Kalimat ini terlalu menyakitkan, tapi juga terlalu nyata.
90% orang mengalami kerugian, bukan karena kurangnya teknik, kurangnya informasi, atau kurangnya indikator, tapi karena pengetahuan dan tindakan yang tidak sejalan, dan akar dari ketidaksesuaian itu adalah tidak benar-benar memahami.
Kamu pikir kamu mengerti, sebenarnya hanya "pernah dengar"
- Pernah dengar harus stop loss, saat rugi benar-benar enggan melepaskan
- Pernah dengar harus mengikuti tren, saat terjadi fluktuasi langsung ingin membeli di dasar
- Pernah dengar harus posisi kecil, saat semangat langsung penuh posisi
- Pernah dengar harus sabar, saat bosan langsung buka banyak posisi
Mengetahui ≠ Memahami Memahami adalah tertanam dalam naluri, tanpa harus berjuang bisa dilakukan.
Tidak benar-benar memahami pasar, maka akan terbawa emosi
Alasan kamu tidak bisa mengendalikan tangan:
- Menganggap probabilitas sebagai kepastian
- Menganggap keberuntungan sebagai kemampuan
- Menganggap fluktuasi sebagai ancaman
- Menganggap kerugian unrealized sebagai kegagalan
Pada dasarnya, kamu tidak sedang bertarung dengan pasar, melainkan bertarung dengan ketidaktahuan dan ketakutanmu sendiri.
Orang yang benar-benar memahami pasar, hanya memiliki satu keadaan
- Menerima kerugian sebagai biaya, bukan kesalahan
- Menerima kehilangan peluang sebagai hal biasa, bukan karena terlewatkan
- Menerima sistem memiliki kekurangan, tetap berpegang pada eksekusi
- Menerima bahwa pasar tidak bisa diprediksi, hanya melakukan hal yang bisa dikendalikan
知行合一, bukan disiplin diri, melainkan hasil alami dari pemahaman yang tepat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Kalimat ini terlalu menyakitkan, tapi juga terlalu nyata.
90% orang mengalami kerugian, bukan karena kurangnya teknik, kurangnya informasi, atau kurangnya indikator,
tapi karena pengetahuan dan tindakan yang tidak sejalan, dan akar dari ketidaksesuaian itu adalah tidak benar-benar memahami.
Kamu pikir kamu mengerti, sebenarnya hanya "pernah dengar"
- Pernah dengar harus stop loss, saat rugi benar-benar enggan melepaskan
- Pernah dengar harus mengikuti tren, saat terjadi fluktuasi langsung ingin membeli di dasar
- Pernah dengar harus posisi kecil, saat semangat langsung penuh posisi
- Pernah dengar harus sabar, saat bosan langsung buka banyak posisi
Mengetahui ≠ Memahami
Memahami adalah tertanam dalam naluri, tanpa harus berjuang bisa dilakukan.
Tidak benar-benar memahami pasar, maka akan terbawa emosi
Alasan kamu tidak bisa mengendalikan tangan:
- Menganggap probabilitas sebagai kepastian
- Menganggap keberuntungan sebagai kemampuan
- Menganggap fluktuasi sebagai ancaman
- Menganggap kerugian unrealized sebagai kegagalan
Pada dasarnya, kamu tidak sedang bertarung dengan pasar,
melainkan bertarung dengan ketidaktahuan dan ketakutanmu sendiri.
Orang yang benar-benar memahami pasar, hanya memiliki satu keadaan
- Menerima kerugian sebagai biaya, bukan kesalahan
- Menerima kehilangan peluang sebagai hal biasa, bukan karena terlewatkan
- Menerima sistem memiliki kekurangan, tetap berpegang pada eksekusi
- Menerima bahwa pasar tidak bisa diprediksi, hanya melakukan hal yang bisa dikendalikan
知行合一, bukan disiplin diri, melainkan hasil alami dari pemahaman yang tepat.