【比推】Amerika data inflasi terus menjadi fokus pasar. Kepala riset pasar Forex.com memperkirakan bahwa pada bulan Desember, pertumbuhan CPI keseluruhan dan inti di Amerika Serikat akan berada di sekitar 2.7% secara tahunan.
Masalahnya adalah—inflasi sudah terjebak. Proses penurunan ke target 2% telah berhenti selama lebih dari satu tahun, CPI keseluruhan berfluktuasi antara 2.3%-3%, sedangkan CPI inti tetap berada di kisaran tinggi 2.5%-2.9%, dan tidak mampu turun secara efektif.
Yang menarik, meskipun inflasi masih di atas target Federal Reserve, fokus pasar belakangan beralih ke pasar tenaga kerja. Kekhawatiran Fed terhadap pasar tenaga kerja dianggap sebagai pertimbangan yang lebih mendesak, yang juga mendukung ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga lebih lanjut. Namun, harapan mungkin harus dikurangi—kemungkinan implisit penurunan suku bunga dana federal pada bulan Maret hanya sekitar 25%, jauh di bawah ekspektasi optimisme pasar sebelumnya.
Gabungan strategi ini berpotensi mempengaruhi harga aset: ketahanan inflasi berarti suku bunga riil mungkin tetap tinggi, sementara perlambatan dalam penurunan suku bunga juga akan mempengaruhi ekspektasi likuiditas pasar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Inflasi terhenti, suku bunga rendah tak kunjung tiba? CPI AS Desember mungkin terjebak dalam kebuntuan
【比推】Amerika data inflasi terus menjadi fokus pasar. Kepala riset pasar Forex.com memperkirakan bahwa pada bulan Desember, pertumbuhan CPI keseluruhan dan inti di Amerika Serikat akan berada di sekitar 2.7% secara tahunan.
Masalahnya adalah—inflasi sudah terjebak. Proses penurunan ke target 2% telah berhenti selama lebih dari satu tahun, CPI keseluruhan berfluktuasi antara 2.3%-3%, sedangkan CPI inti tetap berada di kisaran tinggi 2.5%-2.9%, dan tidak mampu turun secara efektif.
Yang menarik, meskipun inflasi masih di atas target Federal Reserve, fokus pasar belakangan beralih ke pasar tenaga kerja. Kekhawatiran Fed terhadap pasar tenaga kerja dianggap sebagai pertimbangan yang lebih mendesak, yang juga mendukung ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga lebih lanjut. Namun, harapan mungkin harus dikurangi—kemungkinan implisit penurunan suku bunga dana federal pada bulan Maret hanya sekitar 25%, jauh di bawah ekspektasi optimisme pasar sebelumnya.
Gabungan strategi ini berpotensi mempengaruhi harga aset: ketahanan inflasi berarti suku bunga riil mungkin tetap tinggi, sementara perlambatan dalam penurunan suku bunga juga akan mempengaruhi ekspektasi likuiditas pasar.