Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Sam Altman dihadapkan pada paradoks kreativitas buatan
Kemajuan luar biasa dalam kecerdasan buatan menimbulkan pertanyaan yang mengganggu bagi salah satu arsitek utamanya: apakah kreativitas manusia dapat bersaing dengan sistem yang ditawarkannya? Sam Altman, kepala OpenAI, baru-baru ini berbagi momen keraguannya sendiri setelah membandingkan konsep-konsepnya dengan kemampuan Codex AI. Pengakuan ini, dilaporkan oleh NS3.AI, mengungkapkan ketegangan mendasar di inti perdebatan teknologi kontemporer.
Kesadaran tidak nyaman tentang Codex AI
Demonstrasi kemampuan Codex AI menyebabkan Sam Altman merasa tidak nyaman secara profesional. Sistem AI ini menampilkan solusi pemrograman dan ide fitur yang melampaui usulannya sendiri. Pengalaman pribadi ini menggambarkan bagaimana kecerdasan buatan mulai beroperasi di bidang yang sebelumnya hanya dikuasai oleh kecerdikan manusia. Jauh dari sekadar anekdot, momen ini mengungkapkan pertanyaan internal yang dihadapi bahkan oleh pencipta model AI paling canggih sekalipun.
Kekhawatiran yang sah tentang otomatisasi
Pengakuan Sam Altman memicu reaksi keras di platform X, di mana pengguna menyatakan kekhawatiran mereka terhadap meningkatnya otomatisasi. Kekhawatiran utama berkisar pada dua isu besar: kemungkinan penghapusan secara bertahap pekerjaan di sektor teknologi dan percepatan usangnya model AI lama seperti GPT-4o. Kekhawatiran ini bukanlah hal yang sepele, melainkan mencerminkan kekhawatiran kolektif terhadap kecepatan transformasi eksponensial yang dipicu oleh AI.
Perdebatan yang tidak bisa diabaikan industri teknologi
Meskipun ada reaksi negatif ini, beberapa pemimpin teknologi mengadopsi posisi yang lebih berimbang. Mereka mengakui legitimasi emosi yang diungkapkan oleh Sam Altman, melihat keraguan ini sebagai bentuk kejujuran intelektual terhadap implikasi kompleks dari AI. Konvergensi pandangan ini menunjukkan bahwa industri teknologi, jauh dari menolak tantangan yang ditimbulkan inovasinya, mulai membuka dialog jujur tentang masa depan pekerjaan kreatif dan intelektual. Pemikiran Sam Altman menjadi katalisator untuk diskusi yang lebih luas tentang bagaimana sistem AI akan mengubah hakikat kreativitas dan produktivitas manusia.