Pemerintah AS Berubah Suara: 200.000 Bitcoin yang Disita Akan Menjadi Cadangan Strategis!

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Amerika Serikat Menteri Keuangan mengumumkan di Davos bahwa lebih dari 200.000 Bitcoin yang disita tidak lagi akan masuk ke pasar lelang, melainkan sebagai cadangan aset jangka panjang negara, perubahan ini menandai pertama kalinya Bitcoin mendapatkan posisi strategis mendekati emas di tingkat kebijakan nasional.\n\nAmerika Serikat mengumumkan di Forum Ekonomi Dunia Davos untuk menghentikan lelang Bitcoin yang disita dan menyimpannya sebagai cadangan strategis nasional.\n\nPerubahan kebijakan ini diperkirakan akan langsung mempengaruhi pasokan pasar dari lebih dari 200.000 Bitcoin, yang saat ini bernilai lebih dari 10 miliar dolar AS. Berdasarkan kebijakan baru, aset ini akan disimpan secara permanen dan hanya dapat digunakan dalam “situasi darurat ekonomi negara yang ekstrem”.\n\n1. Titik balik kebijakan: dari lelang ke cadangan strategis\n\n● Departemen Keuangan AS selama ini menyita aset digital seperti Bitcoin melalui Departemen Kehakiman, biasanya kemudian dilelang secara rutin kepada publik. Praktik tradisional ini selama sepuluh tahun terakhir telah menghasilkan pendapatan ratusan juta dolar AS untuk pemerintah AS, tetapi juga memicu diskusi tentang nilai strategis jangka panjangnya.\n\n● Pada Maret 2025, Gedung Putih mengeluarkan perintah eksekutif yang pertama kali mengusulkan pembentukan “cadangan Bitcoin strategis” dan “stok aset digital AS”. Perintah ini secara tegas menyatakan: “Seperti cadangan emas yang selama ini menjadi fondasi keamanan keuangan nasional, Bitcoin mewakili aset digital yang dapat memperkuat posisi kepemimpinan keuangan dan keamanan ekonomi AS di abad ke-21.”\n\nPerintah ini menjadi dasar kebijakan selanjutnya dan membuka jalan bagi pengumuman di Davos.\n\n● Menteri Keuangan AS Scott Bessent secara resmi mengumumkan perubahan ini di forum Davos. Ia menyatakan bahwa langkah ini bertujuan untuk “menghentikan kehilangan kekayaan digital kedaulatan”, dan menganggap lebih dari 200.000 Bitcoin yang saat ini dimiliki sebagai cadangan nilai jangka panjang dalam neraca keuangan negara.\n\n2. Rincian cadangan strategis: kerangka pengelolaan Bitcoin tingkat nasional\n\n● Berdasarkan kebijakan baru, cadangan Bitcoin strategis akan diperluas melalui mekanisme “anggaran netral”. Ini berarti pemerintah tidak akan menggunakan dana pajak untuk membeli Bitcoin di pasar terbuka, melainkan memperoleh aset tambahan melalui penyitaan penegakan hukum.\n\nStrategi pendanaan ini mengurangi tekanan fiskal sekaligus memastikan pertumbuhan stabil dari cadangan.\n\n● Aset Bitcoin ini akan dipercayakan kepada Federal Reserve, yang akan membangun mekanisme pengelolaan yang ketat. Perlu dicatat bahwa RUU “BITCOIN” yang diajukan ke Kongres pada Juli 2024 pernah mengusulkan pembentukan “cadangan Bitcoin strategis”, yang mensyaratkan Bitcoin disimpan melalui “cold storage” dan merekomendasikan pembangunan jaringan fasilitas penyimpanan aman di seluruh AS.\n\n● Kebijakan baru ini melanjutkan ide tersebut, membangun kerangka keamanan komprehensif yang menuntut standar ketat baik dari segi fisik maupun digital. Berdasarkan perintah eksekutif Gedung Putih, aset ini secara tegas didefinisikan sebagai “Bitcoin pemerintah”, termasuk semua Bitcoin yang disita melalui proses penyitaan aset pidana atau perdata oleh Departemen Keuangan.\n\n3. Dampak ekonomi dan pasar: hilangnya tekanan jual pemerintah dan penilaian ulang nilai\n\n● Perubahan kebijakan ini secara langsung menghilangkan “tekanan penjualan” jangka panjang dari pemerintah. Selama ini, pelaku pasar mengantisipasi bahwa Bitcoin yang disita akan secara rutin dilelang ke pasar, yang menekan harga.\n\nDepartemen Keuangan AS tidak lagi menjadi penjual Bitcoin, melainkan menjadi pemegang jangka panjang, yang secara fundamental mengubah dinamika penawaran dan permintaan Bitcoin.\n\n● Analis menunjukkan bahwa langkah ini menandai pertama kalinya Bitcoin di tingkat kebijakan diposisikan mendekati emas sebagai aset strategis. Dalam konteks ketidakstabilan mata uang dan tekanan inflasi di ekonomi utama dunia, atribut safe haven Bitcoin sebagai “emas digital” mendapatkan pengakuan dari tingkat nasional.\n\nPerubahan kebijakan ini berpotensi memberi efek domino ke negara lain, mendorong lebih banyak negara kedaulatan untuk mempertimbangkan Bitcoin sebagai bagian dari cadangan mereka.\n\n● Selama forum Davos, Bessent juga menekankan agenda ekonomi yang lebih luas: “pertumbuhan, pertumbuhan, dan pertumbuhan” adalah agenda AS untuk semua sekutu, dan perdagangan yang adil sangat penting. Dalam konteks ini, pembangunan cadangan Bitcoin dipandang sebagai langkah strategis AS untuk mempertahankan posisi keuangan terdepan di era digital.