Dari teori ke trading nyata: Overbought Oversold adalah kunci yang tak terpisahkan

Jika Anda masih trading hanya berdasarkan perasaan dan insting, disarankan untuk mempelajari tentang Overbought Oversold terlebih dahulu. Ini adalah alat yang membantu Anda menghindari membeli terlalu mahal atau menjual terlalu murah secara sistematis.

Makna sebenarnya dari Overbought Oversold

Overbought Oversold adalah analisis teknikal yang menggunakan indikator untuk mengukur apakah harga saat ini terlalu banyak dibeli atau dijual dibandingkan dengan riwayat harga dan volume trading. Ketika indikator memberi sinyal bahwa harga memasuki zona ini, menunjukkan kemungkinan terjadinya (Reversal).

Secara sederhana:

  • Oversold = harga terlalu murah, terlalu banyak dijual, membeli mungkin menguntungkan
  • Overbought = harga terlalu mahal, terlalu banyak dibeli, menjual mungkin menguntungkan

Kondisi Oversold: saat pasar menjual secara panik

Kondisi Oversold terjadi ketika tekanan jual membuat harga turun di bawah level yang seharusnya, terlalu jauh. Biasanya saat memasuki kondisi ini, tekanan jual mulai melemah dan pembeli mulai masuk untuk “mengambil barang dengan harga murah”, sehingga harga cenderung rebound.

Deteksi kondisi Oversold menggunakan indikator Oscillator seperti:

  • RSI di bawah 30 = sinyal Oversold kuat
  • Stochastic Oscillator (%K) di bawah 20 = sinyal Oversold

Jika melihat sinyal ini, jangan buru-buru menjual karena mungkin sudah terlalu murah. Cari titik beli yang lebih baik.

Kondisi Overbought: saat pasar membeli dengan FOMO

Berlawanan dengan Oversold, kondisi Overbought adalah saat kekuatan beli terlalu besar sehingga harga naik melebihi level yang seharusnya. Pada saat ini, kekuatan beli mulai melemah dan tekanan jual masuk, sehingga harga cenderung koreksi atau berbalik turun.

Deteksi kondisi Overbought menggunakan indikator Oscillator seperti:

  • RSI di atas 70 = sinyal Overbought
  • Stochastic Oscillator (%K) di atas 80 = sinyal Overbought kuat

Di titik ini, jangan buru-buru membeli lagi. Pembelian di harga tinggi akan berisiko. Cari titik jual yang lebih baik.

Mengenal indikator penting

RSI (Relative Strength Index): indikator kekuatan

RSI mengukur rasio kenaikan terhadap penurunan harga dalam periode tertentu. Rumusnya:

RSI = 100 - (100 / (1 + RS))

di mana RS = rata-rata kenaikan / rata-rata penurunan (biasanya 14 hari)

Nilai RSI berkisar antara 0-100 yang menunjukkan:

  • RSI > 70 = Overbought (peringatan)
  • RSI < 30 = Oversold (peluang beli)
  • RSI 30-70 = zona tengah (normal)

Kelebihan RSI adalah mudah digunakan, tetapi harus diingat bahwa RSI hanyalah peringatan, bukan sinyal pasti beli/jual.

Stochastic Oscillator: mengukur posisi harga

Stochastic Oscillator (%K) menunjukkan posisi harga penutupan (Close Price) terhadap rentang High-Low dalam periode tertentu. Perhitungannya:

%K = [(Close - Low 14 hari) / (High 14 hari - Low 14 hari)] × 100

%D = rata-rata %K selama 3 hari terakhir

Nilai %K berkisar 0-100:

  • %K > 80 = Overbought (peringatan)
  • %K < 20 = Oversold (peluang)

Stochastic bagus karena bisa lebih akurat dalam mengidentifikasi titik balik dibanding RSI.

