Investor pemula sering bertanya, mengapa saham ini naik tajam hari ini, tetapi besok turun lagi? Jawaban sederhananya adalah permintaan dan penawaran berubah. Ini adalah prinsip dasar yang harus diketahui semua orang sebelum duduk di depan layar dan melihat grafik saham.
Aturan pertama: Apa itu permintaan dan apa itu penawaran
Kalau mau bicara langsung permintaan adalah jumlah pembeli, dan penawaran adalah jumlah penjual.
Ketika pembeli lebih banyak daripada penjual, harga akan naik. Sebaliknya, jika penjual lebih banyak daripada pembeli, harga akan turun. Ini adalah permainan sederhana, tetapi membuat orang kehilangan jutaan rupiah setiap hari.
Apa itu Kurva Permintaan (Demand Curve)?
Kurva ini menunjukkan hubungan antara harga dan jumlah yang diinginkan pembeli. Ketika harga rendah → orang ingin membeli lebih banyak. Ketika harga tinggi → orang ingin membeli lebih sedikit. (Ini adalah Efek Pendapatan (Income Effect))
Selain itu juga ada Efek Substitusi - ketika harga saham ini naik menjadi mahal, pembeli mungkin beralih membeli saham lain yang lebih murah.
Faktor yang menyebabkan permintaan berubah:
Berita baik/berita buruk tentang perusahaan
Laporan keuangan yang berbeda dari perkiraan
Perubahan suku bunga (Jika suku rendah → lebih banyak dana untuk investasi)
Kepercayaan pasar secara umum
Berita politik dan ekonomi makro
Kurva Penawaran (Supply Curve): Apa yang dipikirkan penjual?
Sebaliknya - kurva ini menunjukkan bahwa semakin tinggi harga, semakin ingin penjual menjual. Semakin rendah harga, penjual semakin enggan melepas saham.
Faktor yang menyebabkan penawaran berubah:
Perusahaan memutuskan buyback saham (Buyback) → penawaran berkurang
IPO baru → penawaran meningkat
Pemegang saham besar ingin menjual
Biaya produksi berubah
Kebijakan pajak dan regulasi
Keseimbangan (Equilibrium) - Di titik mana harga akan berhenti?
Ini adalah titik di mana kurva permintaan dan penawaran bertemu - harga yang “adil” menurut pasar.
Jika harga di atas keseimbangan:
Penjual melihat harga mahal → ingin menjual lebih banyak
Pembeli melihat mahal → ingin membeli lebih sedikit
Hasilnya = kelebihan pasokan ✓ Harga menyesuaikan turun
Jika harga di bawah keseimbangan:
Pembeli melihat harga murah → ingin membeli lebih banyak
Penjual melihat harga rendah → ingin menjual lebih sedikit
Hasilnya = kekurangan saham ✓ Harga naik
Sistem pasar selalu “mengarah ke” keseimbangan secara otomatis.
Variabel utama yang menentukan permintaan dan penawaran adalah apa?
Permintaan di pasar keuangan: Siapa yang membeli saham?
Berita ekonomi makro - Inflasi, suku bunga, GDP negara → berpengaruh langsung terhadap permintaan saham
Likuiditas uang - Ketika bank sentral mengeluarkan lebih banyak likuiditas → investor punya lebih banyak uang untuk investasi
Kepercayaan - Jika CEO perusahaan mengumumkan berita baik, atau harga Bitcoin tinggi → kepercayaan tinggi → beli saham lebih banyak
Laporan keuangan - Jika perusahaan laba bagus → investor bersedia membeli di harga tinggi
Permintaan di pasar keuangan: Siapa yang menjual saham?
Kebijakan perusahaan - Buyback vs peningkatan modal → mempengaruhi penawaran
IPO baru - Ketika perusahaan baru masuk pasar → penawaran meningkat
Biaya produksi - Jika biaya tinggi → perusahaan ingin menaikkan harga saham → orang cenderung ingin membeli lebih banyak
Regulasi - Masa Diam (Silent Period) setelah IPO membatasi penjualan → penawaran berkurang
Nilai tukar mata uang - Jika rupiah melemah → biaya impor tinggi → berita buruk untuk saham
Bagaimana faktor-faktor ini bekerja?
