Serangan drone Iran merusak lapangan gas Shah Uni Emirat Arab, pertama kali merusak fasilitas minyak dan gas hulu negara itu

GateNews

Berita Gate News, pada 17 Maret, Iran meningkatkan serangan terhadap titik energi penting, dan ladang gas besar Shah di dalam Uni Emirat Arab diserang dan dibakar oleh drone. Ini adalah kali pertama selama konflik Iran merusak fasilitas hulu minyak dan gas di UEA.

Ladang gas Shah terletak di dekat perbatasan antara UEA dan Arab Saudi, dikelola bersama oleh Abu Dhabi National Oil Company dan Occidental Petroleum dari Amerika Serikat. Pemerintah UEA menyatakan bahwa operasi ladang tersebut telah dihentikan, dan tidak ada korban jiwa di lokasi.

Akibat serangan dari beberapa drone dan misil, UEA menutup ruang udaranya pada malam hari, dan lalu lintas udara kembali normal pada Selasa pagi. Sehari sebelum serangan, Iran juga menyerang sebuah gudang bahan bakar di bandara utama Dubai, menyebabkan kolom asap besar di atas pusat penerbangan internasional tersibuk di dunia itu dan menyebabkan gangguan penerbangan sementara.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengimbau sekutunya untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz (jalur transportasi minyak penting dunia).

Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.

Artikel Terkait

Harga Minyak Mentah Melonjak Pasca Penyitaan Kapal Iran oleh AS: Brent Naik 5%, WTI Naik 6%

Harga minyak mentah melonjak pada 19 April setelah pasukan AS menyita kapal berbendera Iran di Teluk Oman, memicu kekhawatiran gangguan pasokan. Iran mengancam akan membatasi akses melalui Selat Hormuz, di tengah meningkatnya ketegangan dan potensi dampak terhadap inflasi global serta pasar.

GateNews4menit yang lalu

Ketegangan di kawasan Selat Hormuz berulang-ulang, Bitcoin turun menembus 74.000 dolar AS

Penyekatan Selat Hormuz memicu gejolak besar di pasar kripto; setelah Bitcoin lebih dulu menembus 78,000 dolar AS, nilainya kemudian turun kembali ke 74,000 dolar AS, dan pasar masih berada dalam kondisi panik. Artikel ini mengulas secara mendalam mekanisme penularan dampak geopolitik terhadap pergerakan pasar kripto.

GateInstantTrends1jam yang lalu

SFC Hong Kong Menyetujui Kerangka Baru untuk Perdagangan Produk Investasi Tokenized

Otoritas Sekuritas dan Berjangka Hong Kong (SFC) memperkenalkan kerangka regulasi untuk perdagangan produk investasi tokenized, yang memungkinkan perdagangan di pasar sekunder di platform aset virtual berlisensi dan meningkatkan akses bagi investor ritel.

GateNews1jam yang lalu

Bank Sentral Peringatkan Risiko Stablecoin Mempercepat Dolarisasi di Negara Berkembang

Bank sentral memperingatkan bahwa stablecoin dapat mempercepat dolarialisasi di negara berkembang dan menimbulkan risiko kejahatan finansial akibat lemahnya pengawasan regulasi. Mereka mendesak adanya koordinasi internasional mengenai standar stablecoin untuk menyeimbangkan inovasi dengan stabilitas keuangan.

GateNews1jam yang lalu

Jepang Mengeluarkan Peringatan Tsunami 3 Meter untuk Prefektur Aomori Setelah Gempa Bumi

Prefektur Aomori di Jepang mengeluarkan peringatan tsunami setelah gempa bumi, berdampak pada layanan kereta Tohoku Shinkansen. Peringatan dan imbauan tsunami juga diberikan untuk wilayah pesisir lainnya, sementara pemeriksaan dimulai di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Onagawa.

GateNews1jam yang lalu

Iran Menegaskan Bukan Pihak Agresor Perang, Berjanji Respons Kuat terhadap Tindakan Baru AS atau Israel

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Baghaei menegaskan bahwa negara tersebut tidak akan menerima ultimatum dalam membela kedaulatannya, dengan menekankan bahwa tindakan militer adalah untuk pertahanan diri, serta memperingatkan respons yang tegas terhadap setiap agresi baru dari AS atau Israel.

GateNews2jam yang lalu
Komentar
0/400
Tidak ada komentar