#CryptoMarketsDipSlightly 🚀1. Pasar Minyak: Faktor "Selat Hormuz"


Minyak mentah memang telah melonjak. Minyak Brent telah naik sekitar 17% sejak awal konflik, diperdagangkan di atas $85 per barel. Pendorong utama bukan hanya serangan itu sendiri, tetapi penghentian lalu lintas yang efektif melalui Selat Hormuz, yang mengelola sekitar 20% dari minyak dan LNG dunia.
2. Pasar Saham: Divergensi Regional
Sementara ekuitas global bergejolak, dampaknya tidak merata:
Asia: Pasar di negara-negara pengimpor energi paling terpukul. Misalnya, KOSPI Korea Selatan baru-baru ini mengalami salah satu penurunan terbesar dalam satu sesi dalam sejarah.
Wall Street: S&P 500 menunjukkan ketahanan yang mengejutkan, turun kurang dari 1% di minggu pertama Maret, meskipun sektor pertahanan dan energi mengungguli.
3. Aset Safe-Haven: Perjalanan Sejarah Emas
Catatan Anda tentang emas sangat tepat. Harga logam mulia telah melonjak tajam, dengan beberapa analis di J.P. Morgan memperkirakan emas akan mendekati $5.000/oz pada akhir 2026 jika konflik tetap berkepanjangan. Dolar AS juga menarik permintaan safe-haven yang kuat, meskipun ini menciptakan "pedang bermata dua" bagi pasar negara berkembang.
4. Risiko Ekonomi yang Lebih Luas
Retorika "penyerahan tanpa syarat" yang saat ini datang dari Gedung Putih menunjukkan bahwa ini mungkin bukan lonjakan sementara. Investor kini memperhitungkan inflasi yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama, yang menyebabkan banyak dari mereka mengurangi ekspektasi pemotongan suku bunga Federal Reserve di tahun 2026.
Lihat Asli
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Berisi konten yang dihasilkan AI
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan