Banyak pemain pasar yang mengenal alat Fibonacci melalui popularitas rasio emas, tetapi Fibonacci extension sering kali diabaikan secara tidak adil karena banyak orang belum tahu bahwa alat ini dapat membantu menemukan target keuntungan dengan akurasi lebih dari 3 kali lipat dibandingkan Retracement. Artikel ini akan membantu Anda memahami Fibonacci extension secara mendalam, mulai dari pengertian, cara perhitungan, hingga penerapannya dalam situasi trading nyata.
Mengenal Fibonacci: Angka Ajaib yang Tersembunyi di Pasar
Sebelum memahami Fibonacci extension, kita harus mulai dari dasar Fibonacci. Fibonacci adalah deret angka yang saling terkait: 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144…
Cara pembuatannya sangat sederhana: jumlahkan angka sebelumnya untuk mendapatkan angka berikutnya, misalnya 1+1=2, 1+2=3, 2+3=5.
Keajaibannya adalah ketika Anda membagi angka Fibonacci satu dengan lainnya, hasilnya selalu konstan:
34 ÷ 55 = 0.618
55 ÷ 34 = 1.618
233 ÷ 610 = 0.382
Angka-angka ini dikenal sebagai Rasio Emas (Golden Ratio) yang muncul di alam, mulai dari spiral kerang hingga susunan bunga matahari. Karena rasio ini tertanam dalam pikiran manusia sebagai simbol keindahan, trader di seluruh dunia percaya bahwa pasar mengikuti pola yang sama.
Perbedaan Antara 5 Alat Fibonacci yang Perlu Diketahui
Fibonacci memiliki berbagai bentuk yang dirancang untuk tujuan berbeda:
1. Fibonacci Retracement: Menemukan Titik Masuk Saat Koreksi
Retracement membantu Anda menemukan titik di mana harga kemungkinan akan berhenti saat melakukan koreksi (Pullback). Dengan membagi jarak antara titik tertinggi dan terendah berdasarkan rasio Fibonacci, Anda mendapatkan level support dan resistance di 23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, 100%.
Cara pakai: Gambarlah garis dari titik terendah ke tertinggi, sistem akan menampilkan garis horizontal di level-level tersebut yang bisa digunakan sebagai titik masuk posisi.
2. Fibonacci Extension: Menemukan Target Saat Harga Breakout
Jika trader tahu bahwa pola harga akan melakukan koreksi di level tertentu dari Fibonacci retracement, mereka menunggu breakout (penembusan). Di sinilah Fibonacci extension berperan, membantu mengukur jarak pergerakan harga setelah breakout.
Extension memperluas pengukuran di luar range awal dan menunjukkan target di 113.6%, 127.2%, 141.4%, 161.8%, 200%, 261.8%.
Ini adalah bagian yang sering terlewatkan—kemampuan beralih dari mengamankan profit dengan Retracement ke memperkirakan potensi keuntungan besar dengan Extension, sehingga rasio risiko-untung menjadi jauh lebih baik.
3. Fibonacci Projection: Memprediksi Koreksi dan Perpanjangan Sekaligus
Projection menggabungkan Retracement dan Extension. Anda cukup menghubungkan 3 titik (swing high → swing low → swing high untuk tren naik), dan alat ini akan menunjukkan level koreksi yang diharapkan serta target di masa depan.
4. Fibonacci Timezone: Menebak Waktu Perubahan Harga
Alih-alih mengukur harga, Timezone menggunakan sumbu waktu dengan garis vertikal di angka Fibonacci 13, 21, 34, 55, 89, 144… untuk memperkirakan kapan pergerakan besar kemungkinan terjadi.
Fan menggunakan baik sumbu waktu (x) dan harga (y) secara bersamaan, menghasilkan garis miring yang berfungsi sebagai support dan resistance dinamis saat harga bergerak mengikuti waktu.
Cara Menghitung Fibonacci Extension dengan Akurat
Rumus Fibonacci extension cukup sederhana:
Target perpanjangan = (Harga koreksi - Harga awal) × Rasio Fibonacci + Harga koreksi
Contoh:
AUD/USD dari titik rendah 0.6500 ke titik tinggi 0.6800
Setelah koreksi ke 0.6650
Breakout dari 0.6800
Menghitung target 161.8%:
Jarak breakout = 0.6800 - 0.6650 = 0.0150
Target = 0.6800 + (0.0150 × 1.618) ≈ 0.6843
Biasanya, platform grafik akan otomatis menghitung ini, Anda cukup menarik garis dari 3 titik.
3 Situasi Trading Terbaik Menggunakan Fibonacci Extension
Situasi 1: Tren Kuat Naik (Strong Uptrend)
Kapan: Harga membentuk higher high, koreksi kecil, lalu menembus high sebelumnya.
