Otoritas Inggris telah mengeluarkan perintah pengadilan yang tegas terhadap seorang pencuci Bitcoin yang sebelumnya dihukum. Di bawah tekanan hukum, Seng Hok Ling diwajibkan untuk mengembalikan lebih dari 7,6 juta dolar atau menghadapi hukuman penjara tambahan. Ini adalah konsekuensi langsung dari keterlibatannya dalam operasi pencucian uang untuk Zhimin Qian, penyelenggara skema Ponzi besar.
Hukuman Inggris Menuntut Pembayaran sebesar 7,6 Juta Dolar untuk Pencucian Bitcoin
Zhimin Qian mengoordinasikan rencana penipuan Ponzi yang mempengaruhi 128.000 investor yang percaya. Dengan mengonversi dana ilegal yang diperoleh ke dalam Bitcoin dan menyembunyikan aset digital di Inggris, Qian dan para pelaku lainnya membentuk jaringan kriminal keuangan yang canggih. Ling, sebagai agen pencuci, memainkan peran penting dalam rantai kejahatan ini, memfasilitasi transfer dan penyembunyian uang yang marah.
Confiscasi Kriptomoned terbesar: 61.000 BTC Dikembalikan di Inggris
Operasi penyelidikan mencapai puncaknya dengan salah satu tindakan pemulihan terbesar dalam sejarah Inggris. Otoritas berhasil menyita 61.000 BTC, diperkirakan bernilai sekitar 5,4 miliar dolar pada saat pelaporan. Jumlah besar ini menandai rekor untuk konfiskasi kriptomoned terbesar yang pernah dilakukan Inggris, menunjukkan kemampuan otoritas untuk melacak dan memulihkan aset digital ilegal.
Negosiasi untuk Kompensasi Korban dan Pengembalian Dana yang Tersisa
Saat ini, diskusi hukum terus berlangsung mengenai cara terbaik mengalokasikan dana yang dipulihkan. Prioritas utama tetap pada pengembalian kepada korban skema Ponzi yang mengalami kerugian finansial yang signifikan. Sistem peradilan Inggris bekerja untuk menetapkan kerangka yang adil agar para korban mendapatkan kompensasi yang layak, sementara Ling menghadapi kemungkinan penjara yang diperpanjang jika menolak membayar restitusi yang diperintahkan pengadilan.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Keputusan Pengadilan: Pelaku Perdagangan Cryptocurrency Berisiko Penjara Tambahan jika Menolak Membayar Jutaan
Otoritas Inggris telah mengeluarkan perintah pengadilan yang tegas terhadap seorang pencuci Bitcoin yang sebelumnya dihukum. Di bawah tekanan hukum, Seng Hok Ling diwajibkan untuk mengembalikan lebih dari 7,6 juta dolar atau menghadapi hukuman penjara tambahan. Ini adalah konsekuensi langsung dari keterlibatannya dalam operasi pencucian uang untuk Zhimin Qian, penyelenggara skema Ponzi besar.
Hukuman Inggris Menuntut Pembayaran sebesar 7,6 Juta Dolar untuk Pencucian Bitcoin
Zhimin Qian mengoordinasikan rencana penipuan Ponzi yang mempengaruhi 128.000 investor yang percaya. Dengan mengonversi dana ilegal yang diperoleh ke dalam Bitcoin dan menyembunyikan aset digital di Inggris, Qian dan para pelaku lainnya membentuk jaringan kriminal keuangan yang canggih. Ling, sebagai agen pencuci, memainkan peran penting dalam rantai kejahatan ini, memfasilitasi transfer dan penyembunyian uang yang marah.
Confiscasi Kriptomoned terbesar: 61.000 BTC Dikembalikan di Inggris
Operasi penyelidikan mencapai puncaknya dengan salah satu tindakan pemulihan terbesar dalam sejarah Inggris. Otoritas berhasil menyita 61.000 BTC, diperkirakan bernilai sekitar 5,4 miliar dolar pada saat pelaporan. Jumlah besar ini menandai rekor untuk konfiskasi kriptomoned terbesar yang pernah dilakukan Inggris, menunjukkan kemampuan otoritas untuk melacak dan memulihkan aset digital ilegal.
Negosiasi untuk Kompensasi Korban dan Pengembalian Dana yang Tersisa
Saat ini, diskusi hukum terus berlangsung mengenai cara terbaik mengalokasikan dana yang dipulihkan. Prioritas utama tetap pada pengembalian kepada korban skema Ponzi yang mengalami kerugian finansial yang signifikan. Sistem peradilan Inggris bekerja untuk menetapkan kerangka yang adil agar para korban mendapatkan kompensasi yang layak, sementara Ling menghadapi kemungkinan penjara yang diperpanjang jika menolak membayar restitusi yang diperintahkan pengadilan.