Jujur saja, selama beberapa tahun di dunia kripto, saya telah melihat banyak orang yang mengalami kerugian total, yang menarik adalah—kerugian terburuk biasanya bukan karena modal kecil, melainkan justru dari mereka yang menganggap diri "pintar".
Saya mengenal banyak pemula, yang dengan uang beberapa ribu masuk ke pasar, setiap hari memperhatikan grafik K, mengikuti tren, bermain leverage, hasilnya belum sempat pasar bergerak, modal sudah hilang duluan. Baru kemudian saya mengerti, bermain dengan modal kecil bukan untuk menjadi kaya mendadak, melainkan untuk bertahan hidup. Dengan bertahan hidup, baru bisa menunggu peluang.
**Jangan anggap pasar sebagai meja judi, harus belajar untuk "bodoh" sedikit**
Hal yang paling ditakuti oleh modal kecil adalah—sering melakukan transaksi. Biaya transaksi tidak mampu ditanggung, mental juga tidak siap. Saya sendiri selama ini membangun tiga aturan mati:
Pertama, hanya melakukan trading pada aset yang tren jelas. Mata uang yang masih dalam proses membangun arah di timeframe harian, meskipun sangat populer, tidak saya sentuh. Mudah masuk, sulit keluar dengan utuh.
Kedua, harus memperhatikan volume transaksi. Kenaikan tanpa volume adalah palsu, terdengar berisiko besar, padahal sebenarnya lebih berbahaya. Masuk, tapi terjebak di posisi tinggi dan tidak bisa keluar, rasanya sangat putus asa.
Ketiga, jangan terpengaruh cerita-cerita manis. Tim proyek memuji-muji sampai langit, lalu apa? Jika harga menembus garis moving average penting, langsung harus keluar, jangan berharap ada keberuntungan.
Peluang pasar selalu ada, tapi modal kamu hanya sebesar ini. Kehilangan karena melewatkan kenaikan tidaklah mengerikan, kerugian karena salah keputusan yang menghabiskan modal adalah yang mematikan.
**Stop loss? Itu adalah alat untuk bertahan hidup**
Perbedaan terbesar antara pemula dan trader berpengalaman bukanlah kemampuan membaca grafik, melainkan seberapa keras mereka terhadap diri sendiri. Banyak orang yang menanggung kerugian besar dan tidak mau mengaku kalah, bahkan berkata "nanti rebound pasti balik modal". Tapi trader yang bertahan sampai sekarang mengerti satu hal—stop loss tidak bisa dinegosikan.
Pendekatan saya sangat kasar:
Jika penutupan harga di bawah garis moving average 60 hari (harian), keesokan harinya saat harga pembukaan muncul, langsung keluar. Tidak peduli apa yang akan terjadi selanjutnya, tidak bertaruh pada rebound.
Set stop loss pada satu posisi—jangan pernah melebihi 10% dari total modal. Dengan cara ini, meskipun kalah sepuluh kali berturut-turut, akun masih tetap ada, dan ada peluang untuk bangkit kembali.
Jangan ragu untuk memotong kerugian. Selama posisi masih di tangan, kapan saja bisa masuk lagi. Tapi jika akun benar-benar habis, peluang hilang sama sekali.
**Setelah mendapatkan uang, hal pertama yang dilakukan adalah menariknya**
Modal kecil harus diperbesar, bunga majemuk terlihat menggoda, tapi rahasianya bukan pada seberapa besar keuntungan sekali jalan, melainkan seberapa stabil keuntungan tersebut.
Misalnya, dalam satu tren pasar saya mendapatkan keuntungan 50%, kebiasaan saya adalah langsung menarik keuntungan tersebut. Terlihat konservatif? Tapi inilah alasan mengapa akun saya tetap hidup. Kebanyakan orang mati karena serakah—selalu ingin mendapatkan lebih banyak lagi, hasilnya saat pasar berbalik, keuntungan diambil, modal pun ikut terkubur.
Setelah pasar tenang, gunakan modal tersebut untuk mencari peluang berikutnya. Dengan cara ini, modal kamu akan terus bertambah, dan stabilitas akun pun terjaga.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
11 Suka
Hadiah
11
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
SchrodingerAirdrop
· 01-09 01:45
Wah, ini baru benar-benar jujur. Mereka yang selalu teriak-teriak mau lipat ganda, sekarang sudah ke mana saja
Lihat AsliBalas0
NotGonnaMakeIt
· 01-08 20:11
Benar sekali, kita harus tetap hidup. Mereka yang setiap hari menggunakan leverage untuk trading jangka pendek, suatu saat pasti akan jatuh.
