Judul: Waktu Terbaik untuk Masuk ke Pasar Adalah Kemarin. Waktu Terbaik Kedua adalah Sekarang. Salah satu frasa paling berbahaya dalam berinvestasi adalah: "Saya menunggu penurunan harga." Terdengar logis. Kita semua ingin membeli saat harga rendah dan menjual saat harga tinggi. Tapi dalam praktiknya, mencoba "mengatur waktu pasar" biasanya adalah resep untuk melewatkan peluang. Berikut adalah kenyataan pahitnya: Anda tidak bisa memprediksi bawahnya. Anda tidak bisa memprediksi puncaknya. Dan para ahli di TV juga tidak bisa. Mengapa menunggu justru merugikan Anda: Data secara konsisten menunjukkan bahwa sebagian besar keuntungan pasar saham berasal dari beberapa hari terbaik. Jika Anda duduk di pinggir lapangan menunggu koreksi yang "sempurna", Anda berisiko melewatkan hari-hari reli besar yang mendorong pertumbuhan jangka panjang. Solusinya? Rata-rata biaya dolar (DCA). Alih-alih menginvestasikan sejumlah besar uang secara acak atau takut menunggu keruntuhan, coba ini: 1. Investasikan jumlah tetap setiap bulan/minggu. 2. Otomatiskan agar Anda bahkan tidak perlu memikirkannya. 3. Abaikan berita utama. Ketika pasar turun, uang Anda membeli lebih banyak saham. Ketika naik, saham Anda yang ada menjadi bernilai lebih. Ini menghilangkan beban emosional dari mencoba menjadi jenius. Berhenti bertanya "Kapan waktu terbaik?" dan mulailah fokus pada "Berapa lama saya bisa tetap berinvestasi?" Karena di pasar, waktu di pasar mengalahkan mengatur waktu pasar. Setiap. Waktu.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
# Kapan Waktu Terbaik untuk Masuk ke Pasar
Judul: Waktu Terbaik untuk Masuk ke Pasar Adalah
Kemarin. Waktu Terbaik Kedua adalah Sekarang.
Salah satu frasa paling berbahaya dalam berinvestasi adalah: "Saya
menunggu penurunan harga."
Terdengar logis. Kita semua ingin membeli saat harga rendah dan menjual
saat harga tinggi. Tapi dalam praktiknya, mencoba "mengatur waktu pasar" biasanya adalah
resep untuk melewatkan peluang. Berikut adalah kenyataan pahitnya: Anda tidak bisa memprediksi
bawahnya. Anda tidak bisa memprediksi puncaknya. Dan para ahli di TV juga tidak bisa.
Mengapa menunggu justru merugikan Anda: Data
secara konsisten menunjukkan bahwa sebagian besar keuntungan pasar saham berasal dari beberapa hari terbaik.
Jika Anda duduk di pinggir lapangan menunggu koreksi yang "sempurna", Anda berisiko melewatkan hari-hari reli besar yang
mendorong pertumbuhan jangka panjang.
Solusinya? Rata-rata biaya dolar (DCA).
Alih-alih menginvestasikan sejumlah besar uang secara acak atau takut menunggu
keruntuhan, coba ini:
1. Investasikan
jumlah tetap setiap bulan/minggu.
2. Otomatiskan
agar Anda bahkan tidak perlu memikirkannya.
3. Abaikan
berita utama.
Ketika pasar turun, uang Anda membeli lebih banyak saham.
Ketika naik, saham Anda yang ada menjadi bernilai lebih. Ini menghilangkan beban emosional dari mencoba menjadi jenius.
Berhenti bertanya "Kapan waktu terbaik?" dan
mulailah fokus pada "Berapa lama saya bisa tetap berinvestasi?" Karena di pasar, waktu di pasar mengalahkan mengatur waktu pasar. Setiap. Waktu.