Menurut laporan media, pendiri Three Arrows Capital Su Zhu ditahan oleh otoritas di Bandara Changi, Singapura. Kejadian ini dilaporkan oleh perusahaan konsultan Teneo yang bertanggung jawab atas proses likuidasi. Peristiwa ini terjadi pada akhir September 2024, sudah lebih dari satu tahun yang lalu, tetapi kompleksitas proses likuidasi di baliknya masih menarik perhatian industri. Sebagai mantan pemimpin hedge fund kripto yang sangat terkenal, Su Zhu kini menghadapi ujian hukum karena sengketa aset.
Pengendali likuidasi memegang jejak, pertemuan di gedung menjadi celah
Petugas likuidasi Teneo terus memantau pergerakan Su Zhu di Singapura. Menurut sumber yang mengetahui, mereka menemukan Su Zhu sering mengadakan pertemuan di rumah mewah di Yishun Avenue, mengundang eksekutif industri kripto. Kegiatan ini justru memberikan petunjuk bagi pengendali likuidasi.
Pada momen penting akhir September 2024, petugas pengendali likuidasi mengamati ada kendaraan yang keluar dari rumah mewah tersebut menuju Bandara Changi. Mereka menduga Su Zhu mungkin ikut dalam kendaraan tersebut, dan segera melaporkannya ke polisi Singapura. Polisi kemudian bertindak di bandara dan berhasil menahan Su Zhu.
Tindak lanjut laporan: pengendali likuidasi berencana melakukan pertemuan paksa
Teneo telah mengajukan izin untuk mengunjungi Su Zhu di Penjara Changi, dengan tujuan mendapatkan informasi penting terkait aset Three Arrows Capital. Jika Su Zhu menolak untuk bekerja sama, tim pengendali likuidasi menyatakan akan mengambil langkah hukum lebih lanjut untuk penegakan paksa.
Ini mencerminkan kompleksitas proses likuidasi—pengendali likuidasi tidak hanya perlu melacak keberadaan pihak bertanggung jawab, tetapi juga harus menggunakan jalur hukum untuk memastikan pengungkapan dan pemulihan aset.
Kyle Davies belum muncul, kasus menunggu penyelesaian
Berbeda dengan Su Zhu yang ditahan, salah satu pendiri Three Arrows Capital, Kyle Davies, hingga saat ini belum diketahui keberadaannya. Industri menduga dia mungkin telah meninggalkan Singapura, tetapi tidak ada informasi pasti tentang keberadaannya. Hal ini menambah kesulitan dalam proses likuidasi.
Penahanan Su Zhu menandai bahwa gelombang likuidasi aset kripto ini memasuki tahap baru, dan pertemuan serta pengungkapan informasi selanjutnya akan langsung mempengaruhi perkembangan kompensasi bagi pihak-pihak yang terdampak oleh Three Arrows Capital.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Su Zhu ditahan di Bandara Changi, gelombang likuidasi Three Arrows Capital semakin memanas
Menurut laporan media, pendiri Three Arrows Capital Su Zhu ditahan oleh otoritas di Bandara Changi, Singapura. Kejadian ini dilaporkan oleh perusahaan konsultan Teneo yang bertanggung jawab atas proses likuidasi. Peristiwa ini terjadi pada akhir September 2024, sudah lebih dari satu tahun yang lalu, tetapi kompleksitas proses likuidasi di baliknya masih menarik perhatian industri. Sebagai mantan pemimpin hedge fund kripto yang sangat terkenal, Su Zhu kini menghadapi ujian hukum karena sengketa aset.
Pengendali likuidasi memegang jejak, pertemuan di gedung menjadi celah
Petugas likuidasi Teneo terus memantau pergerakan Su Zhu di Singapura. Menurut sumber yang mengetahui, mereka menemukan Su Zhu sering mengadakan pertemuan di rumah mewah di Yishun Avenue, mengundang eksekutif industri kripto. Kegiatan ini justru memberikan petunjuk bagi pengendali likuidasi.
Pada momen penting akhir September 2024, petugas pengendali likuidasi mengamati ada kendaraan yang keluar dari rumah mewah tersebut menuju Bandara Changi. Mereka menduga Su Zhu mungkin ikut dalam kendaraan tersebut, dan segera melaporkannya ke polisi Singapura. Polisi kemudian bertindak di bandara dan berhasil menahan Su Zhu.
Tindak lanjut laporan: pengendali likuidasi berencana melakukan pertemuan paksa
Teneo telah mengajukan izin untuk mengunjungi Su Zhu di Penjara Changi, dengan tujuan mendapatkan informasi penting terkait aset Three Arrows Capital. Jika Su Zhu menolak untuk bekerja sama, tim pengendali likuidasi menyatakan akan mengambil langkah hukum lebih lanjut untuk penegakan paksa.
Ini mencerminkan kompleksitas proses likuidasi—pengendali likuidasi tidak hanya perlu melacak keberadaan pihak bertanggung jawab, tetapi juga harus menggunakan jalur hukum untuk memastikan pengungkapan dan pemulihan aset.
Kyle Davies belum muncul, kasus menunggu penyelesaian
Berbeda dengan Su Zhu yang ditahan, salah satu pendiri Three Arrows Capital, Kyle Davies, hingga saat ini belum diketahui keberadaannya. Industri menduga dia mungkin telah meninggalkan Singapura, tetapi tidak ada informasi pasti tentang keberadaannya. Hal ini menambah kesulitan dalam proses likuidasi.
Penahanan Su Zhu menandai bahwa gelombang likuidasi aset kripto ini memasuki tahap baru, dan pertemuan serta pengungkapan informasi selanjutnya akan langsung mempengaruhi perkembangan kompensasi bagi pihak-pihak yang terdampak oleh Three Arrows Capital.