Menurut penelitian terbaru dari Artemis, ekosistem kartu cryptocurrency telah mencapai tonggak sejarah yang luar biasa dan tak terlupakan. Pengeluaran tahunan untuk kartu crypto telah mencapai $18 miliar, membuktikan pertumbuhan pesat solusi pembayaran digital di seluruh dunia.
Pertumbuhan Pesat: Dari $100 Juta Menjadi $1,5 Miliar Dalam Dua Tahun
Penelitian Artemis menunjukkan trajektori yang mengagumkan. Pada awal tahun 2023, volume pengeluaran bulanan hanya sekitar $100 juta. Namun, dalam waktu kurang dari dua tahun, angka ini meningkat menjadi lebih dari $1,5 miliar pada akhir 2025. Ini mewakili tingkat pertumbuhan majemuk tahunan sebesar 106%, menjadikannya salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat dalam pembayaran digital.
Sebagai perbandingan, transfer stablecoin peer-to-peer hanya tumbuh sekitar 5% selama periode yang sama, sementara pasar kartu crypto telah mencapai $18 miliar per tahun. Perbandingan ini dengan jelas menunjukkan mengapa kartu crypto menjadi alat pilihan pengguna.
Mengapa Kartu Crypto Mendominasi Pengeluaran Stablecoin?
Meskipun ada ketertarikan terhadap pembayaran langsung menggunakan stablecoin, penelitian ini mengungkapkan alasan praktis. Kartu crypto menggunakan jaringan yang sudah ada dari Visa dan Mastercard, sehingga tidak diperlukan integrasi baru di sisi merchant. Ini berarti teknologi dapat diadopsi lebih cepat dan lebih mudah dalam pembayaran dunia nyata.
Meskipun banyak minat terhadap pembayaran langsung dengan stablecoin, kartu tetap menjadi solusi jembatan yang menghubungkan ke infrastruktur pembayaran tradisional. Settlement untuk kartu yang terhubung dengan stablecoin juga telah mencapai $3,5 miliar secara tahunan pada kuartal ke-4 tahun 2025, mewakili 19% dari total volume kartu crypto.
USDT dan USDC: Penelitian Mengungkap Disparitas Global
Penelitian Artemis mengungkap pola menarik dalam adopsi stablecoin secara global. Di sebagian besar pasar, USDT (Tether) mendominasi volume transaksi. Namun, ada dua negara yang benar-benar berbeda: India dan Argentina.
Di India, USDC digunakan dalam 47,4% transaksi stablecoin—hampir setara dengan USDT. Di Argentina, pangsa USDC mencapai 46,6%, menunjukkan preferensi yang sama antara kedua stablecoin tersebut. Ini merupakan penyimpangan besar dari tren global di mana USDT mendominasi.
Penelitian juga menyoroti bahwa India menjadi pasar crypto terbesar di kawasan Asia-Pasifik berdasarkan arus masuk (inflows). Dalam 12 bulan yang berakhir Juni 2025, arus masuk mencapai $338 miliar—pertumbuhan sebesar 4.800% dalam lima tahun.
Visa dan Mastercard Memimpin Revolusi Kartu Crypto
Ekosistem kartu crypto berkembang di jalur yang sama dengan jaringan pembayaran tradisional. Visa dan Mastercard tetap menjadi pemain utama, mampu mengeluarkan dan mengelola program.
Penelitian menunjukkan bahwa Visa menguasai lebih dari 90% volume kartu on-chain melalui kemitraan awal dengan penyedia infrastruktur yang berorientasi crypto. Ini menunjukkan dominasi pasar Visa yang besar dalam ekosistem kartu crypto.