2 strategi trading Overbought Oversold yang serius

1. Mean Reversal: trading saat harga berfluktuasi dalam range

Mean Reversal berasumsi bahwa harga tertinggi dan terendah adalah kejadian sementara, dan harga akan kembali ke “nilai tengah” tanpa lama. Strategi ini paling cocok saat pasar sedang sideways (Sideway), bukan saat tren kuat.

Langkah trading Mean Reversal:

  1. Gunakan MA200 untuk menilai tren

    • Harga di atas MA200 = tren naik
    • Harga di bawah MA200 = tren turun
    • Harga dekat MA200 = sideways (cocok untuk Mean Reversal)
  2. Sesuaikan threshold RSI sesuai tren

    • Dalam tren naik: Overbought di 75, Oversold di 35
    • Karena tren naik biasanya tidak oversold terlalu dalam
  3. Entry di titik ekstrem

    • Tren naik: beli saat RSI menyentuh Oversold (35)
    • Tren turun: jual saat RSI menyentuh Overbought (75)
  4. Tutup posisi saat harga kembali ke MA25 (nilai tengah jangka pendek)

Contoh nyata USDJPY (Timeframe 2H):

  • Harga berfluktuasi di atas MA200
  • RSI di bawah 35 = beli
  • Harga kembali ke MA25 = tutup posisi jual
  • Mendapatkan keuntungan dari rebound

( 2. Divergence: trading saat perubahan tren

Divergence terjadi saat harga membentuk Higher High / Lower Low, tetapi RSI menunjukkan Lower High / Higher Low. Kondisi ini menandakan tren akan berakhir atau berbalik.

Divergence paling efektif saat Overbought/Oversold terjadi bersamaan.

Langkah trading Divergence:

  1. Cari aset dengan tren jelas )tren naik atau turun### dan sinyal pembalikan

    • Contoh: Double Top, Double Bottom, Head & Shoulder
  2. Periksa RSI apakah berlawanan dengan harga

    • Bullish Divergence: harga Lower Low, RSI Higher Low (tren naik)
    • Bearish Divergence: harga Higher High, RSI Lower High (tren turun)
  3. Tunggu konfirmasi dari break resistance/support

    • Misalnya, crossing MA5 sebagai titik masuk
  4. Tutup posisi saat tren melemah atau Divergence berlawanan muncul

Contoh nyata WTI (Timeframe 2H):

  • Harga turun terus, Lower Low
  • RSI di zona Oversold dan mulai Higher Low (Bullish Divergence)
  • Entry saat harga menembus MA25 ke atas
  • Stop loss di Low sebelumnya
  • Target perubahan tren, meraih keuntungan dari rebound

Menyesuaikan dengan karakter masing-masing trader

Penting diingat: batas RSI 70/30 atau Stochastic 80/20 hanyalah (nilai awal) yang umum digunakan, tidak cocok untuk semua aset.

  • Pasar tren kuat: sesuaikan Overbought ke level lebih tinggi (RSI 80-90) karena harga bisa terus naik
  • Pasar sideways: pakai 70/30 standar
  • Crypto sangat volatil: bisa pakai 60/40 karena volatilitas tinggi

Yang terpenting: jangan hanya percaya Overbought Oversold

Overbought Oversold membantu Anda: ✓ Tidak membeli di harga terlalu tinggi ✓ Tidak menjual di harga terlalu murah ✓ Mengambil peluang rebound

Namun, ini bukan sinyal beli/jual yang pasti. Harga bisa tetap di zona Overbought dan terus naik, atau Oversold dan terus turun.

Solusinya: kombinasikan Overbought Oversold dengan:

  • Support/Resistance (Support/Resistance)
  • Garis tren atau Moving Averages
  • Volume (Volume trading)
  • Divergence untuk sinyal pembalikan yang lebih kuat

Gabungkan beberapa alat, akan menghasilkan sinyal yang lebih terpercaya.

Ringkasan

Overbought Oversold adalah alat penting, tapi bukan segalanya. Gunakan dengan tepat bersama analisis lain, dan Anda akan melihat hasil yang lebih baik secara signifikan. Trading bukan hanya berdasarkan perasaan, tetapi sistematis.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)