\n\n4. Perkembangan hukum dan regulasi: dari perintah Biden ke implementasi pemerintahan Trump\n\n● Sikap regulasi pemerintah AS terhadap aset digital telah mengalami evolusi signifikan. Pada 2022, Presiden Biden menandatangani perintah eksekutif yang meminta lembaga federal meneliti aset digital dan membangun kerangka regulasi. Perintah ini saat itu menitikberatkan pada perlindungan investor, konsumen, dan bisnis, sekaligus mengusulkan penelitian tentang kemungkinan penciptaan mata uang digital bank sentral AS.\n\n● Pengamat industri berpendapat bahwa perintah Biden adalah “sinyal bullish yang jelas untuk ekosistem kripto dalam semua kerangka waktu”, dan secara tegas menyatakan bahwa “pemerintah AS tidak melarang kripto, melainkan mengadopsinya”.\n\n● Direktur eksekutif Blockchain Association, Kristen Smith, menyatakan: “Baru-baru ini, pembuat kebijakan biasanya memandang kripto dengan campuran kebingungan, ejekan, atau apatisme.”\n\n● Setelah pemerintahan Trump berkuasa, kebijakan terkait semakin dipercepat. Perintah eksekutif Gedung Putih Maret 2025 secara tegas menyatakan: “Karena Bitcoin memiliki kelangkaan dan keamanan, sering disebut sebagai ‘emas digital’.”\n\n5. Efek demonstrasi global: potensi merombak strategi aset digital berbagai negara\n\n● Perubahan kebijakan ini dari ekonomi terbesar dunia diperkirakan akan memberi efek domino terhadap kebijakan aset digital dari negara-negara utama lainnya. Terutama dalam sistem keuangan internasional yang didominasi dolar AS, posisi strategis AS terhadap Bitcoin dapat memicu reaksi berantai.\n\n● Di forum Davos, pernyataan Bessent juga menyentuh aspek hubungan internasional. Saat ditanya tentang kemungkinan Swiss keluar dari posisi netral tradisionalnya, ia menyatakan: “Jika Swiss memutuskan bergabung dengan arus UE, itu akan sangat mengecewakan.” Ia memuji Swiss sebagai “negara industri yang kuat”, dan memperingatkan agar tidak meniru kebijakan “administratif, birokratis, dan ekonomi yang kaku” dari UE.\n\n● Terkait ketegangan perdagangan akibat isu Greenland, Bessent menunjukkan sikap tenang: “Saya sama sekali tidak khawatir tentang penjualan obligasi AS akibat isu Greenland.” Kepercayaan geopolitik ini juga merambah ke ranah aset digital, di mana AS tampaknya berusaha memastikan dominasi keuangan di era digital melalui pembangunan cadangan Bitcoin.\n\n6. Prospek masa depan: dampak jangka panjang dan tantangan cadangan strategis\n\n● Dengan lebih dari 200.000 Bitcoin resmi dimasukkan ke dalam cadangan strategis AS, pengelolaan dan penggunaan aset ini di masa depan masih menyisakan banyak pertanyaan. Berdasarkan kerangka kebijakan, Bitcoin ini hanya dapat dijual atau dipindahkan dalam “situasi darurat ekonomi negara yang ekstrem”.\n\nNamun, definisi “situasi darurat ekonomi negara yang ekstrem” masih belum jelas, memberi ruang fleksibilitas untuk implementasi kebijakan di masa depan.\n\n● Berdasarkan usulan legislatif awal, cadangan Bitcoin ini mungkin memiliki periode minimum penyimpanan selama minimal 20 tahun, selama periode tersebut tidak boleh dijual, dipertukarkan, dilelang, dijaminkan, atau diatur dengan cara lain kecuali untuk membayar utang federal.\n\n● Secara jangka panjang, kebijakan ini berpotensi semakin mengaburkan batas antara keuangan tradisional dan keuangan digital, mendorong lebih banyak investor institusional untuk menganggap Bitcoin sebagai kelas aset yang sah. Jumlah Bitcoin yang dimiliki pemerintah AS saat ini melebihi nilai cadangan emas dari banyak negara, yang secara sendiri dapat mendorong lebih banyak dana kedaulatan dan bank sentral untuk meninjau kembali strategi cadangan mereka.\n\nSeiring peran aset digital yang semakin penting dalam sistem keuangan global, langkah ini dari AS mungkin hanyalah awal dari penerimaan dan integrasi cryptocurrency secara nasional.\n\nKetika ditanya tentang potensi volatilitas pasar akibat isu Greenland, Menteri Keuangan Bessent dengan santai mengatakan: “Saya sama sekali tidak khawatir.” Sikap ini sejalan dengan keputusan AS untuk menyita Bitcoin dan menjadikannya cadangan strategis nasional.\n\nBaik dalam menghadapi gesekan geopolitik maupun dalam merancang strategi keuangan era digital, pemerintah AS berusaha menjaga kendali penuh. 20.0000 Bitcoin tidak lagi masuk ke pasar, melainkan menjadi cadangan jangka panjang di neraca keuangan negara, menandai pengakuan resmi ekonomi terbesar di dunia terhadap nilai strategis Bitcoin sebagai “emas digital”.

BTC0,82%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 1
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)