Kolaborasi antara raksasa keuangan tradisional dan infrastruktur cryptocurrency telah membangun fondasi untuk pertumbuhan berkelanjutan di ruang pembayaran digital.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Penelitian menunjukkan: Pengeluaran Kartu Crypto Mencapai $18 Miliar per Tahun
Menurut penelitian terbaru dari Artemis, ekosistem kartu cryptocurrency telah mencapai tonggak sejarah yang luar biasa dan tak terlupakan. Pengeluaran tahunan untuk kartu crypto telah mencapai $18 miliar, membuktikan pertumbuhan pesat solusi pembayaran digital di seluruh dunia.
Pertumbuhan Pesat: Dari $100 Juta Menjadi $1,5 Miliar Dalam Dua Tahun
Penelitian Artemis menunjukkan trajektori yang mengagumkan. Pada awal tahun 2023, volume pengeluaran bulanan hanya sekitar $100 juta. Namun, dalam waktu kurang dari dua tahun, angka ini meningkat menjadi lebih dari $1,5 miliar pada akhir 2025. Ini mewakili tingkat pertumbuhan majemuk tahunan sebesar 106%, menjadikannya salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat dalam pembayaran digital.
Sebagai perbandingan, transfer stablecoin peer-to-peer hanya tumbuh sekitar 5% selama periode yang sama, sementara pasar kartu crypto telah mencapai $18 miliar per tahun. Perbandingan ini dengan jelas menunjukkan mengapa kartu crypto menjadi alat pilihan pengguna.
Mengapa Kartu Crypto Mendominasi Pengeluaran Stablecoin?
Meskipun ada ketertarikan terhadap pembayaran langsung menggunakan stablecoin, penelitian ini mengungkapkan alasan praktis. Kartu crypto menggunakan jaringan yang sudah ada dari Visa dan Mastercard, sehingga tidak diperlukan integrasi baru di sisi merchant. Ini berarti teknologi dapat diadopsi lebih cepat dan lebih mudah dalam pembayaran dunia nyata.
Meskipun banyak minat terhadap pembayaran langsung dengan stablecoin, kartu tetap menjadi solusi jembatan yang menghubungkan ke infrastruktur pembayaran tradisional. Settlement untuk kartu yang terhubung dengan stablecoin juga telah mencapai $3,5 miliar secara tahunan pada kuartal ke-4 tahun 2025, mewakili 19% dari total volume kartu crypto.
USDT dan USDC: Penelitian Mengungkap Disparitas Global
Penelitian Artemis mengungkap pola menarik dalam adopsi stablecoin secara global. Di sebagian besar pasar, USDT (Tether) mendominasi volume transaksi. Namun, ada dua negara yang benar-benar berbeda: India dan Argentina.
Di India, USDC digunakan dalam 47,4% transaksi stablecoin—hampir setara dengan USDT. Di Argentina, pangsa USDC mencapai 46,6%, menunjukkan preferensi yang sama antara kedua stablecoin tersebut. Ini merupakan penyimpangan besar dari tren global di mana USDT mendominasi.
Penelitian juga menyoroti bahwa India menjadi pasar crypto terbesar di kawasan Asia-Pasifik berdasarkan arus masuk (inflows). Dalam 12 bulan yang berakhir Juni 2025, arus masuk mencapai $338 miliar—pertumbuhan sebesar 4.800% dalam lima tahun.
Visa dan Mastercard Memimpin Revolusi Kartu Crypto
Ekosistem kartu crypto berkembang di jalur yang sama dengan jaringan pembayaran tradisional. Visa dan Mastercard tetap menjadi pemain utama, mampu mengeluarkan dan mengelola program.
Penelitian menunjukkan bahwa Visa menguasai lebih dari 90% volume kartu on-chain melalui kemitraan awal dengan penyedia infrastruktur yang berorientasi crypto. Ini menunjukkan dominasi pasar Visa yang besar dalam ekosistem kartu crypto.
Kolaborasi antara raksasa keuangan tradisional dan infrastruktur cryptocurrency telah membangun fondasi untuk pertumbuhan berkelanjutan di ruang pembayaran digital.