Belakangan ini, pertunjukan pembakaran 1 miliar token dari DEX tertentu menjadi viral di berbagai media, dan banyak orang membahas makna dari langkah ini. Daripada ikut-ikutan berkomentar, lebih baik saya ceritakan sebuah kisah menarik.
Bayangkan seorang pemilik bisnis mainan edisi terbatas. Mainannya laris manis, pasar mengikuti tren dan harganya melambung tinggi. Melihat bisnisnya berkembang pesat, muncul pertanyaan—stok mainannya menumpuk di tangan, jika mainan ini langsung dilempar ke pasar, harga akan langsung ambruk. Apa yang harus dilakukan?
Pemilik yang cerdas memikirkan sebuah solusi: pembakaran. Tapi cara pembakarannya cukup rumit—setiap kali ada pelanggan membeli mainan dari tokonya, mereka harus membayar biaya layanan. Biaya ini menurut aturan tidak boleh disimpan sendiri, harus diatur secara terpisah. Jadi, pemilik menggunakan biaya tersebut untuk membeli kembali mainan dari stoknya sendiri, dengan dalih membakar produk yang beredar, padahal uang asli tetap masuk ke rekening pribadinya.
Logika ini jika diterapkan pada proyek token tertentu, tampaknya juga cocok. Secara kasat mata, pembakaran memang mengurangi jumlah token yang beredar, tetapi sumber dana yang kembali masuk, biaya pembakaran yang sebenarnya, dan detail lainnya patut dipikirkan. Pasar selalu menguji sifat manusia, dan yang perlu kita lakukan adalah memahami cerita nyata di balik angka-angka tersebut.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
20 Suka
Hadiah
20
8
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
0xDreamChaser
· 2025-12-30 07:54
Ini lagi-lagi trik pembakaran ini, pada dasarnya adalah bermain uang sendiri dengan sendiri, biaya transaksi masuk ke kantong pengembang proyek lalu digunakan untuk membeli koin, bolak-balik melompat. Saya sudah sering melihat pola ini.
Lihat AsliBalas0
GasFeeBarbecue
· 2025-12-28 22:17
Singkatnya, seperti tangan kiri membalik tangan kanan, angka terlihat bagus tetapi uang masih di kantong pihak proyek.
Lihat AsliBalas0
SingleForYears
· 2025-12-28 10:50
Singkatnya, ini hanyalah cara lain untuk menipu para investor, biaya transaksi kembali ke kantong proyek, trik ini sudah terlalu umum dimainkan di dunia koin.
Lihat AsliBalas0
TrustMeBro
· 2025-12-28 10:50
Ini lagi-lagi trik penghancuran, biaya transaksi masuk ke kantong bos, aku sudah tahu semuanya dari dulu
Lihat AsliBalas0
TokenUnlocker
· 2025-12-28 10:47
Saya sudah sering melihat pola ini, pada dasarnya hanya mengganti nama untuk memasukkan uang kembali ke kantong, tidak ada yang dihancurkan sama sekali.
Lihat AsliBalas0
AlwaysQuestioning
· 2025-12-28 10:40
Tunggu, logika ini bagus, tetapi masalah sebenarnya adalah—siapa yang bisa membuktikan biaya nyata dari pembakaran? Data di blockchain juga bisa dipalsukan.
Lihat AsliBalas0
AirdropHunterXiao
· 2025-12-28 10:34
Haha, aku sudah sering melihat pola ini, jujur saja, itu seperti tangan kiri membalik ke tangan kanan... biaya transaksi dihancurkan, uang akhirnya tetap mengalir kembali ke kantong sendiri, ini disebut "penghancuran dengan hati nurani"?
Lihat AsliBalas0
WealthCoffee
· 2025-12-28 10:31
Pada dasarnya itu tetap saja trik yang sama, hanya mengganti pola untuk merampok uang rakyat. Penghancuran, pembelian kembali, deflasi... terdengar sangat indah, tetapi logika dasarnya adalah uang masuk saku kiri keluar saku kanan. Di mana nilai sebenarnya? Tidak ada bayangannya.
Belakangan ini, pertunjukan pembakaran 1 miliar token dari DEX tertentu menjadi viral di berbagai media, dan banyak orang membahas makna dari langkah ini. Daripada ikut-ikutan berkomentar, lebih baik saya ceritakan sebuah kisah menarik.
Bayangkan seorang pemilik bisnis mainan edisi terbatas. Mainannya laris manis, pasar mengikuti tren dan harganya melambung tinggi. Melihat bisnisnya berkembang pesat, muncul pertanyaan—stok mainannya menumpuk di tangan, jika mainan ini langsung dilempar ke pasar, harga akan langsung ambruk. Apa yang harus dilakukan?
Pemilik yang cerdas memikirkan sebuah solusi: pembakaran. Tapi cara pembakarannya cukup rumit—setiap kali ada pelanggan membeli mainan dari tokonya, mereka harus membayar biaya layanan. Biaya ini menurut aturan tidak boleh disimpan sendiri, harus diatur secara terpisah. Jadi, pemilik menggunakan biaya tersebut untuk membeli kembali mainan dari stoknya sendiri, dengan dalih membakar produk yang beredar, padahal uang asli tetap masuk ke rekening pribadinya.
Logika ini jika diterapkan pada proyek token tertentu, tampaknya juga cocok. Secara kasat mata, pembakaran memang mengurangi jumlah token yang beredar, tetapi sumber dana yang kembali masuk, biaya pembakaran yang sebenarnya, dan detail lainnya patut dipikirkan. Pasar selalu menguji sifat manusia, dan yang perlu kita lakukan adalah memahami cerita nyata di balik angka-angka tersebut.