bahwa kebijakan pajak tertentu akan menguntungkan secara ekonomi tetap bisa memilih untuk mendukung kandidat lain karena alasan emosional yang mendalam. Menyadari hal ini, Nikita Bier memulai fase percobaan gila-gilaan selama lima tahun, selama itu ia mengembangkan lebih dari selusin aplikasi, setiap kegagalan mengajarinya satu pelajaran tentang hakikat manusia.
Puncaknya terjadi pada tahun 2017 dengan tbh (To Be Honest)—sebuah aplikasi media sosial anonim di mana pengguna memberi suara kepada teman dengan pertanyaan positif seperti “Siapa yang berpotensi menjadi miliarder?” atau “Siapa yang berpotensi menyelamatkan dunia?”. Semua jawaban berupa pujian. Hanya dalam dua bulan, tbh berhasil menggaet 5 juta pengguna, dengan 2,5 juta aktif setiap hari. Pada Oktober 2017, Facebook membelinya dengan harga di bawah 30 juta dolar.
Kesuksesan tbh menandai perubahan total dalam pola pikir Nikita Bier. Ia tidak lagi berusaha meyakinkan pengguna dengan data, melainkan mulai merangsang naluri dasar mereka—keinginan untuk dilihat, diakui, dan dipuji. Dari seorang pengusaha serius, ia berubah menjadi seorang ahli pengaruh emosional yang lihai, yang disebut beberapa orang sebagai “pedagang dopamin”.
Setelah bergabung dengan Facebook, Bier menyaksikan langkah demi langkah bagaimana platform media sosial raksasa beroperasi: bagaimana mereka menggunakan algoritma untuk menciptakan kontroversi, bagaimana menganalisis data untuk memprediksi perilaku, dan bagaimana merancang agar pengguna tetap lama di platform. Pelajaran utama: platform media sosial bukanlah untuk menghubungkan manusia, melainkan untuk menciptakan fluktuasi emosional. Semakin besar fluktuasi emosional, semakin tinggi pendapatan iklan yang didapat.
Pada tahun 2022, Bier bersama tim lamanya meluncurkan Gas—versi upgrade dari tbh dengan fitur berbayar yang memungkinkan pengguna membayar untuk melihat siapa yang memuji mereka. Gas menarik 10 juta pengguna dalam tiga bulan, menghasilkan pendapatan 11 juta dolar, bahkan melampaui TikTok dan menjadi aplikasi paling populer di AS. Pada Januari 2023, Discord membelinya seharga 50 juta dolar. Keberhasilan ini membuktikan sebuah prinsip yang telah ditemukan Bier: keinginan manusia untuk dipuji dapat diubah menjadi uang.
Mengapa Musk Memilih Nikita Bier untuk Membangun Super App?
Ketika Musk membeli Twitter pada Oktober 2022 seharga 44 miliar dolar, ia memiliki visi yang jelas: mengubah platform ini menjadi ekosistem tertutup yang menggabungkan media sosial, pembayaran, investasi, dan perbankan. Namun, untuk mewujudkan ambisi ini, Musk harus menyelesaikan sebuah masalah utama yang tidak bisa diselesaikan oleh teknologi maupun uang: bagaimana menghapus batas psikologis pengguna, sehingga mereka secara alami melakukan transaksi keuangan saat berselancar di media sosial?
Inilah bidang keahlian Nikita Bier. Hubungan mereka dimulai dari sebuah langkah berani. Ketika Musk mengumumkan pembelian Twitter, Bier mengirim cuitan: “Hire me to run Twitter as VP of Product” (@elonmusk HIRE ME TO RUN TWITTER AS VP OF PRODUCT). Tidak ada respons, tetapi Bier tidak menyerah. Selama tiga tahun berikutnya, ia terus memposting di platform tersebut, berbagi pemikiran mendalam tentang pengembangan produk, psikologi pengguna, dan media sosial. Perlahan, tulisan-tulisannya mengumpulkan pengaruh besar, hingga akhirnya Musk menyadari bahwa Bier memahami produk dan manusia secara mendalam.
Dalam masa persiapan bergabung dengan X, Bier menjadi penasihat untuk Solana Foundation, di mana ia bertanggung jawab atas strategi mobile. Pengalaman ini memberinya wawasan tentang bagaimana mata uang kripto menyebar secara eksponensial berkat media sosial, dan dari situ ia memahami bahwa pengaruh adalah sebuah aset keuangan yang dapat dinilai dan diperdagangkan.
Musk memilih Bier karena menurut prinsip dasar pemikirannya, inti dari keuangan bukanlah teknologi, melainkan kepercayaan dan emosi. Nikita Bier adalah seorang ahli yang tepat dalam mengendalikan leverage emosional ini.
Emosi Sebagai Alat: Filosofi Baru tentang Kekuasaan, Pengaruh, dan Kekayaan
Dalam dekade terakhir, kita menyaksikan sebuah transformasi mendalam. Media sosial bukan lagi tentang “menghubungkan manusia” melainkan tentang “menciptakan emosi”. Ekonomi yang dulunya berfokus pada “konten adalah raja” kini beralih ke “emosi adalah raja”. Distribusi kekayaan tidak lagi mengikuti prinsip “modal adalah raja” melainkan “pengaruh adalah raja”.
Karier Nikita Bier adalah bukti paling nyata dari perubahan ini. Ia memulai dengan niat mengubah dunia melalui rasio, tetapi akhirnya menjadi seorang ahli dalam memanfaatkan nuansa emosi manusia. Perubahan ini bukan pilihan pribadi, melainkan sebuah keharusan zaman.
Di era di mana informasi berlebihan, rasio bergeser ke emosi, logika berganti intuisi. Siapa yang mampu menciptakan emosi akan menarik perhatian; yang menarik perhatian akan menciptakan pengaruh; dan yang menciptakan pengaruh akan memperoleh kekayaan. Inilah era baru, yang didorong oleh emosi, di mana pengaruh adalah uang.
Dalam dunia ini, setiap like, komentar, dan share kita dikumpulkan, dianalisis, dan diperbesar. Perhatian, emosi, dan pengaruh kita diubah menjadi likuiditas, kekayaan, dan kekuasaan. Emosi adalah senjata paling kuat—tapi juga racun paling berbahaya. Dan Nikita Bier adalah salah satu pengendali emosi yang paling mahir.