Pengujian Rebound Setelah Rekor Tertinggi - Menunggu Pemotongan Suku Bunga dan Permintaan Aset Aman Diperkirakan Membatasi Penurunan - Mencatat Tahun Terbaik dalam 45 Tahun dengan Imbal Hasil 70% per Tahun
Pada hari Senin di pasar Asia, harga emas(XAU/USD) mencapai puncaknya di sekitar 4.550 dolar setelah mencatatkan rekor tertinggi, kemudian menunjukkan penurunan parsial karena munculnya aksi jual untuk mengamankan keuntungan. Hal ini diperkirakan dipengaruhi oleh berkurangnya ekspektasi berlebihan terhadap kenaikan harga emas menjelang libur akhir tahun dan tahun baru. Selain itu, prospek penguatan dolar juga dapat menjadi faktor negatif bagi harga emas, sehingga berpotensi menimbulkan beban yang lebih besar bagi investor dalam mata uang asing.
Meskipun mengalami koreksi jangka pendek, emas tetap menunjukkan tren kenaikan selama 2025 sebesar 70%, mencapai kinerja tahunan terbaik sejak 1979. Dengan Federal Reserve(Fed) yang mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga tahun depan, diperkirakan harga emas tidak akan turun secara signifikan. Penurunan suku bunga akan mengurangi biaya peluang dari memegang emas, yang tidak memberikan dividen, sehingga aset seperti emas menjadi lebih menarik. Selain itu, ketidakstabilan geopolitik yang terus berlanjut juga dapat meningkatkan nilai emas sebagai aset perlindungan tradisional.
Tren Teknis dan Perspektif Investasi Emas: Resistance dan Support
Harga emas secara jangka pendek sedang mengalami penurunan, tetapi tren kenaikan jangka menengah tetap utuh. Emas bergerak stabil di atas indikator Moving Average(EMA) 100 hari, dan Bollinger Bands menunjukkan potensi kenaikan lebih lanjut. Namun, Relative Strength Index(RSI) yang melewati 70 dan mendekati level tertinggi menunjukkan bahwa mungkin diperlukan fase koreksi sebelum melanjutkan rally kenaikan berikutnya.
Level harga yang perlu diperhatikan oleh investor emas adalah sebagai berikut. Rekor tertinggi di 4.550 dolar akan menjadi resistance jangka pendek, dan jika ditembus, target psikologis di 4.600 dolar dapat dicapai. Support pertama berada di 4.430 dolar, yaitu titik terendah pada 23 Desember, dan jika ditembus, kemungkinan harga akan turun ke 4.338 dolar pada 22 Desember dan 4.300 dolar pada 17 Desember.
Kondisi Ekonomi dan Latar Belakang Pemilihan Strategi Investasi Emas
Kebijakan moneter Federal Reserve merupakan variabel utama dalam pengambilan keputusan investasi emas. Tahun ini, Fed telah menurunkan suku bunga sebanyak tiga kali, dan pasar memperkirakan adanya dua kali penurunan lagi tahun depan. Menurut alat analisis futures Federal Open Market Committee(FOMC) dari CME, probabilitas penurunan suku bunga diperkirakan sebesar 18,3%.
Sinyal pasar tenaga kerja juga tidak bisa diabaikan. Klaim pengangguran mingguan di AS pada akhir pekan lalu tercatat sebanyak 214.000, lebih baik dari perkiraan. Hal ini menunjukkan pasar tenaga kerja yang semakin solid dan dapat mempengaruhi kebijakan Fed ke depan.
Risiko geopolitik juga tetap ada. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa ada kemajuan signifikan dalam negosiasi damai dengan Ukraina, tetapi belum ada kemajuan terkait masalah wilayah. Ketidakpastian ini berpotensi terus mendukung permintaan terhadap emas sebagai aset aman.
