Emas mungkin menghadapi kekurangan global? Penilaian ini berasal dari peringatan terbaru dari ahli komoditas Belanda, Karel Melkx. Dia berpendapat bahwa emas sedang mengulangi kisah perak—dari alat lindung nilai menjadi aset langka yang benar-benar jarang dimiliki.
Titik pemicu logika ini sebenarnya cukup jelas. Jika indeks S&P 500 stagnan atau terus berjuang selama satu tahun ke depan, apa yang akan terjadi? Banyak dana akan mencari tempat baru, dan logam mulia secara alami menjadi pilihan utama. Peran emas akan meningkat, tidak lagi hanya sebagai "polis asuransi", tetapi berevolusi menjadi aset langka yang diperebutkan.
Pasar sudah menunjukkan tanda-tandanya. Beberapa lembaga secara diam-diam menambah kepemilikan ETF dan fisik emas, volume perdagangan saham pertambangan terus meningkat, dan volume derivatif logam mulia juga terus melonjak. Dorongan utama berasal dari kekhawatiran terhadap kebijakan Federal Reserve dan kepercayaan dolar—para investor sedang meninjau kembali nilai emas.
Ini bukan sekadar transfer dana, tetapi juga perubahan mindset. Ketika pasar tradisional kehilangan daya tarik, kilau logam mulia justru semakin bersinar. Barang mewah seperti berlian tetap menjadi pilihan penyimpan nilai, tetapi emas sedang keluar dari batasan, bertransformasi dari "alat pelindung nilai" menjadi "mata uang keras".
Yang paling penting, jika kekurangan benar-benar terjadi, ditambah dengan masuknya dana besar-besaran, elastisitas harga emas mungkin akan jauh melampaui ekspektasi psikologis pasar saat ini. Sejarah selalu berulang—setiap masa kebingungan pasar saham, emas akan menyambut momen puncaknya. Kali ini, variabelnya mungkin akan lebih besar dari yang dibayangkan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
17 Suka
Hadiah
17
9
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
BearMarketBuyer
· 13jam yang lalu
Lembaga sedang diam-diam menimbun aset, sekarang giliran kita para investor ritel mengikuti tren, kan?
Lihat AsliBalas0
AirdropNinja
· 13jam yang lalu
Emas naik begitu pesat, saya harus segera mengumpulkan uang untuk masuk ke pasar.
Lihat AsliBalas0
SandwichTrader
· 22jam yang lalu
Lembaga sedang diam-diam mengumpulkan emas, sekarang saya tidak bisa duduk diam lagi, harus segera naik kendaraan.
Lihat AsliBalas0
GasBandit
· 2025-12-29 19:52
Ini lagi-lagi argumen bahwa emas akan naik, sudah dengar berkali-kali haha
Apakah kali ini benar-benar akan kekurangan? Rasanya setiap tahun selalu bilang langka
Namun satu hal yang benar adalah lembaga secara diam-diam menimbun, saya juga sedang melihat saham pertambangan
Tunggu sampai S&P benar-benar runtuh baru bicara, sekarang masih terlalu awal
Lihat AsliBalas0
SchrodingerGas
· 2025-12-29 19:47
Ini lagi-lagi narasi pola... klaim bahwa lembaga diam-diam meningkatkan kepemilikan ini tidak dapat diverifikasi di on-chain, harus melihat data nyata baru bisa dipastikan
Lihat AsliBalas0
NeverPresent
· 2025-12-29 19:45
Kekurangan emas? Lebih baik dikatakan baik, sebenarnya uang tidak punya tempat untuk pergi, jangan terpengaruh oleh ketakutan.
Lihat AsliBalas0
BearMarketMonk
· 2025-12-29 19:37
Kembali lagi dengan pola ini? Setiap kali pasar saham tidak bagus, mereka mempromosikan emas, logika ini sudah saya dengar sampai bosan
Lihat AsliBalas0
LiquidationAlert
· 2025-12-29 19:35
Kekurangan emas? Haha, lagi ngegembar-gembor konsep lagi, sementara lembaga diam-diam menimbun barang, kita masih sibuk baca berita.
Lihat AsliBalas0
WinterWarmthCat
· 2025-12-29 19:35
Kembali lagi dengan cerita kekurangan emas? Saya pikir semua orang sangat optimis tentang emas, pasti institusi sudah melakukan pembelian besar-besaran sejak dulu, kan?
Emas mungkin menghadapi kekurangan global? Penilaian ini berasal dari peringatan terbaru dari ahli komoditas Belanda, Karel Melkx. Dia berpendapat bahwa emas sedang mengulangi kisah perak—dari alat lindung nilai menjadi aset langka yang benar-benar jarang dimiliki.
Titik pemicu logika ini sebenarnya cukup jelas. Jika indeks S&P 500 stagnan atau terus berjuang selama satu tahun ke depan, apa yang akan terjadi? Banyak dana akan mencari tempat baru, dan logam mulia secara alami menjadi pilihan utama. Peran emas akan meningkat, tidak lagi hanya sebagai "polis asuransi", tetapi berevolusi menjadi aset langka yang diperebutkan.
Pasar sudah menunjukkan tanda-tandanya. Beberapa lembaga secara diam-diam menambah kepemilikan ETF dan fisik emas, volume perdagangan saham pertambangan terus meningkat, dan volume derivatif logam mulia juga terus melonjak. Dorongan utama berasal dari kekhawatiran terhadap kebijakan Federal Reserve dan kepercayaan dolar—para investor sedang meninjau kembali nilai emas.
Ini bukan sekadar transfer dana, tetapi juga perubahan mindset. Ketika pasar tradisional kehilangan daya tarik, kilau logam mulia justru semakin bersinar. Barang mewah seperti berlian tetap menjadi pilihan penyimpan nilai, tetapi emas sedang keluar dari batasan, bertransformasi dari "alat pelindung nilai" menjadi "mata uang keras".
Yang paling penting, jika kekurangan benar-benar terjadi, ditambah dengan masuknya dana besar-besaran, elastisitas harga emas mungkin akan jauh melampaui ekspektasi psikologis pasar saat ini. Sejarah selalu berulang—setiap masa kebingungan pasar saham, emas akan menyambut momen puncaknya. Kali ini, variabelnya mungkin akan lebih besar dari yang dibayangkan.