Contoh: ekonomi baik (Faktor permintaan) + perusahaan melakukan buyback (Faktor penawaran berkurang) = harga saham melonjak karena kedua faktor ini searah
Permintaan, Penawaran, dan angka di pasar nyata
Analisis fundamental (Fundamental)
Saham adalah “produk” alami, jadi aturan permintaan dan penawaran berlaku.
Ketika berita mengatakan “Perusahaan ABC diperkirakan tumbuh 50% tahun depan”:
Pembeli ingin masuk → permintaan meningkat
Penjual melihat saham mahal → penawaran berkurang
Hasilnya = harga naik
Sebaliknya, jika berita mengatakan “Perusahaan ABC diperkirakan akan merugi”:
Pembeli menahan diri → permintaan berkurang
Penjual cepat-cepat menjual → penawaran meningkat
Hasilnya = harga turun
Analisis teknikal (Technical)
Namun, grafik yang dibuat berbeda dari perhitungan uang dari permintaan dan penawaran.
Lilin merah (harga penutupan < pembukaan) = penawaran menang → harga turun
Doji (pembukaan ≈ penutupan) = kedua pihak seimbang → harga bisa berbalik
2) Analisis Tren
Jika saham membuat titik tertinggi baru terus-menerus = permintaan masih kuat → risiko turun
Jika saham membuat titik terendah baru terus-menerus = penawaran masih kuat → risiko naik
Jika harga berfluktuasi di kisaran = kedua pihak seimbang → tunggu sinyal baru
3) Support & Resistance
Resistance = penawaran menunggu → orang menjual di level ini
Support = permintaan menunggu → orang membeli di level ini
Menggunakan Demand Supply Zone untuk trading nyata
Ini adalah cara trader profesional bekerja - mencari area di mana permintaan dan penawaran tidak seimbang, lalu menunggu momen yang tepat.
Model 1: Demand Zone Drop Base Rally (DBR)
Cerita:
Pertama: harga turun tajam → menunjukkan penawaran berlebih
Kedua: harga berhenti berfluktuasi → kedua pihak bertemu
Ketiga: berita baik datang → permintaan menang → harga naik
Cara trading: Beli saat harga keluar dari area konsolidasi, pasang stop-loss di bawahnya.
Model 2: Supply Zone Rally Base Drop (RBD)
Cerita:
Pertama: harga naik tajam → permintaan berlebih
Kedua: harga berhenti berfluktuasi → investor sebagian cepat menjual
Ketiga: berita buruk datang → penawaran menang → harga turun
Cara trading: Jual saat harga keluar dari area konsolidasi, pasang stop-loss di atasnya.
Model 3: Rally Base Rally (RBR) - mengikuti tren naik
Cerita:
Harga naik → berhenti berfluktuasi → naik lagi
Maknanya = permintaan masih kuat, penawaran belum menang
Cara trading: Beli saat harga menembus resistance atas dari area konsolidasi.
Model 4: Drop Base Drop (DBD) - mengikuti tren turun
Cerita:
Harga turun → berhenti berfluktuasi → turun lagi
Maknanya = penawaran masih kuat, permintaan belum menang
Cara trading: Jual saat harga menembus support bawah dari area konsolidasi.
Kesimpulan
Permintaan dan penawaran tidak rumit. Hanya membandingkan “jumlah pembeli” dengan “jumlah penjual”. Tapi kesederhanaan ini yang sering membuat trader pemula rugi karena tidak melihat kenyataannya.
Setiap trader harus belajar:
Faktor apa yang menggerakkan permintaan
Faktor apa yang menggerakkan penawaran
Titik mana yang merupakan keseimbangan
Kapan ketidakseimbangan akan “meledak”
Teori ini sederhana, tapi harus dilatih secara nyata - coba lihat harga Bitcoin, Emas, atau Indeks SET untuk melihat langsung permintaan dan penawaran, lalu pahami ke mana harga akan bergerak, bukan mengikuti ke mana harga pergi secara asal.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Jika ingin menarik uang di pasar saham, harus memahami "permintaan dan penawaran" secara mendalam
Investor pemula sering bertanya, mengapa saham ini naik tajam hari ini, tetapi besok turun lagi? Jawaban sederhananya adalah permintaan dan penawaran berubah. Ini adalah prinsip dasar yang harus diketahui semua orang sebelum duduk di depan layar dan melihat grafik saham.
