Sekarang jika diingat kembali, seandainya beberapa tahun yang lalu sudah memahami logika ini dengan baik.
Mengamati suasana pasar adalah indikator masuk dan keluar yang paling dapat diandalkan. Lihatlah, ketika semua orang berteriak kenaikan, dan secara aktif membela aset yang baru dibeli (biasanya koin ini sudah naik selama beberapa minggu), saat itulah saatnya untuk mengambil keuntungan dan keluar atau mengakui bahwa kita ketinggalan. Sebaliknya, ketika pasar tidak peduli dan pemegang posisi merasa menyesal karena membeli setelah kenaikan berkelanjutan, biasanya itu adalah saat munculnya area nilai yang undervalued.
Rutin kerugian sebagian besar trader ritel sebenarnya sangat konsisten — mereka harus melihat harga naik dulu agar merasa yakin, baru berani melakukan order. Sedangkan uang pintar justru sebaliknya, diam-diam masuk saat pasar sepi, dan mulai menjual saat tren mulai naik.
Ingat: kita tidak akan pernah bisa menangkap dasar harga yang benar-benar rendah, maupun puncak harga yang benar-benar tinggi. Tapi kita bisa menilai melalui siklus suasana hati pasar. Saat harga berada di dasar lembah, pasar dipenuhi ketakutan — saat itulah peluang untuk membeli. Saat harga melonjak tinggi, emosi serakah menyebar — saat itulah biasanya saat yang tepat untuk menjual dan mengamankan keuntungan. Belajar berlawanan dengan suasana hati pasar jauh lebih efektif daripada indikator teknikal apa pun.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
13 Suka
Hadiah
13
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
GhostAddressMiner
· 2025-12-31 23:29
Singkatnya, ini tentang kapan dompet tidur di chain mulai bangkit kembali, itu yang benar-benar menjadi sinyal... investor ritel masih mengikuti tren dan menyerukan kenaikan, sementara alamat institusi sudah diam-diam mengurangi posisi sejak lama. Logika ini sudah saya pahami dari jejak pergerakan dana sejak lama.
Lihat AsliBalas0
AirdropAnxiety
· 2025-12-29 18:31
Benar sekali, memang harus dilakukan sebaliknya. Melihat sekumpulan orang di grup yang memuji-muji koin tertentu, saya langsung ingin keluar.
Lihat AsliBalas0
OfflineNewbie
· 2025-12-29 14:59
Benar-benar, saya harus kehilangan beberapa ratus ETH untuk memahami logika ini dengan benar... Sekarang semuanya terasa menyedihkan
Sekarang jika diingat kembali, seandainya beberapa tahun yang lalu sudah memahami logika ini dengan baik.
Mengamati suasana pasar adalah indikator masuk dan keluar yang paling dapat diandalkan. Lihatlah, ketika semua orang berteriak kenaikan, dan secara aktif membela aset yang baru dibeli (biasanya koin ini sudah naik selama beberapa minggu), saat itulah saatnya untuk mengambil keuntungan dan keluar atau mengakui bahwa kita ketinggalan. Sebaliknya, ketika pasar tidak peduli dan pemegang posisi merasa menyesal karena membeli setelah kenaikan berkelanjutan, biasanya itu adalah saat munculnya area nilai yang undervalued.
Rutin kerugian sebagian besar trader ritel sebenarnya sangat konsisten — mereka harus melihat harga naik dulu agar merasa yakin, baru berani melakukan order. Sedangkan uang pintar justru sebaliknya, diam-diam masuk saat pasar sepi, dan mulai menjual saat tren mulai naik.
Ingat: kita tidak akan pernah bisa menangkap dasar harga yang benar-benar rendah, maupun puncak harga yang benar-benar tinggi. Tapi kita bisa menilai melalui siklus suasana hati pasar. Saat harga berada di dasar lembah, pasar dipenuhi ketakutan — saat itulah peluang untuk membeli. Saat harga melonjak tinggi, emosi serakah menyebar — saat itulah biasanya saat yang tepat untuk menjual dan mengamankan keuntungan. Belajar berlawanan dengan suasana hati pasar jauh lebih efektif daripada indikator teknikal apa pun.