Banyak orang hanya melihat likuiditas buku saat melihat saham. Tapi inilah masalahnya.
Yang benar-benar diperdagangkan di pasar adalah likuiditas yang tersedia. Keduanya sangat berbeda.
Itulah mengapa terkadang saham besar bisa berfluktuasi sekeras saham kecil. Secara buku terlihat likuiditas cukup, tetapi volume yang benar-benar bisa diperdagangkan? Jauh dari itu. Investor ritel sering tertipu oleh ilusi ini. Institusi besar sudah lama memahami—yang benar-benar mempengaruhi harga bukan angka di buku, tetapi volume yang benar-benar bisa dibeli dan dijual di pasar.
Aset seperti MARA adalah contoh klasik. Terlihat likuiditasnya bagus, tetapi saat diperdagangkan baru sadar: kedalaman likuiditas yang tersedia sebenarnya terbatas. Inilah sebabnya mengapa terkadang satu pesanan besar bisa mengguncang seluruh pasar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
13 Suka
Hadiah
13
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
GasGrillMaster
· 2025-12-31 14:03
Saya harus mengatakan, likuiditas di buku memang hanya kedok, pembunuh sejatinya ada di kedalaman
MARA memang pernah terjebak, terlihat bisa diperdagangkan tetapi slippage-nya luar biasa
Lembaga keuangan sudah lama menelan habis para retail
Satu order turun, seluruh pasar bergetar, ini adalah tanda kedalaman yang tidak cukup
Angka di akun terlihat bagus, tapi apa gunanya, yang penting bisa benar-benar keluar dan berlari
Lihat AsliBalas0
GasWaster
· 2025-12-31 02:51
Angka di buku semuanya menipu, likuiditas yang benar-benar dapat digerakkanlah yang menjadi kunci utama
Lihat AsliBalas0
BtcDailyResearcher
· 2025-12-31 02:42
Sudah saya katakan sebelumnya, data di buku besar hanyalah tipuan, kedalaman sebenarnya adalah kunci utama. MARA yang bisa mengguncang dunia dengan satu transaksi besar, siapa yang berani menaruh semua posisi di sana.
Lihat AsliBalas0
LightningClicker
· 2025-12-31 02:33
Angka di buku hanyalah palsu, yang benar-benar bisa diperdagangkan adalah yang utama
Lihat AsliBalas0
MEVHunter_9000
· 2025-12-31 02:23
Likuiditas di atas kertas itu palsu, kedalaman transaksi nyata adalah kunci utama, gelombang MARA ini memang mudah terjebak dalam perangkap
Tentang Kesulitan Likuiditas MARA
Banyak orang hanya melihat likuiditas buku saat melihat saham. Tapi inilah masalahnya.
Yang benar-benar diperdagangkan di pasar adalah likuiditas yang tersedia. Keduanya sangat berbeda.
Itulah mengapa terkadang saham besar bisa berfluktuasi sekeras saham kecil. Secara buku terlihat likuiditas cukup, tetapi volume yang benar-benar bisa diperdagangkan? Jauh dari itu. Investor ritel sering tertipu oleh ilusi ini. Institusi besar sudah lama memahami—yang benar-benar mempengaruhi harga bukan angka di buku, tetapi volume yang benar-benar bisa dibeli dan dijual di pasar.
Aset seperti MARA adalah contoh klasik. Terlihat likuiditasnya bagus, tetapi saat diperdagangkan baru sadar: kedalaman likuiditas yang tersedia sebenarnya terbatas. Inilah sebabnya mengapa terkadang satu pesanan besar bisa mengguncang seluruh pasar.