Langkah:
Identifikasi tren naik (higher lows)
Tarik Fibonacci dari swing low ke swing high
Tarik lagi dari swing high ke swing low saat koreksi
Setelah harga menembus high sebelumnya, gunakan extension
Target utama: 113.6%, 161.8%, 261.8%
Contoh AUD/USD (15 menit):
Swing Low = 0.6500
Swing High = 0.6800
Koreksi ke 0.6650
Breakout di atas 0.6800
Target 161.8% ≈ 0.6843 (keuntungan sekitar 43 pips)
Situasi 2: Pasar Sideways yang Akan Breakout
Kapan: Harga bergerak dalam range, lalu tiba-tiba menembus ke atas.
Langkah:
Tentukan range support dan resistance
Tarik Fibonacci retracement untuk level support
Saat harga keluar dari range, tarik extension untuk target berikutnya
Catatan: Statistik menunjukkan 70% breakout akan kembali ke range, tapi 30% benar-benar berlanjut, dan di sinilah Fibonacci extension membantu mengidentifikasi target.
Situasi 3: Setelah Pola Pembalikan (Reversal Pattern)
Kapan: Harga membentuk pola pembalikan seperti Double Bottom, Inverse H&S, lalu menembus neckline.
Langkah:
Konfirmasi pola
Tarik Fibonacci dari titik rendah ke titik rebound
Tarik extension dari titik rendah ke tinggi pola
Target utama: 161.8%
Fibonacci Extension vs Retracement: Pilihan untuk Situasi Berbeda
Kriteria
Fibonacci Retracement
Fibonacci Extension
Tujuan
Menemukan titik masuk saat koreksi
Menemukan target keuntungan setelah breakout
Saat cocok
Saat pasar koreksi dalam tren utama
Saat pasar breakout dari level resistance
Level penting
23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%
113.6%, 161.8%, 261.8%
Risiko
False breakout bisa menyesatkan
Target bisa tidak tercapai jika pasar berbalik
Rasio risk/reward
Biasanya 1:1.5
Bisa 1:2.5 sampai 1:4
Meningkatkan Akurasi: Kombinasikan Fibonacci Extension dengan Alat Lain
1. Extension + EMA (Exponential Moving Average)
Pasang EMA(50) untuk tren utama
Setelah breakout, gunakan extension
Aturan emas: jual saat harga mencapai extension jika harga masih di atas EMA dan EMA sedang naik
Akurasi meningkat sekitar 25% dibandingkan hanya pakai extension saja.
2. Extension + RSI (Relative Strength Index)
Perhatikan RSI, cari kondisi overbought (>70)
Tarik extension
Sinyal jual: saat harga mencapai extension 161.8% dan RSI menunjukkan divergence (harga naik, RSI turun)
Ini adalah sinyal jual paling andal dari Fibonacci.
3. Extension + Pola Reversal Price Action
Tarik extension
Perhatikan pola candlestick seperti Doji, Pin Bar, Engulfing di dekat level extension
Sinyal jual: pola pembalikan muncul setelah harga mencapai level extension
Contoh nyata: AUD/JPY (15 menit)
Breakout di 82.50
Target 161.8% = 83.15
RSI overbought (>70)
Candlestick reversal muncul
Jual di 83.10-83.20, lalu turun 30-40 pips
Kelebihan dan Keterbatasan Fibonacci Extension
Kelebihan:
Mudah digunakan setelah paham
Banyak diajarkan di lembaga keuangan global
Gratis, tersedia di semua platform charting
Rasio risiko-untung lebih baik dari moving average atau support/resistance tradisional
Keterbatasan:
Bukan prediksi pasti: harga tidak harus mencapai target extension
Tergantung pada penggambaran garis: salah menarik garis akan hasil yang salah
False breakout: sering terjadi, perlu stop loss ketat
Tidak 100% akurat: meski 161.8% penting, harga bisa berhenti di 127.2% atau berbalik
Solusi: Jangan pakai Fibonacci extension sendirian, kombinasikan dengan indikator konfirmasi seperti EMA, RSI, divergence, atau pola price action.
FAQ: Pertanyaan Umum
Q: Apa bedanya Fibonacci extension dan retracement?
A: Retracement menunjukkan seberapa besar koreksi harga (persentase), sedangkan extension memperkirakan seberapa jauh harga akan bergerak setelah breakout.
Retracement dari 0-100%, extension bisa sampai 200% atau lebih.
Q: Level extension mana yang sebaiknya diambil untuk target profit?
A: Tergantung timeframe dan gaya trading:
Scalper: 113.6%
Swing trader: 161.8%
Position trader: 261.8%
Sering kali harga menembus 161.8% dan berlanjut, jadi bisa ambil sebagian di 161.8% dan sisanya di 261.8% dengan stop loss di level 127.2%.
