Pasar saham India melakukan pemulihan pada hari Senin setelah penjualan tajam selama perdagangan akhir pekan, saat investor menilai kembali posisi mereka setelah pengumuman pemerintah untuk memberlakukan pajak yang lebih tinggi pada perdagangan derivatif ekuitas. Indeks benchmark BSE Sensex naik 450 poin, menguat 0,6 persen menjadi 81.175, membalikkan penurunan tajam 2 persen pada hari Minggu. Indeks NSE Nifty yang lebih luas naik 47 poin, atau 0,2 persen, menjadi 24.872. Pergerakan pasar ini bertepatan dengan meredanya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran, yang membantu menurunkan harga energi lebih dari 3 persen.
Usulan Anggaran Memicu Kekhawatiran Pasar Meski Pulih
Penurunan tajam akhir pekan mencerminkan kekhawatiran kuat dari investor setelah adanya kekecewaan terhadap usulan Anggaran Tahun Anggaran 2026-27 yang meningkatkan pajak atas derivatif ekuitas. Meski rebound hari Senin menunjukkan adanya stabilisasi, pelaku pasar tetap berhati-hati terhadap implikasi jangka panjang dari kenaikan pajak terhadap aktivitas perdagangan dan likuiditas pasar.
Kinerja Saham Selektif Mencerminkan Kekhawatiran tentang Laba
Performa berbagai sekuritas menunjukkan gambaran yang beragam. Adani Green Energy melonjak 4 persen setelah klarifikasi terkait masalah litigasi sipil yang melibatkan Securities and Exchange Commission AS. Larsen & Toubro, Asian Paints, dan Adani Ports masing-masing mencatat kenaikan sekitar 3 persen. Namun, beberapa saham kapitalisasi besar menghadapi hambatan menjelang pengumuman laba. Hyundai Motor turun lebih dari 2 persen, sementara Tata Chemicals turun 2,5 persen, Bajaj Housing Finance turun 1 persen, dan RailTel Corp menurun 1,3 persen. ITC memimpin penurunan dengan penurunan 1,2 persen setelah kenaikan cukai rokok dalam anggaran. Quess Corp turun lebih dari 2 persen setelah menerima penilaian pajak akhir yang menghasilkan permintaan sebesar Rs. 160 crore dari Departemen Pajak Penghasilan.
Sentimen Pasar Tetap Rentan di Tengah Ketidakpastian Kebijakan
Pemulihan pasar pada Senin malam terjadi saat investor menyeimbangkan kekecewaan terhadap langkah pajak baru dengan kelegaan dari penurunan harga minyak dan perkembangan yang menjanjikan di beberapa saham kapitalisasi besar. Namun, kekecewaan terkait dampak anggaran terhadap perdagangan derivatif terus membebani sentimen, menunjukkan bahwa kepercayaan pasar mungkin tetap rentan terhadap klarifikasi kebijakan lebih lanjut atau kejutan laba.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Saham India Pulih Kembali Saat Pasar Mencerna Kekecewaan terhadap Rencana Pajak Anggaran
Pasar saham India melakukan pemulihan pada hari Senin setelah penjualan tajam selama perdagangan akhir pekan, saat investor menilai kembali posisi mereka setelah pengumuman pemerintah untuk memberlakukan pajak yang lebih tinggi pada perdagangan derivatif ekuitas. Indeks benchmark BSE Sensex naik 450 poin, menguat 0,6 persen menjadi 81.175, membalikkan penurunan tajam 2 persen pada hari Minggu. Indeks NSE Nifty yang lebih luas naik 47 poin, atau 0,2 persen, menjadi 24.872. Pergerakan pasar ini bertepatan dengan meredanya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran, yang membantu menurunkan harga energi lebih dari 3 persen.
Usulan Anggaran Memicu Kekhawatiran Pasar Meski Pulih
Penurunan tajam akhir pekan mencerminkan kekhawatiran kuat dari investor setelah adanya kekecewaan terhadap usulan Anggaran Tahun Anggaran 2026-27 yang meningkatkan pajak atas derivatif ekuitas. Meski rebound hari Senin menunjukkan adanya stabilisasi, pelaku pasar tetap berhati-hati terhadap implikasi jangka panjang dari kenaikan pajak terhadap aktivitas perdagangan dan likuiditas pasar.
Kinerja Saham Selektif Mencerminkan Kekhawatiran tentang Laba
Performa berbagai sekuritas menunjukkan gambaran yang beragam. Adani Green Energy melonjak 4 persen setelah klarifikasi terkait masalah litigasi sipil yang melibatkan Securities and Exchange Commission AS. Larsen & Toubro, Asian Paints, dan Adani Ports masing-masing mencatat kenaikan sekitar 3 persen. Namun, beberapa saham kapitalisasi besar menghadapi hambatan menjelang pengumuman laba. Hyundai Motor turun lebih dari 2 persen, sementara Tata Chemicals turun 2,5 persen, Bajaj Housing Finance turun 1 persen, dan RailTel Corp menurun 1,3 persen. ITC memimpin penurunan dengan penurunan 1,2 persen setelah kenaikan cukai rokok dalam anggaran. Quess Corp turun lebih dari 2 persen setelah menerima penilaian pajak akhir yang menghasilkan permintaan sebesar Rs. 160 crore dari Departemen Pajak Penghasilan.
Sentimen Pasar Tetap Rentan di Tengah Ketidakpastian Kebijakan
Pemulihan pasar pada Senin malam terjadi saat investor menyeimbangkan kekecewaan terhadap langkah pajak baru dengan kelegaan dari penurunan harga minyak dan perkembangan yang menjanjikan di beberapa saham kapitalisasi besar. Namun, kekecewaan terkait dampak anggaran terhadap perdagangan derivatif terus membebani sentimen, menunjukkan bahwa kepercayaan pasar mungkin tetap rentan terhadap klarifikasi kebijakan lebih lanjut atau kejutan laba.