Otoritas Moneter Hong Kong baru saja memperkenalkan kerangka regulasi ambisius untuk mata uang digital. Elemen utama dari upaya ini adalah sandbox pengujian yang telah menjadi pusat perhatian industri keuangan. Pada 2 Februari 2026, CEO HKMA Yu Weiwen mengonfirmasi bahwa sebanyak 36 institusi telah mengajukan permohonan lisensi penerbitan stablecoin. Angka ini sendiri mencerminkan tren global di mana entitas keuangan tradisional secara aktif memasuki industri kripto dan aset digital.
Partisipasi luas dalam sandbox regulasi menandakan minat terhadap lisensi stablecoin
Keragaman peserta dalam sandbox inovatif ini sangat mencolok. Di antara 36 pemohon terdapat bank, konsep teknologi, perusahaan pialang, pengelola aset, perusahaan investasi, platform e-commerce, lembaga pembayaran, dan startup Web3. Partisipasi yang beragam ini menunjukkan bagaimana batas antara pembiayaan tradisional dan ekosistem blockchain secara bertahap memudar. Regulator berhasil menciptakan lingkungan yang menarik baik pemain mapan maupun entitas inovatif baru.
JD.com dan lembaga keuangan tradisional bersaing bersama
Di antara peserta aktif sandbox adalah JD Coinchain Technology, cabang Hong Kong dari raksasa internet JD.com. Menurut laporan yang secara khusus menyoroti perkembangan di sektor ini, perusahaan ini termasuk dalam tiga calon paling menjanjikan. Dengan demikian, JD.com memasuki kompetisi untuk mendapatkan lisensi stablecoin pertama, bersaing dengan raksasa keuangan tradisional. Strategi ini menunjukkan pentingnya yang diberikan perusahaan teknologi besar terhadap mata uang digital.
Standard Chartered Bank sebagai peserta yang sangat dinantikan
Perhatian khusus patut diberikan kepada Standard Chartered Bank (Hong Kong), yang menjadi pusat diskusi. Sebagai salah satu dari tiga bank penerbit di Hong Kong, institusi keuangan Inggris ini memiliki posisi yang signifikan. Partisipasinya dalam sandbox merupakan langkah alami di mana perbankan tradisional secara operasional terlibat dalam transformasi sistem moneter. Kemampuannya dalam pembiayaan internasional menempatkannya sebagai salah satu calon paling menjanjikan.
Sandbox regulasi Hong Kong ini telah berkembang menjadi ruang pengujian penting, di mana keuangan tradisional dan inovasi digital beroperasi secara bersamaan di bawah pengawasan ketat HKMA.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pengujian sandbox stablecoin di Hong Kong menarik 36 institusi, JD Coinchain memimpin kompetisi
Otoritas Moneter Hong Kong baru saja memperkenalkan kerangka regulasi ambisius untuk mata uang digital. Elemen utama dari upaya ini adalah sandbox pengujian yang telah menjadi pusat perhatian industri keuangan. Pada 2 Februari 2026, CEO HKMA Yu Weiwen mengonfirmasi bahwa sebanyak 36 institusi telah mengajukan permohonan lisensi penerbitan stablecoin. Angka ini sendiri mencerminkan tren global di mana entitas keuangan tradisional secara aktif memasuki industri kripto dan aset digital.
Partisipasi luas dalam sandbox regulasi menandakan minat terhadap lisensi stablecoin
Keragaman peserta dalam sandbox inovatif ini sangat mencolok. Di antara 36 pemohon terdapat bank, konsep teknologi, perusahaan pialang, pengelola aset, perusahaan investasi, platform e-commerce, lembaga pembayaran, dan startup Web3. Partisipasi yang beragam ini menunjukkan bagaimana batas antara pembiayaan tradisional dan ekosistem blockchain secara bertahap memudar. Regulator berhasil menciptakan lingkungan yang menarik baik pemain mapan maupun entitas inovatif baru.
JD.com dan lembaga keuangan tradisional bersaing bersama
Di antara peserta aktif sandbox adalah JD Coinchain Technology, cabang Hong Kong dari raksasa internet JD.com. Menurut laporan yang secara khusus menyoroti perkembangan di sektor ini, perusahaan ini termasuk dalam tiga calon paling menjanjikan. Dengan demikian, JD.com memasuki kompetisi untuk mendapatkan lisensi stablecoin pertama, bersaing dengan raksasa keuangan tradisional. Strategi ini menunjukkan pentingnya yang diberikan perusahaan teknologi besar terhadap mata uang digital.
Standard Chartered Bank sebagai peserta yang sangat dinantikan
Perhatian khusus patut diberikan kepada Standard Chartered Bank (Hong Kong), yang menjadi pusat diskusi. Sebagai salah satu dari tiga bank penerbit di Hong Kong, institusi keuangan Inggris ini memiliki posisi yang signifikan. Partisipasinya dalam sandbox merupakan langkah alami di mana perbankan tradisional secara operasional terlibat dalam transformasi sistem moneter. Kemampuannya dalam pembiayaan internasional menempatkannya sebagai salah satu calon paling menjanjikan.
Sandbox regulasi Hong Kong ini telah berkembang menjadi ruang pengujian penting, di mana keuangan tradisional dan inovasi digital beroperasi secara bersamaan di bawah pengawasan ketat HKMA.