Laporan kinerja awal tahun 2025 Telegram cukup menarik—pendapatan selama semester pertama mencapai 8,7 miliar dolar AS, meningkat 65% dibandingkan tahun sebelumnya, dan target tahunan langsung mengarah ke angka 20 miliar dolar AS. Dari segi keuangan, proses komersialisasi raksasa komunikasi ini memang sedang mempercepat.
Namun ada satu kekuatan pendorong utama yang patut diperhatikan: ekosistem TON. Berdasarkan data laporan keuangan, sekitar 3 miliar dolar AS pendapatan di semester pertama berasal dari kerjasama terkait TON—termasuk pembagian hasil iklan, integrasi dompet, aplikasi pembayaran, dan lain-lain. Dengan kata lain, Toncoin telah menjadi mesin utama pertumbuhan pendapatan Telegram.
Masalahnya, performa harga TON selama beberapa bulan terakhir cukup menyakitkan. Penurunan tajam sebesar 69%, langsung membuat perusahaan kembali ke posisi rugi dari posisi laba. Ini cukup memalukan—pendapatan meningkat, tetapi karena fluktuasi aset, laporan keuangan malah menunjukkan angka negatif.
Lebih rumit lagi, Telegram saat ini harus menghadapi dua masalah sekaligus: obligasi Rusia senilai 5 miliar dolar AS dibekukan oleh sanksi Barat, sehingga kemajuan IPO juga terhambat; selain itu CEO juga sedang menjalani penyelidikan. Ketiga tekanan ini saling bertumpuk, dan jalur IPO memang penuh ketidakpastian.
Bagi mereka yang mengikuti ekosistem TON dan perkembangan Telegram, situasi ini sangat menarik untuk diamati lebih lanjut. Keberlanjutan pertumbuhan pendapatan, stabilitas harga token, serta terobosan di bidang regulasi, semuanya akan mempengaruhi valuasi dan proses pendanaan di masa mendatang.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
12 Suka
Hadiah
12
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
ContractFreelancer
· 5jam yang lalu
TON penurunan sebesar 69% ini benar-benar luar biasa, angka pendapatan terlihat bagus di atas kertas tetapi tetap rugi... Inilah bagian yang paling menyakitkan
Lihat AsliBalas0
SelfCustodyIssues
· 01-06 17:46
ton跌69% langsung gagal, ini jadi memalukan
Apakah TON bisa stabil, rasanya seluruh komersialisasi tg bergantung pada ekosistem
Pertumbuhan pendapatan adalah ilusi, kerugian di buku adalah kenyataan
IPO masih jauh, pengawasan ini benar-benar menjengkelkan
Fluktuasi harga koin mempengaruhi laporan keuangan, logika siapa yang merancang ini
tg ingin bangkit kembali dengan ton, sekarang malah tertinggal oleh ton
Obligasi 5 miliar dibekukan, CEO masih dalam penyelidikan, hari-hari ini sulit dijalani
Lihat AsliBalas0
ZenMiner
· 01-06 17:28
TON这波69%的跌幅,真的绝了...营收漂亮但币价拖后腿,这账面得多难看啊
IPO之路确实悬,制裁加调查,Telegram sekarang adalah di dalam dan di luar sama-sama terhambat
3亿美元的TON贡献度这么高,说明 ekosistem masih ada yang benar-benar berarti, tinggal lihat apakah bisa menjaga stabilitas harga token
5亿冻结加CEO查证,这组合拳有点狠...短期估计没戏了
营收65%增长听着爽,可币价一崩全白搭,这就是 crypto 的现状吧
Lihat AsliBalas0
TheMemefather
· 01-06 17:28
TON dengan penurunan 69% ini benar-benar luar biasa, pendapatan yang meningkat secepat apa pun tidak mampu menahan fluktuasi harga koin yang seperti ini... Kerugian di buku memang benar-benar ironis
Laporan kinerja awal tahun 2025 Telegram cukup menarik—pendapatan selama semester pertama mencapai 8,7 miliar dolar AS, meningkat 65% dibandingkan tahun sebelumnya, dan target tahunan langsung mengarah ke angka 20 miliar dolar AS. Dari segi keuangan, proses komersialisasi raksasa komunikasi ini memang sedang mempercepat.
Namun ada satu kekuatan pendorong utama yang patut diperhatikan: ekosistem TON. Berdasarkan data laporan keuangan, sekitar 3 miliar dolar AS pendapatan di semester pertama berasal dari kerjasama terkait TON—termasuk pembagian hasil iklan, integrasi dompet, aplikasi pembayaran, dan lain-lain. Dengan kata lain, Toncoin telah menjadi mesin utama pertumbuhan pendapatan Telegram.
Masalahnya, performa harga TON selama beberapa bulan terakhir cukup menyakitkan. Penurunan tajam sebesar 69%, langsung membuat perusahaan kembali ke posisi rugi dari posisi laba. Ini cukup memalukan—pendapatan meningkat, tetapi karena fluktuasi aset, laporan keuangan malah menunjukkan angka negatif.
Lebih rumit lagi, Telegram saat ini harus menghadapi dua masalah sekaligus: obligasi Rusia senilai 5 miliar dolar AS dibekukan oleh sanksi Barat, sehingga kemajuan IPO juga terhambat; selain itu CEO juga sedang menjalani penyelidikan. Ketiga tekanan ini saling bertumpuk, dan jalur IPO memang penuh ketidakpastian.
Bagi mereka yang mengikuti ekosistem TON dan perkembangan Telegram, situasi ini sangat menarik untuk diamati lebih lanjut. Keberlanjutan pertumbuhan pendapatan, stabilitas harga token, serta terobosan di bidang regulasi, semuanya akan mempengaruhi valuasi dan proses pendanaan di masa mendatang.