Aturan pertama: Apa itu permintaan dan apa itu penawaran
Kalau mau bicara langsung permintaan adalah jumlah pembeli, dan penawaran adalah jumlah penjual.
Ketika pembeli lebih banyak daripada penjual, harga akan naik. Sebaliknya, jika penjual lebih banyak daripada pembeli, harga akan turun. Ini adalah permainan sederhana, tetapi membuat orang kehilangan jutaan rupiah setiap hari.
Apa itu Kurva Permintaan (Demand Curve)?
Kurva ini menunjukkan hubungan antara harga dan jumlah yang diinginkan pembeli. Ketika harga rendah → orang ingin membeli lebih banyak. Ketika harga tinggi → orang ingin membeli lebih sedikit. (Ini adalah Efek Pendapatan (Income Effect))
Selain itu juga ada Efek Substitusi - ketika harga saham ini naik menjadi mahal, pembeli mungkin beralih membeli saham lain yang lebih murah.
Faktor yang menyebabkan permintaan berubah:
Kurva Penawaran (Supply Curve): Apa yang dipikirkan penjual?
Sebaliknya - kurva ini menunjukkan bahwa semakin tinggi harga, semakin ingin penjual menjual. Semakin rendah harga, penjual semakin enggan melepas saham.
Faktor yang menyebabkan penawaran berubah:
Keseimbangan (Equilibrium) - Di titik mana harga akan berhenti?
Ini adalah titik di mana kurva permintaan dan penawaran bertemu - harga yang “adil” menurut pasar.
Jika harga di atas keseimbangan:
Jika harga di bawah keseimbangan:
Sistem pasar selalu “mengarah ke” keseimbangan secara otomatis.
Variabel utama yang menentukan permintaan dan penawaran adalah apa?
Permintaan di pasar keuangan: Siapa yang membeli saham?
Permintaan di pasar keuangan: Siapa yang menjual saham?
Bagaimana faktor-faktor ini bekerja?
Contoh: ekonomi baik (Faktor permintaan) + perusahaan melakukan buyback (Faktor penawaran berkurang) = harga saham melonjak karena kedua faktor ini searah
Permintaan, Penawaran, dan angka di pasar nyata
Analisis fundamental (Fundamental)
Saham adalah “produk” alami, jadi aturan permintaan dan penawaran berlaku.
Ketika berita mengatakan “Perusahaan ABC diperkirakan tumbuh 50% tahun depan”:
Sebaliknya, jika berita mengatakan “Perusahaan ABC diperkirakan akan merugi”:
Analisis teknikal (Technical)
Namun, grafik yang dibuat berbeda dari perhitungan uang dari permintaan dan penawaran.
1) Pola Candlestick
2) Analisis Tren
3) Support & Resistance
Menggunakan Demand Supply Zone untuk trading nyata
Ini adalah cara trader profesional bekerja - mencari area di mana permintaan dan penawaran tidak seimbang, lalu menunggu momen yang tepat.
Model 1: Demand Zone Drop Base Rally (DBR)
Cerita:
Cara trading: Beli saat harga keluar dari area konsolidasi, pasang stop-loss di bawahnya.
Model 2: Supply Zone Rally Base Drop (RBD)
Cerita:
Cara trading: Jual saat harga keluar dari area konsolidasi, pasang stop-loss di atasnya.
Model 3: Rally Base Rally (RBR) - mengikuti tren naik
Cerita:
Cara trading: Beli saat harga menembus resistance atas dari area konsolidasi.
Model 4: Drop Base Drop (DBD) - mengikuti tren turun
Cerita:
Cara trading: Jual saat harga menembus support bawah dari area konsolidasi.
Kesimpulan
Permintaan dan penawaran tidak rumit. Hanya membandingkan “jumlah pembeli” dengan “jumlah penjual”. Tapi kesederhanaan ini yang sering membuat trader pemula rugi karena tidak melihat kenyataannya.
Setiap trader harus belajar:
Teori ini sederhana, tapi harus dilatih secara nyata - coba lihat harga Bitcoin, Emas, atau Indeks SET untuk melihat langsung permintaan dan penawaran, lalu pahami ke mana harga akan bergerak, bukan mengikuti ke mana harga pergi secara asal.