Harga emas saat ini tetap kuat secara fundamental, tetapi indikator teknis yang overbought menunjukkan adanya risiko koreksi jangka pendek. Kombinasi prospek penurunan suku bunga pada 2026 dan preferensi terhadap aset aman dapat menjadi faktor positif jangka panjang untuk investasi emas.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Emas, setelah mencatat rekor baru, sedikit penyesuaian sebagai langkah pengamanan keuntungan
Pengujian Rebound Setelah Rekor Tertinggi - Menunggu Pemotongan Suku Bunga dan Permintaan Aset Aman Diperkirakan Membatasi Penurunan - Mencatat Tahun Terbaik dalam 45 Tahun dengan Imbal Hasil 70% per Tahun
Pada hari Senin di pasar Asia, harga emas(XAU/USD) mencapai puncaknya di sekitar 4.550 dolar setelah mencatatkan rekor tertinggi, kemudian menunjukkan penurunan parsial karena munculnya aksi jual untuk mengamankan keuntungan. Hal ini diperkirakan dipengaruhi oleh berkurangnya ekspektasi berlebihan terhadap kenaikan harga emas menjelang libur akhir tahun dan tahun baru. Selain itu, prospek penguatan dolar juga dapat menjadi faktor negatif bagi harga emas, sehingga berpotensi menimbulkan beban yang lebih besar bagi investor dalam mata uang asing.
Meskipun mengalami koreksi jangka pendek, emas tetap menunjukkan tren kenaikan selama 2025 sebesar 70%, mencapai kinerja tahunan terbaik sejak 1979. Dengan Federal Reserve(Fed) yang mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga tahun depan, diperkirakan harga emas tidak akan turun secara signifikan. Penurunan suku bunga akan mengurangi biaya peluang dari memegang emas, yang tidak memberikan dividen, sehingga aset seperti emas menjadi lebih menarik. Selain itu, ketidakstabilan geopolitik yang terus berlanjut juga dapat meningkatkan nilai emas sebagai aset perlindungan tradisional.
Tren Teknis dan Perspektif Investasi Emas: Resistance dan Support
Harga emas secara jangka pendek sedang mengalami penurunan, tetapi tren kenaikan jangka menengah tetap utuh. Emas bergerak stabil di atas indikator Moving Average(EMA) 100 hari, dan Bollinger Bands menunjukkan potensi kenaikan lebih lanjut. Namun, Relative Strength Index(RSI) yang melewati 70 dan mendekati level tertinggi menunjukkan bahwa mungkin diperlukan fase koreksi sebelum melanjutkan rally kenaikan berikutnya.
Level harga yang perlu diperhatikan oleh investor emas adalah sebagai berikut. Rekor tertinggi di 4.550 dolar akan menjadi resistance jangka pendek, dan jika ditembus, target psikologis di 4.600 dolar dapat dicapai. Support pertama berada di 4.430 dolar, yaitu titik terendah pada 23 Desember, dan jika ditembus, kemungkinan harga akan turun ke 4.338 dolar pada 22 Desember dan 4.300 dolar pada 17 Desember.
Kondisi Ekonomi dan Latar Belakang Pemilihan Strategi Investasi Emas
Kebijakan moneter Federal Reserve merupakan variabel utama dalam pengambilan keputusan investasi emas. Tahun ini, Fed telah menurunkan suku bunga sebanyak tiga kali, dan pasar memperkirakan adanya dua kali penurunan lagi tahun depan. Menurut alat analisis futures Federal Open Market Committee(FOMC) dari CME, probabilitas penurunan suku bunga diperkirakan sebesar 18,3%.
Sinyal pasar tenaga kerja juga tidak bisa diabaikan. Klaim pengangguran mingguan di AS pada akhir pekan lalu tercatat sebanyak 214.000, lebih baik dari perkiraan. Hal ini menunjukkan pasar tenaga kerja yang semakin solid dan dapat mempengaruhi kebijakan Fed ke depan.
Risiko geopolitik juga tetap ada. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa ada kemajuan signifikan dalam negosiasi damai dengan Ukraina, tetapi belum ada kemajuan terkait masalah wilayah. Ketidakpastian ini berpotensi terus mendukung permintaan terhadap emas sebagai aset aman.
Harga emas saat ini tetap kuat secara fundamental, tetapi indikator teknis yang overbought menunjukkan adanya risiko koreksi jangka pendek. Kombinasi prospek penurunan suku bunga pada 2026 dan preferensi terhadap aset aman dapat menjadi faktor positif jangka panjang untuk investasi emas.