Per 28 Januari 2026, emas spot diperdagangkan dalam kisaran $5.200 hingga $5.311 per ons, menandai rekor tertinggi baru. Lonjakan ini mencerminkan kombinasi ketidakstabilan mata uang dan ketidakpastian geopolitik yang semakin meningkat, keduanya mendorong investor menuju aset safe-haven.
Apa yang Mendorong Rally Ini? Beberapa kekuatan besar mendorong harga emas naik: 1. Masalah Dolar Dolar AS telah merosot ke level terlemah dalam hampir empat tahun. Salah satu alasan utamanya adalah pergeseran kebijakan Gedung Putih yang tampaknya nyaman dengan dolar yang lebih lemah untuk mendukung ekspor AS. Karena emas dihargai dalam dolar, dolar yang melemah secara efektif membuat emas menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri, meningkatkan permintaan global. 2. Bank Sentral Membeli Secara Agresif Permintaan bank sentral terhadap emas berada pada level tertinggi. Banyak negara—terutama ekonomi berkembang seperti China dan India—sedang secara aktif mengurangi ketergantungan mereka pada dolar AS. China saja diperkirakan telah menambahkan lebih dari 270 ton emas pada tahun 2025, dan tren pembelian ini berlanjut hingga 2026. Bersama-sama, faktor-faktor ini memperkuat peran emas sebagai lindung nilai mata uang dan safe haven geopolitik, membantu menjelaskan mengapa harga terus memecahkan rekor baru. $BTC $ETH $SOL
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Per 28 Januari 2026, emas spot diperdagangkan dalam kisaran $5.200 hingga $5.311 per ons, menandai rekor tertinggi baru. Lonjakan ini mencerminkan kombinasi ketidakstabilan mata uang dan ketidakpastian geopolitik yang semakin meningkat, keduanya mendorong investor menuju aset safe-haven.
Apa yang Mendorong Rally Ini?
Beberapa kekuatan besar mendorong harga emas naik:
1. Masalah Dolar
Dolar AS telah merosot ke level terlemah dalam hampir empat tahun. Salah satu alasan utamanya adalah pergeseran kebijakan Gedung Putih yang tampaknya nyaman dengan dolar yang lebih lemah untuk mendukung ekspor AS. Karena emas dihargai dalam dolar, dolar yang melemah secara efektif membuat emas menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri, meningkatkan permintaan global.
2. Bank Sentral Membeli Secara Agresif
Permintaan bank sentral terhadap emas berada pada level tertinggi. Banyak negara—terutama ekonomi berkembang seperti China dan India—sedang secara aktif mengurangi ketergantungan mereka pada dolar AS. China saja diperkirakan telah menambahkan lebih dari 270 ton emas pada tahun 2025, dan tren pembelian ini berlanjut hingga 2026.
Bersama-sama, faktor-faktor ini memperkuat peran emas sebagai lindung nilai mata uang dan safe haven geopolitik, membantu menjelaskan mengapa harga terus memecahkan rekor baru.
$BTC $ETH $SOL