Dompet cryptocurrency lama yang telah tidak aktif selama hampir lima tahun berhasil diretas setelah serangan kontrak pintar yang canggih. Menurut laporan dari Foresight News, pelanggaran tersebut mengakibatkan kehilangan sekitar 66.000 dolar AS dalam bentuk token Quant (QNT), menyoroti bagaimana bahkan dompet yang tidak aktif tetap rentan terhadap vektor serangan modern.
Bagaimana Dompet Dirobek
Penyerang memanfaatkan kerentanan yang dikenal sebagai transaksi “increaseApproval”—mekanisme yang memungkinkan aplikasi meminta izin untuk mentransfer token atas nama pemilik dompet. Setelah izin ini diberikan, penyerang berpotensi menguras seluruh saldo token tanpa memerlukan otorisasi tambahan dari pemilik dompet. Dalam kasus ini, hacker memanfaatkan kelemahan ini untuk mengakses dan menyedot kepemilikan QNT dari alamat yang tidak aktif, menunjukkan bagaimana kerentanan lama tetap menjadi risiko bagi akun yang tidak digunakan.
Penjelasan Mekanisme Serangan
Jenis eksploit ini biasanya menargetkan dompet di mana pengguna pernah memberikan izin persetujuan kepada protokol DeFi, bursa, atau aplikasi lain di masa lalu tetapi tidak pernah mencabutnya. Keadaan tidak aktif dari dompet kemungkinan besar berarti pemiliknya tidak menyadari risiko yang sedang berlangsung, karena praktik keamanan terbaik yang menekankan audit izin secara rutin sering diabaikan saat akun tidak digunakan. Penyerang secara khusus mencari dompet yang terlupakan seperti ini karena secara statistik lebih mungkin memiliki persetujuan yang tidak digunakan yang terkumpul selama bertahun-tahun.
Dampak Pasar dan Pembaruan Token
Quant (QNT) saat ini diperdagangkan pada harga 70,39 dolar AS, berdasarkan data pasar terbaru. Pelanggaran terhadap posisi QNT senilai 66.000 dolar AS merupakan kerugian individu yang signifikan, meskipun kapitalisasi pasar dan volume perdagangan QNT secara keseluruhan tetap stabil. Insiden ini menegaskan pentingnya menjaga keamanan dompet terlepas dari tingkat aktivitas perdagangan.
Apa Artinya bagi Pemegang Token
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi pemilik cryptocurrency untuk secara rutin melakukan audit terhadap izin token mereka, bahkan pada dompet yang tidak aktif. Pengguna disarankan menggunakan platform yang menampilkan riwayat izin dan mempertimbangkan untuk mencabut izin ke protokol yang sudah tidak mereka gunakan lagi. Selain itu, memindahkan aset berharga ke cold storage atau dompet perangkat keras yang tidak berinteraksi dengan kontrak pintar sepenuhnya menghilangkan vektor serangan ini, memberikan ketenangan pikiran bagi pemegang jangka panjang.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Dompet QNT yang Lama Tidak Aktif Diretas Melalui Eksploit Persetujuan, Kerugian sebesar $66.000
Dompet cryptocurrency lama yang telah tidak aktif selama hampir lima tahun berhasil diretas setelah serangan kontrak pintar yang canggih. Menurut laporan dari Foresight News, pelanggaran tersebut mengakibatkan kehilangan sekitar 66.000 dolar AS dalam bentuk token Quant (QNT), menyoroti bagaimana bahkan dompet yang tidak aktif tetap rentan terhadap vektor serangan modern.
Bagaimana Dompet Dirobek
Penyerang memanfaatkan kerentanan yang dikenal sebagai transaksi “increaseApproval”—mekanisme yang memungkinkan aplikasi meminta izin untuk mentransfer token atas nama pemilik dompet. Setelah izin ini diberikan, penyerang berpotensi menguras seluruh saldo token tanpa memerlukan otorisasi tambahan dari pemilik dompet. Dalam kasus ini, hacker memanfaatkan kelemahan ini untuk mengakses dan menyedot kepemilikan QNT dari alamat yang tidak aktif, menunjukkan bagaimana kerentanan lama tetap menjadi risiko bagi akun yang tidak digunakan.
Penjelasan Mekanisme Serangan
Jenis eksploit ini biasanya menargetkan dompet di mana pengguna pernah memberikan izin persetujuan kepada protokol DeFi, bursa, atau aplikasi lain di masa lalu tetapi tidak pernah mencabutnya. Keadaan tidak aktif dari dompet kemungkinan besar berarti pemiliknya tidak menyadari risiko yang sedang berlangsung, karena praktik keamanan terbaik yang menekankan audit izin secara rutin sering diabaikan saat akun tidak digunakan. Penyerang secara khusus mencari dompet yang terlupakan seperti ini karena secara statistik lebih mungkin memiliki persetujuan yang tidak digunakan yang terkumpul selama bertahun-tahun.
Dampak Pasar dan Pembaruan Token
Quant (QNT) saat ini diperdagangkan pada harga 70,39 dolar AS, berdasarkan data pasar terbaru. Pelanggaran terhadap posisi QNT senilai 66.000 dolar AS merupakan kerugian individu yang signifikan, meskipun kapitalisasi pasar dan volume perdagangan QNT secara keseluruhan tetap stabil. Insiden ini menegaskan pentingnya menjaga keamanan dompet terlepas dari tingkat aktivitas perdagangan.
Apa Artinya bagi Pemegang Token
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi pemilik cryptocurrency untuk secara rutin melakukan audit terhadap izin token mereka, bahkan pada dompet yang tidak aktif. Pengguna disarankan menggunakan platform yang menampilkan riwayat izin dan mempertimbangkan untuk mencabut izin ke protokol yang sudah tidak mereka gunakan lagi. Selain itu, memindahkan aset berharga ke cold storage atau dompet perangkat keras yang tidak berinteraksi dengan kontrak pintar sepenuhnya menghilangkan vektor serangan ini, memberikan ketenangan pikiran bagi pemegang jangka panjang.