Q: Pasangan mata uang apa yang cocok pakai Fibonacci extension?
A: Semua pasangan, dari major (EUR/USD, GBP/USD), minor (AUD/USD, NZD/USD), hingga crypto.
Namun, volatilitas berbeda:
Volatilitas tinggi (GBP/JPY): pakai extension lebih lebar, 261.8% cocok
Volatilitas rendah (EUR/USD): pakai standar 161.8%
Q: Di mana sebaiknya pasang stop loss saat pakai Fibonacci extension?
A:
Konservatif: di atas level retracement 61.8%
Lebih agresif: di atas titik tertinggi pola atau swing high terakhir
Kesimpulan: Jadikan Fibonacci Extension Senjata Rahasia Anda
Fibonacci extension adalah alat yang sangat powerful untuk menentukan target profit secara akurat. Sementara Fibonacci retracement tetap andalan untuk titik masuk, extension membantu meningkatkan rasio risiko-untung secara signifikan.
Langkah awal:
Buka grafik 15 menit pasangan mata uang pilihan
Temukan pola pullback dan breakout
Tarik Fibonacci retracement untuk entry
Tarik Fibonacci extension untuk target
Ambil sebagian profit di 161.8%, lalu gunakan stop loss untuk melindungi keuntungan
Tunggu konfirmasi dari indikator lain (RSI, divergence) sebelum memperpanjang target ke 261.8%
Ingat: Tidak ada alat yang 100% akurat. Fibonacci extension hanyalah salah satu dari banyak alat, tetapi dengan penggunaannya yang tepat, dapat meningkatkan peluang Anda mendapatkan keuntungan konsisten. Cobalah di berbagai timeframe, catat hasilnya, dan sesuaikan dengan gaya trading Anda. Alat ini akan menjadi salah satu senjata terkuat dalam pencarian profit Anda.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apa itu Fibonacci Extension: Alat yang kuat untuk menentukan target harga dalam trading risiko rendah
Banyak pemain pasar yang mengenal alat Fibonacci melalui popularitas rasio emas, tetapi Fibonacci extension sering kali diabaikan secara tidak adil karena banyak orang belum tahu bahwa alat ini dapat membantu menemukan target keuntungan dengan akurasi lebih dari 3 kali lipat dibandingkan Retracement. Artikel ini akan membantu Anda memahami Fibonacci extension secara mendalam, mulai dari pengertian, cara perhitungan, hingga penerapannya dalam situasi trading nyata.
Mengenal Fibonacci: Angka Ajaib yang Tersembunyi di Pasar
Sebelum memahami Fibonacci extension, kita harus mulai dari dasar Fibonacci. Fibonacci adalah deret angka yang saling terkait: 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144…
Cara pembuatannya sangat sederhana: jumlahkan angka sebelumnya untuk mendapatkan angka berikutnya, misalnya 1+1=2, 1+2=3, 2+3=5.
Keajaibannya adalah ketika Anda membagi angka Fibonacci satu dengan lainnya, hasilnya selalu konstan:
Angka-angka ini dikenal sebagai Rasio Emas (Golden Ratio) yang muncul di alam, mulai dari spiral kerang hingga susunan bunga matahari. Karena rasio ini tertanam dalam pikiran manusia sebagai simbol keindahan, trader di seluruh dunia percaya bahwa pasar mengikuti pola yang sama.
Perbedaan Antara 5 Alat Fibonacci yang Perlu Diketahui
Fibonacci memiliki berbagai bentuk yang dirancang untuk tujuan berbeda:
1. Fibonacci Retracement: Menemukan Titik Masuk Saat Koreksi
Retracement membantu Anda menemukan titik di mana harga kemungkinan akan berhenti saat melakukan koreksi (Pullback). Dengan membagi jarak antara titik tertinggi dan terendah berdasarkan rasio Fibonacci, Anda mendapatkan level support dan resistance di 23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, 100%.
Cara pakai: Gambarlah garis dari titik terendah ke tertinggi, sistem akan menampilkan garis horizontal di level-level tersebut yang bisa digunakan sebagai titik masuk posisi.
2. Fibonacci Extension: Menemukan Target Saat Harga Breakout
Jika trader tahu bahwa pola harga akan melakukan koreksi di level tertentu dari Fibonacci retracement, mereka menunggu breakout (penembusan). Di sinilah Fibonacci extension berperan, membantu mengukur jarak pergerakan harga setelah breakout.
Extension memperluas pengukuran di luar range awal dan menunjukkan target di 113.6%, 127.2%, 141.4%, 161.8%, 200%, 261.8%.
Ini adalah bagian yang sering terlewatkan—kemampuan beralih dari mengamankan profit dengan Retracement ke memperkirakan potensi keuntungan besar dengan Extension, sehingga rasio risiko-untung menjadi jauh lebih baik.
