Hasil obligasi pemerintah 2 tahun Jepang baru saja naik ke 1,245%, menandai level tertinggi sejak 1996. Langkah ini tidak terjadi dalam vakum.
Ketika hasil JGB melonjak seperti ini, itu menandakan perubahan ekspektasi seputar kebijakan Bank of Japan dan trajektori suku bunga global. Hasil yang lebih tinggi di salah satu pasar fixed-income terbesar di dunia biasanya mempersempit valuasi di seluruh aset yang lebih berisiko—termasuk kripto.
Inilah halnya: selama periode kenaikan hasil obligasi, investor sering memutar modal dari posisi yang berfokus pada pertumbuhan dan spekulatif. Kondisi likuiditas yang mendorong kenaikan pasar bullish sebelumnya menjadi lebih ketat. Artinya, periode yang berkepanjangan dengan suku bunga yang lebih tinggi juga dapat menstabilkan ekspektasi inflasi, yang beberapa orang berpendapat memberikan fondasi yang lebih sehat untuk rotasi kelas aset jangka panjang.
Bagi trader yang memantau aliran makro, pergerakan suku bunga Jepang penting karena mempengaruhi dinamika carry trade dan kondisi pendanaan global. Perlu dipantau bagaimana ini memengaruhi divergensi kebijakan moneter yang lebih luas di berbagai ekonomi utama.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
16 Suka
Hadiah
16
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
BlockchainDecoder
· 2jam yang lalu
Menurut penelitian, lonjakan imbal hasil obligasi Jepang ke level tertinggi dalam 28 tahun sebenarnya sangat underestimate risiko pembalikan carry trade. Dari segi teknis, ketika perdagangan arbitrase runtuh, guncangan likuiditas yang terjadi sering kali bersifat non-linear—insiden Credit Suisse 2023 adalah pelajaran nyata. Data menunjukkan bahwa setiap kali imbal hasil JGB meningkat pesat, korelasi antara saham teknologi Asia dan pasar kripto secara instan berubah dari negatif menjadi positif, fenomena ini dijelaskan secara rinci dalam makalah Broda&Weinstein. Perlu dicatat bahwa pasar saat ini masih bertaruh bahwa bank sentral akan "menginjak rem tepat waktu", tetapi bias overconfidence ini bisa berbiaya mahal.
Lihat AsliBalas0
BlockTalk
· 8jam yang lalu
Obligasi Jepang sedang dijual habis-habisan... Sekarang dana harus keluar dari crypto, permainan carry trade benar-benar tidak bisa dimainkan lagi
Lihat AsliBalas0
ResearchChadButBroke
· 8jam yang lalu
Imbal hasil obligasi Jepang kali ini cukup tinggi, carry trade harus diperhatikan dengan baik, kalau tidak likuiditas menjadi ketat dan pasar mata uang kripto akan ikut terguncang lagi
Lihat AsliBalas0
BrokenYield
· 8jam yang lalu
Hasil jgb mencapai level tahun 1996... ya, carry trades akan benar-benar kena getah. uang pintar sudah mulai berputar keluar, perhatikan matriks korelasi berbalik. begitulah awal mula krisis likuiditas, jujur saja
Lihat AsliBalas0
ForkLibertarian
· 8jam yang lalu
Hasil obligasi Jepang melonjak, apakah carry trade akan runtuh?
Lihat AsliBalas0
RektRecorder
· 9jam yang lalu
Obligasi Jepang melonjak lagi, saatnya memanen keuntungan... carry trade kali ini harus berhati-hati
Hasil obligasi pemerintah 2 tahun Jepang baru saja naik ke 1,245%, menandai level tertinggi sejak 1996. Langkah ini tidak terjadi dalam vakum.
Ketika hasil JGB melonjak seperti ini, itu menandakan perubahan ekspektasi seputar kebijakan Bank of Japan dan trajektori suku bunga global. Hasil yang lebih tinggi di salah satu pasar fixed-income terbesar di dunia biasanya mempersempit valuasi di seluruh aset yang lebih berisiko—termasuk kripto.
Inilah halnya: selama periode kenaikan hasil obligasi, investor sering memutar modal dari posisi yang berfokus pada pertumbuhan dan spekulatif. Kondisi likuiditas yang mendorong kenaikan pasar bullish sebelumnya menjadi lebih ketat. Artinya, periode yang berkepanjangan dengan suku bunga yang lebih tinggi juga dapat menstabilkan ekspektasi inflasi, yang beberapa orang berpendapat memberikan fondasi yang lebih sehat untuk rotasi kelas aset jangka panjang.
Bagi trader yang memantau aliran makro, pergerakan suku bunga Jepang penting karena mempengaruhi dinamika carry trade dan kondisi pendanaan global. Perlu dipantau bagaimana ini memengaruhi divergensi kebijakan moneter yang lebih luas di berbagai ekonomi utama.