Lihat AsliBalas0
GasFeeDodger
· 01-07 05:52
Mereka terlalu menyakitimu, semua orang di sekitarku yang setiap hari berteriak tentang penggandaan hilang semua
Lihat AsliBalas0
FloorSweeper
· 01-07 05:44
ngl ini persis alasan mengapa sebagian besar tangan kertas ritel terlikuidasi... mereka pikir mereka lebih pintar dari pasar lmao
Lihat AsliBalas0
MerkleDreamer
· 01-07 05:42
Sial, benar sekali, sudah terlalu banyak yang terlalu pintar sendiri dan akhirnya diajari pasar untuk menjadi orang yang lebih baik
Lihat AsliBalas0
MevHunter
· 01-07 05:30
Benar sekali, orang yang merasa paling pintar akan mati paling cepat, tidak ada salahnya.
Jujur saja, selama beberapa tahun di dunia kripto, saya telah melihat banyak orang yang mengalami kerugian total, yang menarik adalah—kerugian terburuk biasanya bukan karena modal kecil, melainkan justru dari mereka yang menganggap diri "pintar".
Saya mengenal banyak pemula, yang dengan uang beberapa ribu masuk ke pasar, setiap hari memperhatikan grafik K, mengikuti tren, bermain leverage, hasilnya belum sempat pasar bergerak, modal sudah hilang duluan. Baru kemudian saya mengerti, bermain dengan modal kecil bukan untuk menjadi kaya mendadak, melainkan untuk bertahan hidup. Dengan bertahan hidup, baru bisa menunggu peluang.
**Jangan anggap pasar sebagai meja judi, harus belajar untuk "bodoh" sedikit**
Hal yang paling ditakuti oleh modal kecil adalah—sering melakukan transaksi. Biaya transaksi tidak mampu ditanggung, mental juga tidak siap. Saya sendiri selama ini membangun tiga aturan mati:
Pertama, hanya melakukan trading pada aset yang tren jelas. Mata uang yang masih dalam proses membangun arah di timeframe harian, meskipun sangat populer, tidak saya sentuh. Mudah masuk, sulit keluar dengan utuh.
Kedua, harus memperhatikan volume transaksi. Kenaikan tanpa volume adalah palsu, terdengar berisiko besar, padahal sebenarnya lebih berbahaya. Masuk, tapi terjebak di posisi tinggi dan tidak bisa keluar, rasanya sangat putus asa.
Ketiga, jangan terpengaruh cerita-cerita manis. Tim proyek memuji-muji sampai langit, lalu apa? Jika harga menembus garis moving average penting, langsung harus keluar, jangan berharap ada keberuntungan.
Peluang pasar selalu ada, tapi modal kamu hanya sebesar ini. Kehilangan karena melewatkan kenaikan tidaklah mengerikan, kerugian karena salah keputusan yang menghabiskan modal adalah yang mematikan.
**Stop loss? Itu adalah alat untuk bertahan hidup**
Perbedaan terbesar antara pemula dan trader berpengalaman bukanlah kemampuan membaca grafik, melainkan seberapa keras mereka terhadap diri sendiri. Banyak orang yang menanggung kerugian besar dan tidak mau mengaku kalah, bahkan berkata "nanti rebound pasti balik modal". Tapi trader yang bertahan sampai sekarang mengerti satu hal—stop loss tidak bisa dinegosikan.
Pendekatan saya sangat kasar:
Jika penutupan harga di bawah garis moving average 60 hari (harian), keesokan harinya saat harga pembukaan muncul, langsung keluar. Tidak peduli apa yang akan terjadi selanjutnya, tidak bertaruh pada rebound.
Set stop loss pada satu posisi—jangan pernah melebihi 10% dari total modal. Dengan cara ini, meskipun kalah sepuluh kali berturut-turut, akun masih tetap ada, dan ada peluang untuk bangkit kembali.
Jangan ragu untuk memotong kerugian. Selama posisi masih di tangan, kapan saja bisa masuk lagi. Tapi jika akun benar-benar habis, peluang hilang sama sekali.
**Setelah mendapatkan uang, hal pertama yang dilakukan adalah menariknya**
Modal kecil harus diperbesar, bunga majemuk terlihat menggoda, tapi rahasianya bukan pada seberapa besar keuntungan sekali jalan, melainkan seberapa stabil keuntungan tersebut.
Misalnya, dalam satu tren pasar saya mendapatkan keuntungan 50%, kebiasaan saya adalah langsung menarik keuntungan tersebut. Terlihat konservatif? Tapi inilah alasan mengapa akun saya tetap hidup. Kebanyakan orang mati karena serakah—selalu ingin mendapatkan lebih banyak lagi, hasilnya saat pasar berbalik, keuntungan diambil, modal pun ikut terkubur.
Setelah pasar tenang, gunakan modal tersebut untuk mencari peluang berikutnya. Dengan cara ini, modal kamu akan terus bertambah, dan stabilitas akun pun terjaga.