3. Fibonacci Projection: Memprediksi Koreksi dan Perpanjangan Sekaligus
Projection menggabungkan Retracement dan Extension. Anda cukup menghubungkan 3 titik (swing high → swing low → swing high untuk tren naik), dan alat ini akan menunjukkan level koreksi yang diharapkan serta target di masa depan.
4. Fibonacci Timezone: Menebak Waktu Perubahan Harga
Alih-alih mengukur harga, Timezone menggunakan sumbu waktu dengan garis vertikal di angka Fibonacci 13, 21, 34, 55, 89, 144… untuk memperkirakan kapan pergerakan besar kemungkinan terjadi.
5. Fibonacci Fan: Menggabungkan Support/Resistance Dinamis
Fan menggunakan baik sumbu waktu (x) dan harga (y) secara bersamaan, menghasilkan garis miring yang berfungsi sebagai support dan resistance dinamis saat harga bergerak mengikuti waktu.
Cara Menghitung Fibonacci Extension dengan Akurat
Rumus Fibonacci extension cukup sederhana:
Target perpanjangan = (Harga koreksi - Harga awal) × Rasio Fibonacci + Harga koreksi
Contoh:
Menghitung target 161.8%:
Biasanya, platform grafik akan otomatis menghitung ini, Anda cukup menarik garis dari 3 titik.
3 Situasi Trading Terbaik Menggunakan Fibonacci Extension
Situasi 1: Tren Kuat Naik (Strong Uptrend)
Kapan: Harga membentuk higher high, koreksi kecil, lalu menembus high sebelumnya.
Langkah:
Contoh AUD/USD (15 menit):
Situasi 2: Pasar Sideways yang Akan Breakout
Kapan: Harga bergerak dalam range, lalu tiba-tiba menembus ke atas.
Langkah:
Catatan: Statistik menunjukkan 70% breakout akan kembali ke range, tapi 30% benar-benar berlanjut, dan di sinilah Fibonacci extension membantu mengidentifikasi target.
Situasi 3: Setelah Pola Pembalikan (Reversal Pattern)
Kapan: Harga membentuk pola pembalikan seperti Double Bottom, Inverse H&S, lalu menembus neckline.
Langkah:
Fibonacci Extension vs Retracement: Pilihan untuk Situasi Berbeda
Meningkatkan Akurasi: Kombinasikan Fibonacci Extension dengan Alat Lain
1. Extension + EMA (Exponential Moving Average)
Akurasi meningkat sekitar 25% dibandingkan hanya pakai extension saja.
2. Extension + RSI (Relative Strength Index)
Ini adalah sinyal jual paling andal dari Fibonacci.
3. Extension + Pola Reversal Price Action
Contoh nyata: AUD/JPY (15 menit)
Kelebihan dan Keterbatasan Fibonacci Extension
Kelebihan:
Keterbatasan:
Solusi: Jangan pakai Fibonacci extension sendirian, kombinasikan dengan indikator konfirmasi seperti EMA, RSI, divergence, atau pola price action.
FAQ: Pertanyaan Umum
Q: Apa bedanya Fibonacci extension dan retracement?
A: Retracement menunjukkan seberapa besar koreksi harga (persentase), sedangkan extension memperkirakan seberapa jauh harga akan bergerak setelah breakout.
Retracement dari 0-100%, extension bisa sampai 200% atau lebih.
Q: Level extension mana yang sebaiknya diambil untuk target profit?
A: Tergantung timeframe dan gaya trading:
Sering kali harga menembus 161.8% dan berlanjut, jadi bisa ambil sebagian di 161.8% dan sisanya di 261.8% dengan stop loss di level 127.2%.
Q: Pasangan mata uang apa yang cocok pakai Fibonacci extension?
A: Semua pasangan, dari major (EUR/USD, GBP/USD), minor (AUD/USD, NZD/USD), hingga crypto.
Namun, volatilitas berbeda:
Q: Di mana sebaiknya pasang stop loss saat pakai Fibonacci extension?
A:
Kesimpulan: Jadikan Fibonacci Extension Senjata Rahasia Anda
Fibonacci extension adalah alat yang sangat powerful untuk menentukan target profit secara akurat. Sementara Fibonacci retracement tetap andalan untuk titik masuk, extension membantu meningkatkan rasio risiko-untung secara signifikan.
Langkah awal:
Ingat: Tidak ada alat yang 100% akurat. Fibonacci extension hanyalah salah satu dari banyak alat, tetapi dengan penggunaannya yang tepat, dapat meningkatkan peluang Anda mendapatkan keuntungan konsisten. Cobalah di berbagai timeframe, catat hasilnya, dan sesuaikan dengan gaya trading Anda. Alat ini akan menjadi salah satu senjata terkuat dalam pencarian profit Anda.