Ada pertanyaan mendasar yang layak diajukan: mengapa kita secara naluriah mengandalkan "para ahli"? Pikirkan secara berbeda—sepanjang sejarah, kepercayaan buta kepada figur otoritas sebenarnya tidak memperkuat ilmu pengetahuan atau demokrasi. Sebaliknya, itu justru menjadi ciri khas doktrin agama dan sistem otoriter. Kemajuan ilmiah yang sebenarnya? Itu berasal dari mempertanyakan, menguji, dan skeptisisme yang sehat. Demokrasi sejati berkembang dari debat yang berinformasi, bukan penerimaan pasif. Saat kita berhenti menginterogasi mereka yang kita diberitahu untuk percaya, kita telah menyerah pada pemikiran kritis itu sendiri. Itulah perbedaan yang tampaknya tidak lagi dipahami oleh siapa pun.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
23 Suka
Hadiah
23
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
DeFiChef
· 01-01 11:35
Benar, tetapi masalah saat ini adalah kebanyakan orang sama sekali tidak punya waktu untuk memverifikasi apa pun, semuanya dibombardir oleh informasi hingga merasa kewalahan.
Lihat AsliBalas0
Gm_Gn_Merchant
· 2025-12-29 20:51
ngl Pendapat ini terdengar bagus tetapi bagaimana pelaksanaannya secara nyata? Kebanyakan orang tetap harus percaya pada ahli, kalau tidak, bagaimana dengan kedokteran?
Lihat AsliBalas0
TradFiRefugee
· 2025-12-29 20:40
Pertanyaan yang diajukan bagus, tetapi berapa banyak orang yang benar-benar mau mempertanyakan? Kebanyakan tetap diam dan menerimanya begitu saja
Lihat AsliBalas0
GasBandit
· 2025-12-29 20:34
Benar sekali, inilah semangat web3, desentralisasi adalah hasil yang tak terelakkan dari meragukan otoritas
Ada pertanyaan mendasar yang layak diajukan: mengapa kita secara naluriah mengandalkan "para ahli"? Pikirkan secara berbeda—sepanjang sejarah, kepercayaan buta kepada figur otoritas sebenarnya tidak memperkuat ilmu pengetahuan atau demokrasi. Sebaliknya, itu justru menjadi ciri khas doktrin agama dan sistem otoriter. Kemajuan ilmiah yang sebenarnya? Itu berasal dari mempertanyakan, menguji, dan skeptisisme yang sehat. Demokrasi sejati berkembang dari debat yang berinformasi, bukan penerimaan pasif. Saat kita berhenti menginterogasi mereka yang kita diberitahu untuk percaya, kita telah menyerah pada pemikiran kritis itu sendiri. Itulah perbedaan yang tampaknya tidak lagi dipahami oleh siapa pun.